About

Information

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2013

Abramovich Dan Gebrakan Yang Buat Chelsea Jadi Tim Tangguh

Selasa, 02 Juli 2013 - 10:49:54 WIB
Abramovich Dan Gebrakan Yang Buat Chelsea Jadi Tim Tangguh
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (London) - Para ofisial Chelsea memprediksi akan datang lebih banyak kesuksesan bagi raksasa Inggris itu pada Senin (1/07), setelah satu dekade mereka berada di bawah kepemilikan Roman Abramovich.

Miliarder Rusia itu, yang memegang kendali penuh di Stamford Bridge, telah menghabiskan sekitar 874 juta pound untuk urusan transfer dan 1,5 miliar pound untuk gaji selama sepuluh tahun sejak ia mengambil alih klub London ini pada 1 Juli 2003.

Dengan demikian, Abramovich memberikan model bagi para pemilik kaya raya yang berasal dari luar Inggris yang kepemilikannya di klub-klub papan atas telah mengubah lanskap permainan di negeri yang mengklaim sebagai asal sepak bola ini.

Sejauh ini investasi Abramovich telah mendaratkan tiga gelar juara Liga Utama Inggris - yang sebelumnya terakhir kali mereka raih pada 1955 - empat Piala FA, dua Piala Liga, dan yang paling signifikan gelar Liga Champions dan kesuksesan di Liga Europa musim lalu.

"Ini merupakan dekade yang sangat sukses untuk Chelsea Football Club sejak Roman Abramovich mengambil alih (klub), dengan jumlah trofi yang belum pernah diraih sebelumnya dalam sepuluh tahun terakhir," kata ketua eksekutif Chelsea Ron Gourlay dalam pernyataannya pada Senin (2/07).

"Klub juga membuat langkah-langkah hebat di lapangan pada masa itu, beradaptasi untuk menemui tantangan-tantangan perubahan lanskap sepak bola." "Investasi awal Tuan Abramovich pada staf yang bermain memberikan deviden pada terbentuknya tim yang dikagumi di seluruh dunia, namun untuk mempertahankan Chelsea tetap berada di jajaran elit kami selalu tahu bahwa kami harus menciptakan bakat kelas dunia sendiri dan kami mulai melihat keuntungan-keuntungan dari akademi kami, yang akan membantu kami menemui tujuan-tujuan jangka panjang kami untuk Financial Fair Play." 

"Saat kami mempersiapkan diri untuk sepuluh tahun mendatang, saya merasa kami berada di posisi yang bagus untuk meneruskan kesuksesan yang sejauh ini kami nikmati di bawah Tuan Abramovich dan semua orang di sini sangat terdeterminasi untuk membangun kemajuan yang kami buat."

Sementara itu ketua Chelsea Bruce Buck, menulis dalam The Times, mengatakan bahwa Abramovich telah mengubah klub London Barat itu dari tim papan tengah medioker menjadi kekuatan utama global.

"Apa yang sangat lantang dan jelas terlihat dalam hari-hari awal adalah hasrat dari sang pemilik baru terhadap permainan ini dan potensi yang ia lihat dalam Chelsea FC yang dapat diraih, baik di dalam maupun di luar lapangan," tulis Buck di The Times.

"Namun hanya sedikit orang yang dapat memahami pada 10 tahun silam betapa kepemilikan Roman Abramovich akan dengan cepat mengubah Chelsea, membawa mereka dari klub yang menghadapi mediokritas papan tengah dan dekat dengan kebangkrutan untuk menjadi salah satu tim sepak bola paling tangguh di dunia.

"Ya, tidak terbantahkan bahwa terdapat pelatih dengan jumlah yang hampir sama dengan trofi yang dimenangi (11, jika dua masa kerja Jose Mourinho dihitung terpisah)." "Sekarang tentu saja, para penggemar Chelsea, para penggemar klub lain, para pewarta, dan para pengamat dunia sepak bola telah melihat ke depan." 

"Akankah Roman Abramovich menjadi bosan, setelah memenangi semua trofi utama? Jawaban saya adalah tidak." "Dapatkah Jose Mourinho membawa lebih banyak kesuksesan kepada klub ini, jawaban saya adalah ya." (K-5/el)

Paulinho Dipastikan Bergabung Dengan Spurs

Selasa, 02 Juli 2013 - 10:10:43 WIB
Paulinho Dipastikan Bergabung Dengan Spurs
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Sao Paulo) - Pemain internasional berpengaruh dari Brazil, Paulinho menerima tawaran dari Tottenham Hotspur dan akan bergabung dengan klub Liga Utama Inggris itu dari klub Corinthians itu pada awal musim mendatang.

Pemain tengah bertenaga kuat ini, yang mencetak 34 gol dalam 167 penampilannya bersama Corinthians, ia tampil bersinar ketika Brazil memenangi kampanye kompetisi Piala Konfederasi bulan lalu.

"Kini memasuki tiga tahun menggembirakan dalam karir saya, karena menang, karena bekerja dengan orang-orang hebat, yang selalu menolong saya," kata Paulinho dengan mata memerah dalam acara perpisahan, Senin (1/07).

"Semua yang ingin saya katakan adalah, saya akan kembali ke Corinthians," katanya.

Laporan media menyebutkan, Spurs akan membayar 20 juta euro untuk Paulinho. Ia meraih piala "Sepatu Perunggu" sebagai pemain ketiga terbaik dalam Piala Konfederasi, beberapa saat setelah Brazil menghancurkan juara dunia dan Eropa Spanyol 3-0 pada laga final. (K-2/yan)

Serena Williams Tersingkir

Selasa, 02 Juli 2013 - 08:57:48 WIB
Serena Williams Tersingkir
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Other 


Komhukum (London) - Hari Senin (1/07), Wimbledon memasuki minggu paling mengejutkan, ketika Serena Williams menjadi pemain profil tinggi terakhir yang kandas, sehingga reputasi dan statusnya sebagai pemain bintang dianggap tidak ada apa-apanya.

Turnamen lapangan rumput tahun ini di tempat itu memakan banyak korban ketika sebelumnya juara grand slam Rafa Nadal, Roger Federer, Maria Sharapova dan Victoria Azarenka, semua tersandung di putaran kedua, bersamaan dengan munculnya si pembunuh raksasa Sabine Lisicki.

Petenis dari Jerman itu, Lisicki, dengan kemampuan mengesankan dan tampil tanpa takut dan grogi. Ia mengalahkan penyandang gelar dari Amerika, Williams, dengan angka 6-2 1-6 6-4, yang meninggalkan lapangan dengan wajah seperti tidak percaya.

"Saya masih gemetaran, saya begitu gembira. Pertandingan luar biasa, saya amat takjub. Saya amat mencintai lapangan ini. Benar-benar seperti tidak dapat dipercaya," kata Lisicki dengan berurai air mata.

Benar-benar memang tidak dapat dipercaya, karena ketika pada minggu pertama para pemain bintang bertumbangan, unggulan utama Williams masih tetap sebagai pemain favorit untuk meraih gelar keenam, setelah memenangi tiga dari empat turnamen besar (major) terakhirnya.

Ia juga meninggalkan lapangan setelah memenangi 34 pertandingan berurutan. Tetapi tersingkirnya pemain itu membuat petenis nomor empat dunia Agnieszka Radwanska menjadi petenis berperingkat tertinggi dan pemain Ceko Petra Kvitova sebagai mantan pemain yang masih bertahan di bagian puteri.

"Ini bukan kejutan. Saya hanya tidak melakukan hal terbaik seperti yang sebelumnya saya lakukan," kata Williams, yang memenangi sembilan game untuk memimpin 3-0 pada set terakhir.

Ketika Williams meninggalkan lapangan, petenis nomor 24 dunia Lisicki membuktikan bahwa ia sedang menanjak setelah sebelumnya setidaknya pernah maju ke babak perempat final dalam empat penampilan sebelumnya.

"Sabine sedang berpenampilan terbaik hari ini. Ia selalu melawan pemain hebat di lapangan hebat. Ia menjadi pemain super, permainan super yang bagus di lapangan rumput," kata Williams.

Unggulan kedua putera, Andy Murray, pemain lain yang merasa bermain enak di kandanag sendiri. Ia lolos dari putaran kedua, setelah menghabisi harapan pemain dari Rusia, Mikhail Youzhny, dengan angka 6-4 7-6(5) 6-1.

Unggulan kedelapan Kvitova menyisihkan pemain Spanyol Carla Suarez Navarro dengan angka 7-6(5) 6-3 dan maju ke putaran delapan besar melawan pemain dari Belgia Kirsten Flipkens.

Sementara itu Radwanska memiliki hari baik saat menggulingkan pemain dari Bulgaria Tsvetaana Pironkova 4-6 6-3 6-3.cc Dengan tersingkirnya William, berarti pemain dari Amerika yang masih bertahan tinggal Sloane Stephens, dan ia maju ke perempat final.

Petenis berusia 20 tahun itu menunjukkan potensi permainannya ketika mengalahkan lawannya remaja dari Puerto Rico, Monica Puig, dengan angka 4-6 7-5 6-1.

Pada laga lain, berbicara tentang umur, Li Na membuktikan bahwa usia pemain 31 tahun masih dapat mengkandaskan lawan di atas rumput. Petenis itu mengalahkan unggulan ke-11 dari Italia, Roberta Vinci 6-2 6-0. (K-2/yan)

Maradona Tertarik Tangani Timnas Indonesia

Selasa, 02 Juli 2013 - 03:48:13 WIB
Maradona Tertarik Tangani Timnas Indonesia
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Surabaya) - Diego Armando Maradona menyatakan siap melatih Tim Nasional Indonesia jika PSSI menunjuknya serta tidak ada pelatih kepala di tim.

"Saya siap dan mau menjadi pelatih di sini, tetapi dengan syarat tidak ada pelatih kepala yang sedang menjabat. Sebab, saya menghomati tentang persoalan itu," ujar Maradona di sela konferensi pers kedatangannya di Surabaya, Senin (01/07).

Ia mengaku memiliki niat membangun sepak bola Indonesia menjadi lebih baik dan disegani. Bahkan, jika PSSI serius meminangnya, mantan Pelatih Timnas Argentina itu sudah menyiapkan segalanya untuk membuat Timnas Indonesia maju.

Pria berusia 52 tahun tersebut juga mengaku, dengan berbekal pengalaman puluhan tahun sebagai pemain maupun pelatih, dirinya ingin membangun tim sepak bola Indonesia yang kuat, baik dari sisi teknik maupun mental, dalam bermain bola.

Menurut dia, persoalan dan permasalahan penting yang dialami pesepak bola Asia mayoritas karena faktor mental dan kedisplinan. Seperti yang dia amati ketika melatih sebuah klub di Qatar tahun lalu, Al Wasl.

"Untuk sekarang, kedatangan saya belum punya pikiran sebagai pelatih Timnas sebab saat ini Timnas Indonesia sudah memiliki pelatih. Sekali lagi, saya tidak mau merebut jabatan," kata mantan pemain Barcelona, Napoli, dan sejumlah tim terkenal di Eropa lainnya itu.

Sementara itu, Maradona datang ke Surabaya dalam rangka memberikan "coaching clinic" serta "tango football" kepada anak-anak binaan sekolah sepak bola. Dijadwalkan, dua agenda tersebut dilaksanakan di lapangan Tugu Pahlawan, Selasa (2/7).

Pesepak bola yang dikenal "Gol Tangan Tuhan" itu akan memberikan bekal ilmu dan motivasi untuk anak-anak agar lebih mencintai sepak bola dan menunjukkan cara bermain bola yang baik. Pada agenda "coaching clinic", dijadwalkan sekitar 75--100 anak akan dilatih dan diberi bekal ilmu sepak bola.

Direncanakan, Maradona tidak melatih sendirian, tetapi dibantu oleh pemain terbaik Persebaya, seperti Andik Vermansyah dan M. Taufiq. Kedatangannya ke Indonesia atas undangan Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri) sejak Sabtu (29/6).

Selain Jakarta dan Surabaya, rencananya Maradona juga menggelar agenda yang sama di Medan dan Makassar. Namun, kunjungan kedua kota tersebut dibatalkan karena alasan tertentu. (K-4/EIO)

Kehadiran Suporter Persebaya Ditolak Panpel PSIS

Selasa, 02 Juli 2013 - 03:46:56 WIB
Kehadiran Suporter Persebaya Ditolak Panpel PSIS
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Semarang) - Panitia Pelaksana PSIS menolak kehadiran suporter Persebaya Surabaya saat kedua tim bertemu pada laga lanjutan babak 12 besar Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu (3/07), karena faktor keamanan.

"Semula kalau yang datang ke sini hanya 50 orang hingga 200 orang mungkin bisa diterima. Akan tetapi, karena yang datang mencapai 1.000-an suporter, tentu kita tidak bisa menerima mereka," kata Ketua Panpel PSIS Dedi Satria Budiman di Semarang, Senin (01/07).

Apalagi, kata dia, setelah berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang ternyata pada saat yang bersamaan ada aksi demonstrasi buruh di Semarang. "Untuk mencegah munculnya kejadian yang tidak diinginkan, akhirnya kami menolak kehadiran suporter Persebaya Surabaya," katanya.

Ia mengakui memang sekarang ini sudah ada beberapa suporter Persebaya yang datang ke Semarang meskipun tidak banyak. "Kalau penanganan mereka yang sudah datang, kami serahkan kepada Polrestabes Semarang," katanya menegaskan.

Pihaknya menginginkan pertandingan tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar. "Kita juga tidak mau membebani polisi dengan tugas yang berat karena saat yang bersamaan mereka juga menjaga aksi unjuk rasa para buruh yang menuntut soal kenaikan tunjangan hari raya (THR) menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)," katanya.

Ia mengemukakan bahwa pertandingan PSIS melawan Persebaya mendatang akan melibatkan 300 personel dari Polrestabes Semarang dibantu dengan pengamanan swakarsa. "Kami memang akan berusaha pertandingan tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar," katanya menegaskan.

Di sisi lain, Dedi Satria Budiman mengatakan bahwa tiket pertandingan PSIS melawan Persebaya Surabaya akan dinaikkan, khususnya untuk tribune barat dan VIP, sedangkan tribune utara-selatan, timur, dan selatan tetap harga semula.

Ia menyebutkan, untuk tribune barat yang semula Rp40 ribu per lembar dinaikkan menjadi Rp50 ribu per lembar, kemudian untuk tribune VIP yang semula Rp60 ribu dinaikkan menjadi Rp. 75 ribu.

"Kalau tiket yang kita cetak tetap sama, yaitu 18.000 lembar dari kapasitas Stadion Jatidiri Semarang yang hanya 21.000 penonton tersebut. Kita juga tetap memberlakukan penjualan tiket sehari sebelum pertandingan, yaitu di Sekertariat PSIS, kompleks Stadion Citarum, dan Sekertariat Panpel PSIS, kompleks GOR Jatidiri Semarang," katanya.

Alasan kenaikan harga tiket untuk tribune barat dan VIP tersebut karena pertandingan PSIS melawan Persebaya Surabaya merupakan pertandingan klasik dan saat ini bertepatan dengan masa libur sekolah.

"Kami tetap berharap penonton tetap datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan kedua tim tersebut mengingat pertandingan PSIS melawan persebaya tidak disiarkan langsung televisi," katanya. (K-4/EIO)

Daud Yordan dan Rasmanudin Siap Tarung di Perth

Selasa, 02 Juli 2013 - 03:45:51 WIB
Daud Yordan dan Rasmanudin Siap Tarung di Perth
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Other 


Komhukum (Semarang) - Dua petinju Indonesia, Daud Yordan (kelas ringan) dan Rasmanudin (kelas bantam super), tinggal menjalani latihan ringan untuk persiapan menghadapi pertarungan perebutan gelar di kelas yang berbeda di Perth, Australia, Sabtu (6/07).

"Kedua petinju dalam kondisi fit dan siap tempur, sedangkan sisa waktu yang ada sekarang ini dimanfaatkan untuk latihan ringan menjaga kondisi tubuh," kata Pelatih Rasmanudin, Budi Wizon, ketika dihubungi dari Semarang, Senin (01/07).

Kedua petinju tersebut, sejak 20 Juni 2013 menjalani latihan pemantapan di Sasana Herry`s Gym di Perth, Australia, dengan dibantu Craig Christian (pelatih sekaligus manajer pemegang gelar Super Champion WBA Chris John).

Mantan juara dunia IBO Daud Yordan bakal menghadapi petinju Argentina, Daniel Eduardo Brizuela, pada pertarungan perebutan gelar juara dunia kelas ringan (61,2 kilogram) IBO yang lowong.

Sementara itu petinju Sasana Sindoro Semarang, Rasmanudin, yang menjadi juara nasional kelas bantam super (55,3 kilogram) akan menghadapi petinju Argentina Jason Cooper pada pertarungan perebutan gelar juara IBO Asia Pasifik yang juga lowong.

"Berat badan kedua petinju sekarang ini sudah memasuki berat ideal di kelasnya masing-masing sehingga sisa waktu yang ada sekarang ini juga dimanfaatkan untuk menstabilkan berat badan hingga menjelang acara timbang badan, Jumat (5/7)," katanya menegaskan.

Soal berat badan lima hari menjelang pertarungan melawan Brizuela tersebut, Daud Yordan mengatakan bahwa sudah tidak ada masalah karena sudah masuk ke berat ideal di kelas ringan (61,2 kilogram).

"Berat badan saya sudah tidak ada masalah karena sudah masuk ke berat ideal di kelas yang baru bagi saya ini, yaitu ringan (sebelumnya Daud Yordan menggeluti kelas bulu 57,1 kilogram, red.) dan saya tinggal menjaga kesetabilan saja hingga acara timbang badan mendatang," katanya.

Daud Yordan memiliki rekor bertarung 30 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah, sedangkan Daniel Eduardo Brizuela yang usianya 27 tahun memiliki rekor bertarung 25 kali menang (delapan kali dengan KO), sekali kalah, dan dua kali seri.

Sementara itu, Rasmanudin memiliki rekor bertarung 17 kali menang (sembilan di antaranya dengan KO), tiga kali kalah, dan dua kali seri tersebut bakal menghadapi juara nasional kelas bantam Australia yang memiliki rekor bertarung enam kali menang (tiga kali di antaranya dengan KO), sekali kalah, dan sekali seri. (K-4/EIO)

Moyes Boyong Orang-orangnya ke MU

Selasa, 02 Juli 2013 - 03:44:24 WIB
Moyes Boyong Orang-orangnya ke MU
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (London) - Manajer baru Manchester United David Moyes memboyong mantan asistennya di Everton, Steve Round, sebagai deputinya menangani juara Liga Premier itu.

United mengatakan bahwa Round (42) telah dipilih sebagai asisten manajer, sedangkan Chris Woods menjadi pelatih penjaga gawang dan Jimmy Lumsden sebagai pelatih.

Sebelum ini Woods adalah pelatih penjaga gawang Everton, sedangkan Lumsden menjadi bagian dari staf Moyes semenjak mereka bersama di Preston North End.

"Saya telah bekerja dengan Steve, Chris dan Jimmy selama bertahun-tahun  dan saya gembira mereka memutuskan bergabung bersama saya di klub besar ini," kata Moyes kepada laman United (www.manutd.com) seperti dikutip Reuters.

"Mereka memiliki kualitas hebat di bidangnya masing-masing dan saya tahu, seperti halnya saya, mereka menganggap ini tantangan yang harus dijalani. Saya percaya sekali bahwa bersama kita bisa membangun demi suksesnya klub ini yang sudah dinikmati bertahun-tahun." (K-4/EIO)

Arsenal Memerlukan Julio Cesar

Selasa, 02 Juli 2013 - 03:43:33 WIB
Arsenal Memerlukan Julio Cesar
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (London) - Arsenal masih perlu menambah amunisi di bawah mistar gawang dengan mendatangkan kiper asal Brazil, Julio Cesar.

Arsenal kini memang telah memiliki penjaga gawang muda dalam diri Wojciech Szczesny. Di mata pengamat bola dari harian Daily Express, Jeremy Wilson, kemungkinan Cesar ke Arsenal tetap terbuka lebar.

"Arsenal diharapkan perlu meluncurkan tawaran formal berkaitan dengan penjaga gawang Queens Park Rangers, Julio Cesar sesudah penyelenggaraan final Piala Konfederasi 2013 antara Brazil melawan Spanyol," katanya sebagaimana dikutip dari situs bleacherreport.

Cesar yang kini berusia 33 tahun itu diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dua penjaga gawang yang kini dimiliki Arsenal, Szczesny dan Fabianski.

Cesar tampil sebagai kiper sarat pengalaman membela tim-tim terbaik di sejumlah laga internasional. Sebelum mendarat di QPR, ia menghabiskan waktu selama tujuh tahun bersama Inter Milan. Ia membawa timnya itu memenangi gelar Liga Champions 2010.

Cesar termasuk sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia yang berakar di sejumlah klub Italia juga timnas Brazil.

Penampilannya di Piala Konfederasi 2013 membuktikan bahwa ia punya kualitas kepemimpinan untuk membawa klub mendulang sukses. Bersama Arsenal, ia berkesempatan mengembangkan talentanya itu.

Agar Arsenal mampu berbicara di Liga Champions musim mendatang, diperlukan kepemimpinan Cesar utamanya ketika melakoni laga-laga berskala besar.

Soal kepemimpinan menjadi keprihatinan tersendiri di kubu Emirates musim lalu. Arsenal terus meningkatkan upaya untuk tampil kinclong. Pendapat Cesar punya rpengaruh di ruang ganti pakaian pemain dengan memberi semangat kepada para pemain lainnya.

Szczesny kerap digadang-gadang sebagai penjaga gawang masa depan Arsenal. Kiper berusia 23 tahun itu terus tampil konsisten dari hari ke hari. Ia berpotensi menjadi salah satu pemain terbaik di Liga Inggris. (K-4/EIO)

Maradona Lebih "Happy" di Surabaya

Selasa, 02 Juli 2013 - 03:42:52 WIB
Maradona Lebih "Happy" di Surabaya
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Surabaya) - Legenda hidup sepakbola dunia, Diego Armando Maradona, merasa lebih "happy" dan nyaman selama tinggal di Surabaya dibandingkan saat pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta.

Hal ini dikatakan Ketua Panitia Lokal, Muhammad Zein Al Hadad, di sela konferensi pers di Surabaya. Menurut dia, sejak tiba di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Senin siang, Maradona terlihat sumringah dan tidak mengeluh tentang apapun.

"Sejak dari bandara hingga ke kamarnya, saya mengikuti Maradona. Yang menggembirakan, ketika baru dibukakan pintu kamar, ia langsung bernyanyi dan tersenyum. Semoga ini pertanda baik dan Maradona bisa lebih `enjoy` selama di sini," ujar pria yang akrab disapa Mamak itu.

Ketika menggelar konferensi pers, Maradona juga selalu tersenyum ketika disapa wartawan. Dengan dibantu seorang penerjemah, pesepakbola berusia 52 tahun tersebut serta secara detil menjelaskan semua pertanyaan yang diajukan wartawan.

Mamak kegembiraan Maradona juga terlihat ketika mantan Pelatih Argentina itu sempat meminta kepada kami sebuah alat musik piano. Hingga akhirnya petugas mengirimkannya piano ke kamar hotel tempatnya menginap.

Mantan pesepakbola Niac Mitra tersebut berharap kegembiraan Maradona akan terus berlangsung hingga penyelenggaraan kegiatan "coaching clinic" dan "Tango Football" di lapangan Tugu Pahlawan Surabaya bersama anak-anak binaan sekolah sepakbola.

Sebelum di Surabaya, Maradona menggelar kegiatan di Jakarta. Namun, Maradona dikabarkan sempat "badmood" hanya karena disentuh oleh seseorang saat berada di bandara, sehingga membatalkan beberapa agenda yang sudah disusun panitia.

Maradona datang ke Indonesia atas undangan Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri) sejak Sabtu (29/6). Selain Jakarta dan Surabaya, rencananya Maradona juga menggelar agenda yang sama di Medan dan Makassar. Namun, kunjungan kedua kota tersebut dibatalkan karena alasan tertentu.

Pada agenda "coaching clinic", dijadwalkan sekitar 75-100 anak akan dilatih dan diberi bekal ilmu sepakbola. Direncanakan, Maradona tidak melatih sendirian, namun dibantu oleh pemain terbaik Persebaya, seperti Andik Vermansyah dan M. Taufiq.

Pelibatan pemain Persebaya, lanjut Mamak, untuk menambah gairah publik sepak bola Surabaya. Bahkan, sejumlah pemain senior Persebaya dan Tim Nasional juga ikut, seperti Mursyid Efendi, Mustaqim, Hanafing, dan Yongki Kastanya. (K-4/EIO)

Senin, 01 Juli 2013

Timnas Brazil Dan Spanyol Beri Mandela Kostum

Senin, 01 Juli 2013 - 15:07:40 WIB
Timnas Brazil Dan Spanyol Beri Mandela Kostum
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Jakarta) - Finalis Piala Konfederasi 2013 tim nasional Brazil dan Spanyol memberikan kostum yang ditandangani pemain kepada mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, ujar presiden FIFA Sepp Blatter.

"Untuk Mandela, hadiah dari tim nasional Brazil dan berharap Anda lekas pulih," ujar Blatter saat membaca tulisan pada baju Brazil yang diapit oleh presiden Konfederasi Sepak Bola Brasil Jose Maria Marin dan rekannya Angel Maria Villar.

Peraih Nobel perdamaian Mandela, yang berperan menjadikan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 - kompetisi yang pertama kali diselenggarakan pada Benua Afrika.

Saat ini Mandela berada dalam kondisi kritis di Pretoria di mana pernah menjalani perawatatan di rumah sakit 8 Juni lalu karena infeksi paru-paru.

Sebelumnya, Blatter, yang mempresentasikan kustom ke Tokyo Sexwale, mewakili Yayasan Nelson Mandela, memberikan penghargaan ke mantan pemimpin yang sedang sakit tersebut.

"permainan paling populer di dunia yang Anda cintai begitu banyak, yaitu sepak bola, mengulurkan tangan untuk Anda," ujar Blatter.

"Dengan gerakan ini, dunia sepakbola ingin memberitahu Anda berapa banyak kita memikirkanmu," kata dia. Sexwale akan memberikan hadiah untuk Mandela sekembalinya dari Brasil. (K-5/el)

Polisi Dan Demonstrans Berseteru Dekat Rio Maracana

Senin, 01 Juli 2013 - 15:02:12 WIB
Polisi Dan Demonstrans Berseteru Dekat Rio Maracana 
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Rio de Janeiro) - Para pengunjuk rasa dan polisi berseteru dekat Stadion Maracana di Rio, Minggu waktu setempat, beberapa saat sebelum laga final Piala Konfederasi antara Brazil lawan Spanyol dimulai, demikian dilaporkan media, Minggu (30/06).

Konfrontasi itu dimulai ketika para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu, kemudian polisi membalas menembakkan gas air mata, lapor media.

Beberapa menit kemudian pertandingan berlangsung, yang merupakan laga terakhir dari turnamen dua minggu, sebagai pemanasan menjelang Piala Dunia tahun depan.

Sementara di dalam stadion para pendukung tim tuan rumah bersorak-sorai ketika lahir gol pertama dari Fred pada menit ketiga. Tim tuan rumah akhirnya memenangi pertandingan 3-0.

Sebelumnya, sekitar 5.000 orang, kata panitia, bernyanyi dan berdansa ria di luar stadion tetapi arus perjalan mereka dihambat anggota keamanan.

Para pendemo itu dalam media sosial menyatakan mendukung tim nasional mereka, tetapi melancarkan protes atas kebijakan pelayanan publik yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Protes itu sudah berlangsung selama dua minggu di berbagai kawasan negara Amerika Selatan itu.

Lebih dari 11.000 anggota polisi dan tentara dikerahkan untuk mengamankan 78.000 pendukung yang memenuhi arena Maracana, karena protes di luar stadion seperti tidak ada putus-putusnya.

Diperhitungkan lebih dari 1,5 juta penduduk Brazil ambil bagian dalam demo di jalanan dan tempat tertentu selama dua minggu ini. (K-5/el)

Neymar Pemain Emas Brazil

Senin, 01 Juli 2013 - 11:04:22 WIB
Neymar Pemain Emas Brazil
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Rio de Janeiro) - Pemain bintang Brazil Neymar pantas dinobatkan menjadi pemain terbaik dalam turnamen Piala Konfederasi setelah memperagakan kemampuannya termasuk saat memenangkan timnya 3-0 di final lawan juara dunia dan Eropa, Spanyol, Senin (1/07).

Neymar mencetak empat gol, termasuk satu di laga final, tapi permainannya secara keseluruhan memperlihatkan potensi besarnnya sebagai pemain emas Brazil setelah pemain legendaris Pele.

Penerima penghargaan "bola perak" sebagai pemain kedua terbaik pantas diberikan kepada Andres Iniesta, yang berjuang berat di lini tengah Spanyol namun tidak menemukan bentuk permainan tim akurat - sehingga bintang Barcelona itu bersama rekan setimnya tidak dapat mendominasi permainan seperti mereka lakukan saat melawan Italia di semifinal.

Pemain tengah Brazil, Paulinho, yang memenangi laga ketika melawan Uruguay di semifinal, pantas mendapatkan penghargaan "bola perunggu." Fernando Torres mendapat penghargaan tambahan pada tim Spanyol, sebagai pencetak gol terbanyak, di atas posisi duet pemain Brazil Fred dan Neymar. (K-5/el)

Kalahkan Uruguay, Italia Juara Tiga Piala Konfederasi

Senin, 01 Juli 2013 - 11:01:15 WIB
Kalahkan Uruguay, Italia Juara Tiga Piala Konfederasi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Salvador de Bahia) - Italia meraih peringkat ketiga di Piala Konfederasi pada Minggu (Senin WIB) setelah mengalahkan Uruguay 3-2 melalui adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 pada waktu normal ditambah perpanjangan waktu di Salvador.

Meski 200 juta pasang mata warga Brazil telah terkunci pada final yang dimainkan malam hari antara tuan rumah melawan juara dunia Spanyol, para penggemar Italia dan Uruguay berkumpul di kota utara untuk menyaksikan perebutan medali perunggu yang dibawa pulang Italia setelah kapten Gianluigi Bufon menggagalkan eksekusi penalti Diego Forlan, Martin Caceres, dan Walter Gargano.

Meski suhu cukup panas pada sore hari kedua tim memainkan pertandingan yang menghibur ketika Italia, yang disingkirkan Spanyol di semifinal - juga melalui adu penalti - menundukkan rival mereka yang disingkirkan Brazil pada semifinal lainnya.

Alessandro Diamanti sepertinya akan memastikan kemenangan timnya di waktu normal di Stadion Arena Fonte Nova ketika ia melepaskan tendangan bebas melengkung yang bersarang ke sisi kiri gawang Uruguay tanpa dapat dihentikan kiper Fernando Muslera pada menit ke-73.

Namun Edinson Cavani juga melepaskan tendangan bebas yang berbuah gol saat waktu normal tinggal menyisakan 12 menit untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 ketika tim Amerika Selatan itu berjuang untuk mengakhiri rentetan enam kekalahan dari tujuh pertandingan perebutan medali perunggu di Piala Dunia, Piala Amerika, dan Piala Konfederasi.

Perpanjangan waktu selama 30 menit tidak dapat menentukan pemenang, maka pertandingan harus diteruskan dengan adu penalti.

Forlan - yang juga gagal mencetak gol dari titik putih saat melawan Brazil - menyia-nyiakan eksekusinya dan meski Cavani dan Luis Suarez melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai eksekutor, hal itu tidak cukup, karena Alberto Aquilani, Stephan El Shaarawy, dan Emanuele Giaccherini juga sukses mengeksekusi penalti.

Pada pertandingan antara dua negara yang berbagi empat gelar Piala Dunia pertama Italia, yang tidak pernah mencetak lebih dari dua gol di turnamen ini, mencetak gol pertama pada menit ke-24 ketika Davide Astori meneruskan bola tendangan bebas Diamanti yang membentur tiang gawang dan mengenai tubuh Muslera.

Namun Uruguay mampu menyamakan kedudukan sebelum menit ke-60 melalui laju Cavani, yang dituntaskan penyerang Napoli ini dengan sepakan kaki kiti mendatar melewati Buffon.

Cavani sebelumnya sudah mencetak gol melalui tandukan kepala, namun dianulir karena offside.

Pelatih Italia Cesare Prandelli, yang harus kehilangan penyerang Mario Balotelli karena cedera pada awal turnamen, dapat memainkan Alberto Gilardino meski ia mengalami sedikit cedera saat melawan Spanyol, di mana pemain Bologna itu berduet dengan bintang AC Milan El Shaarawy di lini depan.

Uruguay, yang masih unggul 3-2 atas Italia dalam catatan sejarah mereka dengan tiga hasil imbang sebelum pertandingan Minggu, kesulitan menemukan irama pada kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Latin mereka, meski pada turnamen ini mereka berhasil tampil cukup baik.

Pada setengah jam terakhir, Muslera menggagalkan upaya Aquilani sebelum Italia mendapatkan pukulan pada menit ke-110 akibat Riccardo Montolivo mendapat kartu kuning kedua.

Uruguay menambah kecepatan pada menit-menit terakhir, Cavani memiliki dua peluang dan sepakan Suarez tidak tepat sasaran dan Buffon dengan berani menggagalkan peluang gelandang Inter Milan Gargano untuk memaksa pertandingan ditentukan dengan adu penalti. (K-5/el)

Brazil Kalahkan Spanyol 3-0

Senin, 01 Juli 2013 - 07:49:18 WIB
Brazil Kalahkan Spanyol 3-0
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Rio de Jeneiro) - Brazil berhasil mempertahankan predikat sebagai juara Piala Konfederasi untuk keempat kali setelah berhasil mengalahkan juara dunia Spanyol tiga gol tanpa balas.

Pertadingan final Piala Konfederasi yang digelar di Rio de Jeneiro, Senin (1/07) WIB, Brazil dan Spanyol tampil dengan permainan yang menarik dan saling menyerang.

Namun tuan rumah berhasil mencuri gol di awal-awal babak pertama melalui Fred yang berhasil menggetarkan gawang Spanyol yang dikawal Iker Casilas.

Setelah unggul satu gol, pasukan Brazil seperti mendapatkan semangat untuk memenangkan pertandingan. Serangan demi serangan terus mengalir, dan Neymar tampil sebagai penyemangat teman-temannya untuk memenangkan perandingan.

Gol kedua dicetak oleh Neymar melalui sebuah tendangan yang cukup keras menaklukkan Iker Casilas. 

Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, pertandingan tetap menari. Kembali di menit awal, gol cepat kembali tercipta di menit-meni awal babak kedua. Fred kembali menjebol gawang Iker Casilas pada menit ke-50. Skor berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan Brazil.

Pasukan Spanyol terus tertekan setelah gol ketiga untuk keunggulan Brazil tercipta. Pelatih Spanyol pada menit ke-52 menarik Matta dan memasukan J. Navas untuk merubah situasi permainan.

Ternyata dengan rotasi permain itu berhasil mengubah pola permain Spanyol yang dapat keluar dari tekanan Brazil. Bahkan sebuah serangan Spanyol menghasilkan peluang melalui penalti.

Marcello melanggar Navas pada menit ke-53 di kotak penalti. Namun sayang, Sergio Ramos gagal mengeksekusi penalti. Bola yag diarahkan ke tiang dekat dapat ditepis oleh Julio Cesar. Sia-sialah peluang yang didapat oleh Spanyol.

Kembali rotasi pemain dilakuka Spanyol, menit k-58 Torres ditarik digantikan oleh David Villa. Pergantian pemain cukup berhasil, beberapa kali David Villa berhasil menciptakan peluang yang mengancam gawang Cesar. Namun penampilan gemilang Cesar mampu meredam serangan-serangan Spanyol.

Sial bagi Spanyol harus kehilangan satu pemain, pada menit ke-67 Neymar dijatuhkan Pique di luar kotak penalti, wasit mengeluarkan kartu merah untuk pemain spanyol itu.

Walaupun kehilangan satu pemain, spanyol berusaha untuk mencetak gol. David Villa, Iniesta dan kawan-kawan terus melakukan penyerangan. Namun serangan yang dibangun para pemain Spanyol selalu mentah di luar garis penalti.

Setelah itu tidak ada lagi gol tercipta hingga babak kedua berakhir. Skor 3-0 bertahan hingga babak kedua berakhir. (K-2/yan)

Arema Kandaskan Persija 3-1

Senin, 01 Juli 2013 - 07:37:49 WIB
Arema Kandaskan Persija 3-1
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Malang) - Arema Indonesia sukses mengandaskan tamunya Persija jakarta dengan skor 3-1 dalam lanjutan Liga Super indonesia di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu malam (30/06).

Tiga gol Arema yang bersarang ke gawang Persija yang dikawal Andritany masing-masing dilesakkan Christian Gonzales pada menit ke-13 dan Alberto Goncalves pada menit ke-14 dan 66.

Satu-satunya gol balasan yang menjebol gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga diciptakan Emmanuel Konmogne pada menit 97 setelah memanfaatkan tendangan pojok Ismed Sofyan.

Sejak wasit Maulana Nugraha meniup peluit "kick off" babak pertama, kedua tim bertukar tekanan, namun pemain Arema yang mendominasi permainan akhirnya menciptakan gol pertamanya dari kaki Christian Gonzales.

Satu menit kemudian, tendangan Alberto Goncalves pada menit ke-14 mengubah keadaan menjadi 2-0. Persija tidak kalah taktis, namun penyelesaian akhir anak asuh Benny Dollo itu belum mampu mengoyak jala gawang Kurnia Meiga hingga babak pertama berakhir dengan 2-0.

Memasuki babak kedua kedua tim kembali saling menyerang, bahkan serangan Persija semakin gencar sehingga membuat lini pertahanan Arema yang digalang Victor Igbonefo harus jatuh bangun.

Skema permainan yang diperagakan anak asuh Benny Dollo pada babak kedua mulai merepotkan barisan belakang Arema, apalagi masuknya Rahmad Affandi yang menggantikan Rohit Chan membuat pertahanan Arema terus tertekan.

Keasyikan melakukan serangan membuat lini belakang Persija lowong dan lewat serangan balik yang dibangun Christian membuahkan hasil sehingga gawang Persija kembali kebobolan pada menit ke-66 dari sontekan Alberto Goncalves.

Pada menit ke-71, wasit asal Semarang itu terpaksa menghentikan pertandingan karena pandangan pemain maupun wasit terganggu oleh tebalnya asap flare dari arah penonton. Pertandingan dihentikan selama sekitar 15 menit.

Menit-menit akhir menjelang berakhirnya pertandingan membuat kedua tim mengendorkan serangan dan di saat inilah Persija memperkecil ketertinggalannya melalui sontekan Emmanuel Konmogne pada menit 97 sehingga skor berubah 3-1. (K-4/EIO)

Indonesia Juara Taekwondo "Best Of The Best"

Senin, 01 Juli 2013 - 07:35:19 WIB
Indonesia Juara Taekwondo "Best Of The Best"
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Other 


Komhukum (Jakarta) - Kontingen Taekwondo Indonesia yang diwakili oleh tim hasil Seleksi Kejurwil Se-Indonesia merebut gelar juara umum Turnamen Internasional Pertama "Best Of The Best I" di Gedung Olahraga Amongrogo, Yogyakarta, Minggu.

Dengan hasil itu wakil Indonesia berhak memboyong Piala bergilir Sri Sultan Hamengkubuwono ke X, demikian siaran pers UTI Pro, Minggu (30/06).

Kepastian Kontingen Indonesia menjadi juara setelah tampil sebagai pengumpul medali terbanyak dengan 76 medali emas, 84 perak dan 131 perunggu. Posisi Kedua diraih Korsel dengan 14 emas, dua perak, empat perunggu, disusul Malaysia di tempat ketiga dengan delapan emas, 14 perak dan 33 perunggu.

Sementara itu Menpora Roy Suryo yang menutup turnamen Taekwondo di Yogyakarta, Minggu, menyatakan mendukung penuh langkah Universal Taekwondo Indonesia UTI Pro untuk berkarya melahirkan atlet Taekwondo berprestasi.

"Tidak boleh ada pihak-pihak yang berupaya merintangi dan membeda-bedakan antara atlet binaan UTI Pro dengan yang lain," kata Roy Suryo. Turnamen Internasional Best Of The Best UTI Pro mempertandingkan dua kategori Poomsae dan Kyurugi.

Sebanyak 22 Negara ikut ambil bagian dalam event tersebut diantaranya Korea Selatan, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Luksemburg, dan tuan rumah Indonesia yang menurunkan 300 taekwondoin yang terjaring melalui Kejurwil se Indonesia. (K-4/EIO)

PSMS Kalahkan PSSB Bireuen 4-1

Senin, 01 Juli 2013 - 07:34:10 WIB
PSMS Kalahkan PSSB Bireuen 4-1
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Medan) - PSMS Medan mendulang poin penuh tiga angka setelah bermain gemilang dengan mengalahkan tamunya PSSB Bireuen 4-1 dalam lanjutan kompetisi LPIS di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu (30/06).

Gol-gol tuan rumah dicetak Edi Syahputra pada menit ke-35 dan 63, Safri Koto menit 75 dan Dony F Siregar pada menit ke-81, sementara gol balasan PSSB Bireuen dicetak Rahmad Ibra pada menit 56. Pada putaran pertama sebelumnya kedua tim berbagai poin sama setelah imbang 1-1.

Pelatih PSMS Medan Edi Sahputra mengakui tidak menduga anak-anak asuhnya bisa menang dengan skor besar mengingat tim lawan juga turun dengan materi pemain berkualitasnya tinggi. Baginya, kemenangan tersebut adalah hasil kerja sama yang cukup baik antarsemua pemain, mulai dari barisan belakang, tengah dan depan.

"Anak-anak bermain cukup baik hari ini, motivasi mereka cukup tinggi sepanjang laga. Kerja sama antarpemain juga terus mengalami peningkatan yang tentunya diperkuat kedisiplinan mereka menjalankan intruksi," katanya.

Meski demikian, ia menilai masih ada beberapa titik yang harus terus dibenahi agar kekuatan tim lebih solid lagi. "Kita tidak ingin anak-anak terlena dengan kemengan ini, mereka harus terus memperbaiki diri," katanya.

Sementara pelatih PSSB Bireun Iswandi Yusuf mengaku sedikit kecewa atas kepemimpinan wasit yang dinilainya sering salah mengambil keputusan sehingga merugikan timnya seperti gol kedua PSMS yang dinilainya berbau off side.

"Akibatnya mental anak-anak down, dan permainan mereka jadi kacau, akibatnya mereka jadi gampang didikte oleh lawan. Kalau saja pengadil lapangan lebih bagus tentunya pertandingan juga akan lebih enak dilihat," katanya.

Tapi dia mengaku bangga dengan permainan timnya yang dinilainya sudah cukup mengimbangi permainan tuan rumah. (K-4/EIO)

Sepak Terjang Pemain Brazil vs Spanyol

Senin, 01 Juli 2013 - 07:32:25 WIB
Sepak Terjang Pemain Brazil vs Spanyol
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Rio De Janeiro) - Final Piala Konfederasi 2013 memanggungkan dua tim raksasa, Brazil kontra Spanyol. Dijamin bahwa duel berkelas global ini diprediksi bakal menyajikan sukacita berbalut jual beli serangan dan adu kokoh lini pertahanan.

Paulinho yang membawa Selecao unggul 2-1 atas Uruguay digadang-gadang bakal menjadi salah satu pusat perhatian dalam laga yang digelar di Stadion Maracana, Rio De Janeiro, Senin dini hari WIB.

Pelatih Luis Felipe Scolari besar kemungkinan tidak mengubah "starting XI" ketika Brazil menaklukkan Uruguay pada Rabu pekan lalu, sebagaimana dikuitip dari situs Whoscored.com.

Spanyol melaju ke final Piala Konfederasi dengan meminta pertolongan Dewi Fortuna, setelah bertarung 0-0 melawan Italia, akhirnya menang 7-6 lewat adu penalti.

Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque bakal menyusun formasi lini pertahanan yang sama ketika melawan Italia, meski terbuka kemungkinan juga ia dapat merombaknya.

Del Bosque juga akan menurunkan Santi Cazorla, Cesc Fabregas, Juan Mata, Roberto Soldado dan Jesús Navas; mencakup pemain sarat pengalaman, yakni Andrés Iniesta, Xavi, David Silva, Fernando Torres dan Pedro.

Setelah melewati laga ketat melawan Italia, pelatih gaek Del Bosque mempertimbangkan kebugaran para pemainnya, tanpa mengurangi daya gedor pasukan La Furia Roja.

Skuad Brazil terbilang relatif bugar karena punya waktu lebih panjang untuk beristirahat. Laga bakal berlangsung ketat, dan mungkin saja memerlukan perpanjangan waktu pertandingan.

Berikut rapor para pemain dari kedua tim:  

Brazil (4-2-3-1):
César (7,02), Marcelo (7,41), Luiz (6,66), Silva (6,54), Alves (7,08), Paulinho (7,74), Gustavo (7,1), Neymar (8,07),     Oscar (7,02), Hulk (6,35), Fred (7,38).

Spanyol (4-3-3):
Casillas (6,78), Alba (7,88), Ramos (7,31), Piqué (7,06), Arbeloa (7,29), Cazorla (6,96), Busquets (7,32), Fábregas (7,04),   Mata (7,38), Soldado (7,08), Navas (7,66). (K-4/EIO)