About

Information

Rabu, 19 Juni 2013

Presiden Tunggu Laporan Tim Sosialisasi

Rabu, 19 Juni 2013 - 19:26:24 WIB
Presiden Tunggu Laporan Tim Sosialisasi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik 


Komhukum (Jakarta) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunggu laporan final tim sosialisasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak sebagai rangkaian proses pengambilan keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/06) petang mengatakan pemerintah telah membentuk tim sosialisasi pengurangan subsidi BBM yang diketuai oleh Wakil Presiden Boediono, yang selain sosialisasi, juga memastikan kesiapan pemberian subsidi ke masyarakat miskin saat kebijakan dijalankan.

"Sebetulnya pemerintah telah memiliki tim sosialisasi, untuk rangkaian proses sebelum diambil keputusan, kenaikan harga BBM atau pengurangan subsidi BBM. Presiden masih menunggu laporan final timsos, yang dijalankan oleh menteri dan diketuai oleh Wapres," kata Julian.

Julian juga mengatakan pemerintah memastikan akan ada langkah-langkah untuk menjaga kestabilan ekonomi pascapengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi sehingga memberikan kepastian pada masyarakat.

"Tentunya kenaikan harga ini menjadi perhatian bagi pemerintah, konsekuensi pada kenaikan BBM tentu berdampak pada kenaikan harga, namun nanti pasti tetap akan ada koreksi di pasar, harga menjadi stabil. Untuk itulah untuk menjaga daya beli masyarakat, utamanya masyarakat miskin dalam mengantisipasi fluktuasi, dari gejolak harga diberikanlah BLSM. Pemerintah percaya akan kembali normal, pada waktunya harga akan normal," katanya.

Sebelumnya, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, Wakil Presiden meminta keputusan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi disikapi dengan tenang oleh masyarakat karena pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah.

Dijelaskannya, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak akan berdampak gejolak yang lebih besar bila masyarakat tetap tenang dalam menghadapi hal ini.

Menurut Wapres, pemerintah tengah memastikan bahwa program-program perlindungan sosial masyarakat setelah kenaikan harga BBM bersubsidi dapat segera berjalan.

Ia mengatakan dirinya bersama para menteri, sejak keputusan APBN-P 2013 terus mematangkan program-program tersebut. Pada Selasa pagi, ia memimpin langsung rapat untuk persiapan itu.

Program-program perlindungan sosial diantaranya beras untuk masyarakat miskin sebanyak 15 kg dalam sebulan dua kali bagi 15,5 juta rumah tangga sasaran.

Bantuan untuk pendidikan siswa masyarakat miskin sebanyak 13,5 juta orang. Bantuan ini meningkat dari sebelumnya Rp. 360 ribu per bulan menjadi Rp. 450 ribu, kemudian SMP dari Rp. 500 ribu menjadi Rp. 700 ribu dan SMA dari Rp. 700 ribu menjadi Rp. 1 juta per bulan.

Selain itu juga kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebesar Rp. 150 ribu untuk 15,5 juta rumah tangga sasaran yang akan diberikan selama empat bulan, untuk menahan guncangan harga akibat kenaikan BBM bersubsidi.

"Ini memang diperlukan pengalaman di masa lalu kalau ada penyesuaian harga (BBM), pada 3-4 bulan akan ada "shock" (goncangan), sesuatu yang akan kembali normal. Ini perlu ditampung, terutama faktor ini mereka yang miskin atau pada batasan miskin," katanya. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar