About

Information

Rabu, 19 Juni 2013

Di Sampang Jamaah Syiah Diusir, 20 Jamaah Ahmidyah Tidak Diberi Akte Kelahiran

Rabu, 19 Juni 2013 - 22:04:51 WIB
Di Sampang Jamaah Syiah Diusir, 20 Jamaah Ahmidyah Tidak Diberi Akte Kelahiran
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Jakarta) - Sekitar 20 anak keluarga jamaah Ahmadiyah yang mengungsi di Asrama Transito Mataram, Nusa Tenggara Barat, tidak mendapat akta kelahiran dari pemerintah daerah.

Juru bicara pengungsi Ahmadiyah Transito, Sahidin mengatakan 20 anak itu lahir di pengungsian Transito. Bahkan mereka sempat mengurus pembuatan akta lahir namun ditolak pemerintah daerah. Selain anak-anak tidak mendapat akta lahir, remaja Ahmadiyah yang menginjak dewasa juga tidak mendapat kartu tanda penduduk atau KTP.

"Banyak yang lahir di Transito tidak diberikan akta lahir. Kami mau buatkan anak kami akta lahir tidak dikasih. (Ada berapa?) Ada 20 anak, karena yang lahir di pengungsian itu 20 anak. Semua tidak dapat," kata Sahidin kepada wartawan dalam surat elektroniknya di Jakarta, Rabu (19/06)

Menurut Sahidin, orang dewasa yang hendak mengurus pendataan KTP elektronik juga tidak bisa mendapatkan kartu identitas, termasuk dirinya. Padahal, Sahidin mengatakan, namanya tercatat dalam rekam data penduduk di komputer kecamatan. Namun, namanya dicoret sebagai peserta KTP elektronik. Sekitar 30-an keluarga Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat sudah tujuh tahun ini mengungsi.

"Mereka meninggalkan rumah mereka di Ketapang Lombok Barat menuju Mataram, karena menjadi sasaran kekerasan kelompok anti Ahmadiyah," ucapnya. Sementara itu, di Pemkab Sampang melalui Bakesbangpol dan Polres memaksa jamaah Syiah yang masih bertahan di GOR untuk meninggalkan GOR malam ini juga, 19 Juni 2013.

Menurut Ustad Iklil yang mengirimkan berita ini ke sejumlah media menyebutkan, dalih pengusiran ini adalah bahwa halaman GOR akan dipakai sebagai tempat acara pemerintah Sampang. "Sampai saat ini, sore menjelang malam, perwakilan Pemkab masih ada di GOR. Perwakilan Pemkab tidak memberikan alternatif apapun, kecuali satu: pengungsi harus meninggalkan GOR hari ini," sesalnya. (K-4/Roy)

0 komentar:

Poskan Komentar