About

Information

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Nasional (kriminal). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional (kriminal). Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Desember 2023

Israel Says its Armed Forces Mistakenly Killed 3 Hostages in Gaza

 

Israeli soldiers operate in the Gaza Strip amid the ongoing conflict with Hamas. (Israel Defense Forces via Reuters)

The military said the hostages were killed during combat with militants in Gaza and expressed its condolences to the families while saying there would be "full transparency" in the investigation into the incident.

A statement from the military said that during an intense battle in Gaza it "identified three Israeli hostages as a threat." It said, "As a result, the troops fired toward them and they were killed."

The military named the dead hostages as Yotam Haim, who was kidnapped from Kibbutz Kfar, Samer Talalka, who was abducted from Kibbutz Nir Am, and Alon Shamriz, who was taken from Kibbutz Kfar Aza. All were abducted by Hamas on Oct. 7, it said.

The Hostages and Missing Persons Families Forum, which represents the families of hostages, expressed its condolences and confirmed the names of the three hostages.

It said, "Yotam was a gifted musician and dedicated metal music fan who idolized the band Megadeth" and "Samer was an avid motorcyclist who loved to ride around the countryside and spend time with friends." The forum said, "Alon's family and friends described him as a lover of life and a dedicated basketball fan."

In recent days Israel has engaged in intense battles with Hamas militants, who often wear casual civilian clothing, and on Wednesday announced its worst combat losses with 10 soldiers killed in 24 hours.

Hamas rampaged through Israeli towns killing 1,200 people and capturing 240 hostages on Oct. 7. Israel then launched a counterattack, during which Gaza health authorities say close to 19,000 people have been confirmed killed, with thousands more feared buried under rubble.

During a week-long truce in late November, Hamas released more than 100 women, children and foreigners it was holding in Gaza in exchange for the release of 240 women and teenagers. They had been arrested for such offences as attempted stabbings, stone throwing at Israeli soldiers or having contact with hostile organisations, and many were held under administrative detention, meaning Israel held them without trial.

"Together with the entire people of Israel, I bow my head in deep sorrow and mourn the death of three of our dear sons who were kidnapped," Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu said in a statement. "My heart goes out to the grieving families in their difficult time."

Thousands of people protested outside Israel's central military base in Tel Aviv with signs saying "We demand a deal now!" and "Not going to sleep -- protesting all night," Israel's Channel 12 news reported.

More than 100 hostages still remain in Gaza. Some have been declared dead in absentia by Israeli authorities.

Earlier on Friday, the Israeli military said it had recovered the bodies of three Israelis -- a civilian and two soldiers -- who had been held in the Gaza Strip by Hamas.


Sources:https://asia.nikkei.com/Politics/Israel-Hamas-war/Israel-says-its-armed-forces-mistakenly-killed-3-hostages-in-Gaza

Jumat, 28 Juni 2013

Arifin Panigoro Datangi Pimpinan KPK

Jumat, 28 Juni 2013 - 18:40:32 WIB
Arifin Panigoro Datangi Pimpinan KPK
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Pengusaha nasional Arifin Panigoro menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan pengaduan dari Komisi Nasional Penanggulangan Tembakau.

"Arifin Panigoro bersama Komnas Penanggulangan Tembakau bertemu dengan tim direktorat pengaduan masyarakat dan pimpinan KPK, ada Pak Busyro Muqqodas dan Pak Bambang Widjojanto," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Jumat (28/06).

Arifin yang menjabat sebagai pembina Komnas Pengendalian Tembakau itu datang sekitar pukul 16.30 WIB dan mengatakan berniat untuk bertemu dengan pimpinan KPK, hanya tidak menjelaskan tujuan pertemuan tersebut.

"Mau bertemu dengan Pak Bambang," kata Arifin singkat saat tiba di gedung KPK.

Dalam laman internetnya, Komnas Pengendalian Tembakau meminta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menkertrans) Muhaimin Iskandar mencabut pernyataan mengenai rencana disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) pengendalian dampak tembakau akan membuat 500.000 petani kehilangan pekerjaannya.

Padahal menurut Komnas, pertanyaan itu dianggap tanpa dasar hitungan statistik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Arifin Panigoro sebelumnya juga kerap mengkampanyekan agar semua cabang-cabang olahraga bebas dari sponsor rokok.

Pengusaha dan pendiri perusahaan minyak Medco Grup tersebut dikenal sebagai penggagas Liga Primer Indonesia. (K-5/el)

Polisi Persilahkan Munarman-Tomagola Buat Laporan

Jumat, 28 Juni 2013 - 17:52:24 WIB
Polisi Persilahkan Munarman-Tomagola Buat Laporan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Polda Metro Jaya mempersilahkan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman maupun pengamat sosial Thamrin Tomagola membuat laporan polisi terkait peristiwa kericuhan yang terjadi saat acara dialog pada salah satu televisi swasta nasional.

"Apabila termasuk yang dirugikan silahkan buat laporan polisi, namun kembali apakah yang bersangkutan akan melapor atau tidak, itu hak yang dirugikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Jumat (28/06).

Rikwanto menyayangkan kericuhan antara Munarman dengan Tomagola yang ditayangkan secara langsung oleh salah satu televisi swasta nasional tersebut.

Rikwanto menyatakan jika salah satu pihak merasa dilecehkan, dihina atau menjadi korban pelanggaran hukum, maka dapat membuat pengaduan kepada petugas kepolisian.

Sejauh ini, pihak kepolisian belum menerima laporan, Rikwanto menambahkan kedua pihak belum berencana melaporkan dugaan pelanggaran hukum.

"Kita baca di media online, yang bersangkutan tidak ada niat untuk melapor, mungkin saat ini seperti itu, namun ke depan kita belum tahu," ujar Rikwanto. (K-5/el)

LSP: Hatta Rajasa Termasuk Capres Berpihak Pada Rakyat

Jumat, 28 Juni 2013 - 17:42:41 WIB
LSP: Hatta Rajasa Termasuk Capres Berpihak Pada Rakyat
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 



Komhukum (Jakarta) - Hasil survei Lingkar Studi Perjuangan (LSP) menunjukkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa termasuk salah satu calon presiden dari 36 orang figur potensial yang memiliki tingkat keberpihakan tinggi terhadap rakyat.

"Calon presiden tidak cukup punya integritas, tetapi harus punya komitmen keberpihakan kepada rakyat," kata peneliti LSP I Gede Sandra dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (28/06).

Sandra menjelaskan salah satu aspek yang paling penting bagi calon presiden dalam memimpin Indonesia, yakni komitmen memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Keberpihakan terhadap rakyat, menurut ahli peneliti survei itu, dinilai dengan parameter gagasan dan pandangan capres menyikapi persoalan yang dihadapi saat ini, terutama terkait dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Sandra mengatakan bahwa pihaknya meneliti calon presiden yang banyak dipublikasikan media massa berdasarkan faktor keberpihakan kepada rakyat dengan sistem studi kualitatif.

Penelitian LSP berdasarkan analisis pemberitaan media online selama sebulan pada pertengahan Juni hingga Juli 2013.

Selain Hatta, calon pemimpin negara yang potensial, antara lain Joko Widodo (Jokowi), Din Syamsuddin, Megawati Soekarnoputri, Abu Rizal Bakrie, Mahfud Md., Yusril Ihza Mahendra, Rizal Ramli, Jusuf Kalla, Endriartono Sutarto, dan Hidayat Nur Wahid. (K-5/el)

Prof Thamrin: Saya Tidak Mau Layani Preman

Jumat, 28 Juni 2013 - 16:44:33 WIB
Prof Thamrin: Saya Tidak Mau Layani Preman
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Prof Tamrin Amal Tomagola mengatakan dirinya tidak akan melaporkan tindakan penyiraman Munarman terhadap dirinya ke pihak polisi.

"Sebaiknya yang bertindak polisi, karena itu kejadian di depan publik, apalagi Pak Boy kan juga salah satu narasumbernya," kata Thamrin Tomagola di Jakarta, Jumat (28/06). 

Menurut Thamrin Tomagola, apa yang dilakukan Juru Bicara FPI itu merupakan bentuk kekerasan di depan publik karena ditonton oleh jutaan pemirsa tvOne di seluruh Indonesia.

"Saya tidak mau melayani Munarman. Ngapain saya melayani preman. Sesudah dia menyiram saya, baru saya bilang saya tidak akan membalas tindakan premanisme seperti yang Saudara (Munarman) lakukan terhadap saya. Saya bilang ke dia, tindakan itu tindakan preman," tandas Profesor Sosiologi UI itu.

Sebelumnya insiden memalukan terjadi saat talkshow secara live di stasiun TvOne. Juru bicara FPI tiba-tiba menyiram muka Thamrin Tomagola dengan air teh manis.

Insiden memalukan itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di Wisma Nusantara, Jakpus, Jumat (28/06). Kala itu keduanya sedang memperdebatkan pelarangan sweeping tempat hiburan malam. Selain sosiolog UI Thamrin Tomagola dan Jubir FPI Munarman, hadir juga Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar live dari Mabes Polri.

Awalnya diskusi berlangsung santai dan tenang dan saling mengeluarkan argumentasi. Tiba-tiba Munarman terpancing emosinya saat pembicaraannya disanggah oleh Thamrin Tomagola. Ia pun mengambil segelas air teh manis dan langsung menyiram muka Thamrin Tomagola. Acara pun kemudian dihentikan seketika. (K-2/yan)

Setara Nilai Sikap Munarman Cerminan FPI

Jumat, 28 Juni 2013 - 16:22:00 WIB
Setara Nilai Sikap Munarman Cerminan FPI
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Tindakan tidak terpuji dilakukan oleh Munarman yang mengaku jubir FPI dalam dialog pagi yang diselenggarakan oleh tvOne, ia menyiramkan air di gelas ke muka Prof. Thamrin Amal Tomagola yang menjadi lawan debatnya. 

Menurut Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi, dalam alam demokrasi debat sepanas apapun harus berlangsung dengan kepala dingin dan tetap mengedepankan kesopanan terhadap orang yang berbeda pendapat.

"Tindakan Munarman tidak lain mencerminkan sikap sesungguhnya dari FPI dan kelompok vigilante lainnya yang ingin memaksakan kehendak dan cenderung bertindak anarkis dalam mencapai tujuannnya," kata Hendardi kepada Komhukum.com di Jakarta, Jumat (28/06).

Menurut Hendardi, respon Prof. Thamrin yang tidak meladeni ulah Munarman dan menganggap itu perbuatan preman sudah tepat. 

"Ini adalah kejadian memalukan dan disaksikan oleh jutaan pemirsa yang sedang menonton Tv One," katanya.

Sebaiknya tandas Hendardi, tvOne dan juga media lain mempertimbangkan apabila hendak memberikan kesempatan tampil kepada orang dan kelompok vigilante semacam itu.

"Kami mendukung sepenuhnya apabila Prof. Thamrin bermaksud memperkarakan secara hukum," pungkas Hendardi. 

Sebelumnya insiden memalukan terjadi saat talkshow secara live di stasiun TvOne. Juru bicara FPI tiba-tiba menyiram muka Thamrin Tomagola dengan air teh manis.

Insiden memalukan itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di Wisma Nusantara, Jakpus, Jumat (28/06). Kala itu keduanya sedang memperdebatkan pelarangan sweeping tempat hiburan malam. Selain sosiolog UI Thamrin Tomagola dan Jubir FPI Munarman, hadir juga Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar live dari Mabes Polri.

Awalnya diskusi berlangsung santai dan tenang dan saling mengeluarkan argumentasi. Tiba-tiba Munarman terpancing emosinya saat pembicaraannya disanggah oleh Thamrin Tomagola. Ia pun mengambil segelas air teh manis dan langsung menyiram muka Thamrin Tomagola. Acara pun kemudian dihentikan seketika. (K-2/yan)

Polisi Duga Pencuri Dinamit Pelaku "Bajing Loncat"

Jumat, 28 Juni 2013 - 16:15:49 WIB
Polisi Duga Pencuri Dinamit Pelaku "Bajing Loncat"
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Penyidik Polda Metro Jaya menduga pencuri 250 batang dinamit merupakan pelaku "bajing loncat", karena truk yang mengangkut bahan peledak itu, melewati rute rawan tindak kejahatan sindikat tersebut.

"Dugaan pertama pelaku adalah bajing loncat, belum ada dugaan pelaku dari pihak lain," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Jumat (28/06).

Ia menjelaskan truk pengangkut bahan peledak yang hilang tersebut, melalui jalur Subang, mampir ke Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, masuk lewat Tol Lingkar Luar Serpong hingga ke Bogor, Jawa Barat.

Rikwanto mengungkapkan jalur itu merupakan tempat yang rawan terhadap aksi pelaku kejahatan bajing loncat, karena rute truk pengangkut kebutuhan bahan pokok.

Lebih lanjut, Rikwanto menduga pelaku bajing loncat itu, mencuri truk berisi bahan peledak, karena kemungkinan pelaku mengira kendaraan tersebut mengangkut kebutuhan bahan pokok menjelang bulan puasa.

Sebelumnya, sebuah truk bernomor polisi T-8952 bersama tiga truk lainnya mengambil dinamit dari gudang bahan peledak milik PT. Multi Nitrotama Kimia (MNK) di Kalijati Subang, Jawa Barat, Rabu (26/06).

Rencananya, peledak berbahan dasar Amonium Nitrat tersebut akan diantarkan ke PT. Batusarana Persada yang berlokasi di Cigudeg, Bogor, Jawa Barat.

Diketahui, truk tersebut sempat singgah di daerah Marunda, Jakarta Utara, namun tidak ada barang muatan hilang saat diperiksa.

Sebanyak dua boks berisi 250 batang dinamit diketahui hilang, setelah sopir memeriksa bagian terpal penutup dalam kondisi rusak dan terbuka di Cigudeg, Bogor, Kamis (27/06) pagi. (K-5/el)

Munarman: Thamrin Tomagola, Intelektual Sampah !

Jumat, 28 Juni 2013 - 16:04:28 WIB
Munarman: Thamrin Tomagola, Intelektual Sampah !
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman, SH menuding Prof. Thamrin Amal Tomagola sebagai intelektual sampah karena berargumentasi di luar konteks.

Munarman mengakui, karena sikap Prof Thamrin Amal Tomagola seperti itu, maka dirinya langsung menyiramkan air teh manis ke muka sang profesor sosiologi UI tersebut. Insiden memalukan itu dilakukan Munarman saat menjadi nara sumber bersama Tamrin Tomagola dalam Talkshow Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Jumat (28/06) pagi.

"Saya memang melakukan itu karena argumentasinya sudah di luar konteks. Saya anggap dia itu intelektual sampah," kata Munarman kepada wartawan.

Munarman menyadari atas peristiwa itu dan siap bila masalah ini diperpanjang sampai ke masalah hukum.

Sebelumnya diberitakan Prof Thamrin Amal Tomagola tidak akan membuat laporan polisi atas insiden penyiraman oleh Munarman tersebut. Ia hanya  meminta kepada Polri untuk bertindak atas kejadian itu.

"Sebaiknya yang bertindak polisi, karena itu kejadian di depan publik, apalagi Pak Boy kan juga salah satu narasumbernya," tandas Thamrin Tomagola.


Munarman mengaku tidak takut kalau tindakannya itu akan berbuntut ke ranah hukum. Ia mengaku siap mempertanggungjawabkan tindakannya tersebut.

"Saya akan ladeni dia, saya tidak takut. Karena dalam diskusi itu, argumentasinya ngawur. Makanya, dia saya sebut intelektual sampah," tegas Munarman lagi. (K-2/yan)

Eksepsi Lima Terdakwa Cebongan Ditolak, Sidang Dilanjutkan

Jumat, 28 Juni 2013 - 15:34:57 WIB
Eksepsi Lima Terdakwa Cebongan Ditolak, Sidang Dilanjutkan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Yogyakarta) - Majelis Hakim Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta memutuskan menolak eksepsi penasihat hukum lima terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan Sleman yang disidangkan pada berkas ke dua, Jumat (28/06).

Majelis hakim yang diketuai Letkot Chk Farida Faizal menilai eksepsi penasihat hukum lima terdakwa terkait peran masing-masing terdakwa telah masuk ke dalam materi pokok perkara yang akan dibuktikan dalam persidangan.

Pada sidang ini menghadirkan lima terdakwa yakni Sertu Tri Juwanto, Sertu Anjar Rohmanto, Sertu Martinus Roberto, Sertu Suprapto, dan Sertu Hermawan Siswoyo.

Kelima terdakwa ini dipersalahkan melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Subsidair pasal 338 KUHP jo Pasal 55 dan lebih Subsidair pasal 351 (1) jo ayat 3 KUHP jo Pasal 55 serta dikenai berlapis pasal 170 ayat (1) KUHP mengenai penganiayaan.

"Setelah menimbang, mencermati, dan mempelajari dari dua sudut pandang yang berbeda, kami majelis hakim memutuskan tiga hal," kata Farida.

Ketiga hal tersebut yakni menolak eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan penasihat hukum terdakwa. Kedua mengenai surat dakwaan yang disampaikan Oditur Militer sudah sah.

"Atas dasar itu maka sidang dapat dilanjutkan dengan menghadirkan saksi," katanya.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Letkol Chk (K) Faridah Faisal, Mayor Laut KH Hari Aji S, dan Mayor Sus M. Idris tersebut ditunda hingga hari Selasa 2 Juli dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Lima terdakwa ini turut melakukan aksi penyerangan Lapas Cebongan pada tanggal 23 Maret 2013 yang mengakibatkan empat tahanan titipan Polda DIY tewas.

Aksi penembakan terhadap tahanan titipan Polda DIY yang merupakan tersangka pengeroyokan Serka Heru Santosa anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan hingga mengalami luka tusuk pada dada dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit atas dasar solidaritas. (K-2/yan)

Terlibat Konsumsi Shabu, Tiga Anggota Polisi Dipecat

Jumat, 28 Juni 2013 - 15:09:37 WIB
Terlibat Konsumsi Shabu, Tiga Anggota Polisi Dipecat
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Semarang) - Tiga oknum anggota Kepolisian Resor Demak terancam dipecat karena diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang jenis shabu atau sabu.

"Akan dipecat setelah nanti diputus pidana oleh pengadilan," kata Direktur Reserse Narkotika dan Obat-obatan Terlarang Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Pol John Turman di Semarang, Jumat (28/06).

Menurutnya, ketiga oknum tersebut diamankan bersama tiga warga sipil yang tertangkap oleh petugas Polres Demak.

Ketiga warga sipil yang diamankan tersebut, kata dia, mengaku mengkonsumsi shabu bersama tiga oknum polisi.

Bersama para pelaku, lanjut dia, pelaku juga menemukan barang bukti berupa empat paket shabu. Ketiga oknum tersebut sudah ditahan di Polres Demak untuk menjalani pemeriksaan.

John mengaku masih merasa kecolongan dalam upaya memberantas narkoba di lingkungan kepolisian.

Ia menjelaskan sekitar dua bulan lalu sudah dilakukan pemeriksaan urine terhadap sekitar 270 anggota Polres Demak dan semua dinyatakan negatif. "Memang belum semua anggota diperiksa, jadi belum diketahui kondisinya," katanya. (K-5/el)

Polri Antisipasi Dinamit Digunakan Oleh Teroris

Jumat, 28 Juni 2013 - 14:53:35 WIB
Polri Antisipasi Dinamit Digunakan Oleh Teroris
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya mengantisipasi penggunaan dinamit curian untuk aksi terorisme.

"Bisa saja bahwa barang-barang bahan peledak ini digunakan untuk tujuan lain, bukan sebagai aktivitas penambangan tapi tujuan terkait masalah terorisme. Hal seperti itu yang harus kita antisipasi," katanya di Jakarta, Jumat (28/06).

Mabes Polri, lanjutnya, tidak akan meremehkan kondisi yang saat ini terjadi. Pihaknya juga harus tetap memprediksi kemungkinan bahwa bahan peledak curian itu digunakan untuk hal-hal yang membahayakan.

"Namun sementara belum ada indikasi ke sana (aksi terorisme). Sampai saat ini belum ada fakta seperti itu. Makanya penyelidikan juga dibantu tim Detasemen Khusus (Densus 88)," katanya.

Boy menuturkan sementara ini pihaknya melihat hilangnya 250 batang dinamit sebagai aksi pencurian. Pihaknya bersama jajaran kepolisian yang wilayahnya masuk dalam rute perjalanan truk itu kini juga terus melakukan penelusuran ulang, termasuk Polda Metro Jaya, Polda Jabar dan Polres Bogor.

Sebanyak dua dus berisi 250 batang dinamit hilang dalam perjalanan dari PT. Multi Nitrotama Kimia (MNK) dari Gudang Bahan Peledak Kalijati Subang, Jawa Barat, pada Rabu (26/06).

Rencananya, peledak berbahan dasar amonium nitrat tersebut akan diantarkan ke PT. Batu Sarana Persada (BSP) yang berlokasi di Cigudeg, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Pada Rabu, ada dua truk berangkat pukul 14.00 dari Subang membawa sejumlah bahan peledak. Dalam perjalanan menuju Bogor, sempat transit di Marunda, Jakarta. Jadi, perjalanan Jakarta-Bogor tambah dua truk lagi," katanya.

Diceritakan Boy, keempat truk tiba di Bogor, pada Kamis (27/06) pagi, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat diperiksa, baru diketahui adanya pencurian di salah satu truk, yakni truk yang posisinya paling belakang dalam perjalanan itu.

"Yaitu dengan cara robek kanvas penutup belakang, sobekan sekitar 1 meter. Diketahui ketika sampai di PT. BSP, kurang dua dus, beratnya sekitar 50 kg, berbentuk batangan bahan peledak. Jadi ada 250 batang, mirip sosis dalam dus itu hilang," katanya. (K-5/el)

BNN Lakukan Penggerebekan di Cibubur City

Jumat, 28 Juni 2013 - 14:21:10 WIB
BNN Lakukan Penggerebekan di Cibubur City
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Warga Perumahan griya Nusantara, Cibubur City digegerkan dengan penggerebekan sebuah rumah yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional(BNN), Kamis (28/06)malam, sekitar pukul 11.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun Komhukum.com Penggerebekan dilakukan di sebuah Perumahan griya Nusantara Blok C polos No. 13 malam tadi.

"Ada sekitar puluhan mobil petugas keamanan semalam yang amanin rumah itu," ujar salah seorang petugas keamanan yang menjaga di perumahan tersebut R, saat dilokasi , Jumat (28/06).

Dirinya melanjutkan saat dilakukan penangkapan di rumah yang diketahuinya dihuni oleh dua orang berwarga negara asing dan Indonesia ini salah satu tersangka berhasil melarikan diri.

"Yang WNI ketangkep tapi yang WNA Nigeria kabur lewat atap rumahnya," lanjutnya.

Dirinya menjelaskan bahwa sebelumnya penghuni rumah tersebut menyewa perumahan griya nusantara di blok B lalu baru pindah ke Blok C belum terlalu lama. "Dia di blok C baru dan sosialisasinya juga kurang," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak Badan Narkotika Nasional belum dapat dikonfirmasi terkait penangkapan terduga sindikat peredaran gelap narkotika jaringan internasional ini. (K-5/Shilma)

Dinamit Hilang, Polres Cilacap Razia Kendaraan

Jumat, 28 Juni 2013 - 12:51:07 WIB
Dinamit Hilang, Polres Cilacap Razia Kendaraan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Cilacap) - Kepolisian Resor Cilacap menggelar razia terhadap kendaraan yang melintas di jalur selatan Jawa Tengah mulai dari batas Jateng dan Jawa Barat hingga Karangpucung.

"Kegiatan ini dilakukan guna mempersempit ruang gerak pelaku yang terkait dengan hilangnya dinamit di Bogor, Jabar," kata Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Wawan Muliawan didampingi Kepala Subbagian Humas Ajun Komisaris Polisi Siti Khayat, di Cilacap, Jumat 
(28/06).

Menurutnya, kegiatan tersebut dimulai pada Jumat dini hari di depan Pos Polisi Mergo, depan Markas Kepolisian Sektor Majenang, perempatan Sidareja, dan pertigaan Karangpucung.

Dalam kegiatan tersebut, kata dia, pihaknya melibatkan 49 personel gabungan dari polres dan polsek yang dipersenjatai dengan senjata lengkap serta memakai rompi antipeluru.

"Pada kegiatan yang kami gelar pukul 00.00-04.00 WIB, kami memeriksa seluruh kendaraan yang melintas, mulai dari surat kelengkapan kendaraan sampai dengan muatan kendaraan tersebut," katanya.

Kapolres mengatakan bahwa selama kegiatan digelar, pihaknya memeriksa sebanyak 33 mobil boks, 24 truk, dan 55 mobil pribadi. "Kami tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan," katanya.

Lebih lanjut dia mengharapkan kegiatan tersebut akan meminimalisasi tindak pidana di wilayah hukum Polres Cilacap serta dapat mempersempit ruang gerak dari pelaku yang diduga terkait hilangnya dinamit.

Truk pengangkut bahan peledak kehilangan dua boks berisi 250 batang dinamit siap ledak yang diantarkan sebuah perusahaan distributor resmi PT. Dahana.

Dinamit tersebut diantarkan dari PT MNK yang berada di Subang, Jawa Barat, menuju PT. BSP berlokasi di Cigudeg, Bogor, pada Rabu (26/06).

Sebanyak empat truk sampai di Cigudeg, Kamis (27/06), sekitar pukul 04.00 WIB, namun salah satu truk dalam kondisi terbuka terpal penutupnya dan kehilangan dua boks berisi 250 batang dinamit.(K-5/el)

IPW: Apakah Hilangnya Dinamit Terkait Teroris ?

Jumat, 28 Juni 2013 - 12:23:07 WIB
IPW: Apakah Hilangnya Dinamit Terkait Teroris ?
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Kasus hilangnya 250 batang dinamit dalam pengiriman antara Subang-Bogor merupakan sebuah peristiwa yang sangat mencemaskan karena bukan mustahil akan disalahgunakan, apalagi jika jatuh ke tangan teroris.

"Kasus ini menunjukkan adanya kecerobohan dalam sistem pengawalan," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada Komhukum.com di Jakarta, Jumat (28/06).

Seharusnya tandas Neta, proses pengawalan mobil atau konvoi mobil pembawa bahan peledak disamakan dengan pengawalan konvoi pembawa uang dari Peruri ke Bank Indonesia.

"Yakni di setiap mobil ada polisi dan di bagian depan maupun belakang konvoi ada mobil polisi bersama sejumlah anggota polisi," lanjut Neta.

Dikatakan Ketua Presidium IPW itu, kasus hilangnya dinamit itu harus diusut dengan serius oleh polisi, untuk mengetahui apakah ada keterlibatan orang dalam, seperti sopir pengangkut.

Selain itu katanya, sejauh mana polisi pengawal mengetahui proses kehilangan tersebut, dan apakah ada keterlibatan jaringan teroris dalam kasus ini.

"Bagaimana pun polisi harus segera mendapatkan dinamit yang hilang tersebut agar tidak jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggiung jawab, seperti kelompok teroris," pungkas Neta. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak dua boks berisi 250 batang dinamit diketahui hilang, setelah sopir memeriksa bagian terpal penutup dalam kondisi rusak dan terbuka di Cigudeg, Bogor, Kamis (27/06) pagi.

Truk bernomor polisi T-8952 bersama tiga truk lainnya mengambil dinamit milik PT. Multi Nitrotama Kimia (MNK) dari Gudang Bahan Peledak Kalijati Subang, Jawa Barat, pada Rabu (26/06).

Rencananya, peledak berbahan dasar amonium nitrat tersebut akan diantarkan ke PT. Batu Sarana Persada (BSP) yang berlokasi di Cigudeg, Bogor, Jawa Barat.

Hingga saat ini, petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat masih menyelidiki kasus dugaan dinamit hilang tersebut.

Pihak kepolisian juga melakukan razia dan 'sweeping' pada lokasi tertentu, guna menelusuri keberadaan bahan peledak seberat lima kilogram tersebut. (K-5/yan)

Polisi Bekuk Kakak-Beradik Penjual Narkoba

Jumat, 28 Juni 2013 - 12:10:58 WIB
Polisi Bekuk Kakak-Beradik Penjual Narkoba
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Muntok) - Kepolisian Resor Bangka Barat (Babar), Provinsi Bangka Belitung, membekuk dua orang kakak-beradik yang diduga menjual atau sebagai pengedar narkoba jenis shabu atau shabu-shabu di Kecamatan Parittiga.

"Penangkapan tersangka beserta barang bukti kami lakukan pada Kamis (27/06) sekitar pukul 14.00 WIB di Dusun Pelawan, Kecamatan Parittiga," ujar Kapolres Bangka Barat AKBP Djoko Purnomo melalui Kasat Res Narkoba IPTU Raden Hasir di Muntok, Jumat (28/06).

Ia menjelaskan, anggota Satresnarkoba Polres meringkus tersangka yaitu He alias Se (40) dan Ya alias Ak (37), keduanya warga Dusun Pelawan, Kecamatan Parittiga, yang ditangkap secara terpisah.

Penangkapan berawal pada pukul 13.30 WIB, anggota mendapatkan informasi bahwa sering kali terjadi transaksi narkoba di depan salah satu sekolah dasar di Pelawan, Setelah dilakukan penyelidikan, kata dia, anggota kepolisian berhasil mengamankan pelaku He (40) saat akan melakukan transaksi narkoba.

"Saat itu juga kami lakukan penggeledahan dan polisi mendapati satu paket narkotika jenis shabu yang terbungkus kertas tisu putih dari tangan pelaku," katanya.

Pada saat diinterograsi petugas, kata dia, tersangka mengaku barang haram tersebut milik pelaku Ya yang tidak lain merupakan adik kandung pelaku He.

Selanjutnya pukul 14.00 WIB, tim bergerak menuju rumah Ya dan dari hasil penggeledahan ditemukan satu paket narkotika jenis shabu dari tangan Ya.

"Kedua tersangka beserta barang bukti saat ini kami bawa ke Mapolres Bangka Barat untuk proses hukum lebih lanjut dan mempertanggung jawabkan perbuatannya," katanyaa.

Kapolres menerangkan kedua pelaku beserta barang bukti berupa dua paket shabu dan tiga unit telepon genggam diamankan di Mapolres Babar untuk dilakukan pengembangan dan penyidikan.

"Kedua pelaku kami duga melanggar pasal 112 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sesuai dengan Laporan Polisi nomor LP : LP/A-391/VI/2013/BABEL/RES BABAR tanggal 27 Juni 2013, katanya. (K-5/el)

Eksepsi Ditolak, Sidang Kasus Cebongan Dilanjutkan

Jumat, 28 Juni 2013 - 12:04:18 WIB
Eksepsi Ditolak, Sidang Kasus Cebongan Dilanjutkan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Yogyakarta) - Majelis Hakim Pengadilan Militer II-11 yang diketuai Letkol Dr Joko Sasmito menolak seluruh eksepsi dari tiga terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan Sleman dan memutuskan sidang dilanjutkan.

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan dengan agenda putusan sela Majelis Hakim di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Jumat (28/06).

Sidang berkas pertama ini dengan terdakwa eksekutor penyerangan Lapas Cebongan Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Koptu Kodik yang merupakan anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan Kartasura.

Dalam putusannya Joko menyatakan menolak seluruh materi eksepsi penasihat hukum terdakwa baik itu terkait masalah pembunuhan berencana maupun terkait tidak adanya laporan dari atasan hukum para terdakwa.

"Eksepsi terkait dengan peran para terdakwa dalam pembunuhan berencana tersebut sudah masuk dalam pokok materi perkara yang akan dibuktikan dalam persidangan," kata Joko.

Dengan ditolaknya eksepsi penasihat hukum terdakwa, maka surat dakwaan Oditur Militer dapat diterima dan sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi dan terdakwa.

"Sidang akan dilanjutkan pada Selasa 2 Juli dengan agenda pemeriksaan saksi. Kami harapkan Oditur Militer dapat memanggil para saksi untuk diminta keterangannya," katanya.

Majelis Hakim menjadwalkan untuk sidang selanjutkan akan dihadirkan lima orang saksi.

Sebelumnya Oditur Militer menjerat terdakwa Ucok bersama dengan Sersan Dua Sugeng Sumaryanto, Kopral Satu Kodik tersebut secara primer dengan pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Ketiga tersangka juga dijerat dengan pasal 338 KUHP jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Lebih subsider mereka dijerat dengan pasal 351 (1) Jo ayat (3) KUHP jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP dan pasal 103 ayat (1) jo ayat (3) ke-3 KUHP Militer.

Terdakwa Ucok merupakan eksekutor dalam penyerangan Lapas Cebongan, dia yang menembak mati empat tahanan titipan Polda DIY.

Aksi penembakan terhadap tahanan titipan Polda DIY yang merupakan tersangka pengeroyokan Serka Heru Santosa anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan hingga mengalami luka tusuk pada dada dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit atas dasar solidaritas. (K-5/el)

Burunon Diduga Pemasuk Amunisi di Poso Serahkan Diri

Jumat, 28 Juni 2013 - 11:56:37 WIB
Burunon Diduga Pemasuk Amunisi di Poso Serahkan Diri
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Palu) - Seorang buronan kasus kekerasan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sugiatno (27), menyerahkan diri di Markas Kodim 1307 Poso, Kamis (27/06) malam.

Sugiatno yang merupakan warga Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir, itu menginap semalam di Kodim 1307 Poso, sebelum akhirnya diserahkan petugas ke Mapolres Poso pada Jumat (28/06) pagi.

Kapolres Poso AKBP Susnadi kepada wartawan mengatakan Sugiatno alias Su diduga kuat sebagai pemasok amunisi dan logistik untuk kelompok Santoso yang bersembunyi di Gunung Tamanjeka. "Namun kita akan mendalaminya lebih lanjut," katanya.

Awalnya, Sugiatno akan menyerahkan diri ke Mapolres Poso, namun yang bersangkutan takut mengalami penyiksaan, sehingga akhirnya mendatangi Kodim 1307 Poso.

Setelah diberi pemahaman dan adanya jaminan tidak ada tindakan kekerasan selama pemeriksaan, Sugiatno akhirnya diantar petugas TNI menuju ke Mapolres Poso. Sugiatno sendiri diterima langsung oleh Kapolres Poso AKBP Susnadi.

Susnadi juga menghimbau kepada puluhan buronan lainnya agar menyerahkan diri ke aparat untuk membantu menciptakan perdamaian di Kabupaten Poso.

Dia juga menjamin para buron yang menyerahkan diri tidak mendapat penyiksaan atau tindakan kekerasan dari aparat. "Kita jamin itu, bahkan kalau ada aparat yang melakukan penyiksaan akan ditindak tegas," katanya.

Pada Februari 2013, Imran, seorang buron yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus kekerasan Poso, juga telah menyerahkan diri ke Mapolres Poso ditemani orangtuanya.

Pada 10 Juni 2013, polisi menembak mati Nudin, warga Poso yang diduga kuat terlibat jaringan kelompok sipil bersenjata.

Nudin alian Bondan tewas karena mencoba melawan aparat ketika hendak ditangkap. Sementara itu, pada awal Juni 2013, Mapolres Poso diguncang ledakan bom bunuh diri yang menewaskan pelakunya.(K-5/el)

Kalung Emas Wanita Brebes Dicuri Satpol PP Gadungan

Jumat, 28 Juni 2013 - 11:36:49 WIB
Kalung Emas Wanita Brebes Dicuri Satpol PP Gadungan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Seorang wanita asal Brebes, Ruminah (42), menangis histeris di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolsek Jatinegara.

Pasalnya dirinya harus merelakan kalung emas delapan gram dan uang Rp. 500.000 yang digasak dua orang yang mengaku anggota Satuan Polisi Pamong Praja.

Dengan menggunakam celana pendek dan kaos bergaris abu-abu, ibu dua anak ini terus membongkar seluruh isi tasnya sambil menangis histeris.

"Mana kalung saya pak, ya Tuhan salah apa saya," katanya di hadapan petugas Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (28/06).

Ruminah menuturkan, musibah tersebut berawal saat dirinya akan pulang ke Cikarang dari Grogol untuk bertemu putri kandungnya. Saat turun di bawah fly over dari Jalan MT Haryono menuju ke Halim, dua pria menggunakan safari hitam menghampiri Ruminah, sambil berkata akan memeriksa barang bawaannya.

"Saya diajak ke pinggir jembatan. Dia berdua jalan kaki, terus saya diomongin katanya semua yang turun di sini harus saya periksa," lanjutnya.

Ruminah yang baru sebulan mengadu nasib di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga, dengan polos memberikan travel bag berwarna merah tersebut diacak-acak Satpol PP gadungan tersebut.

"Saya dari Satpol PP, nanti kamu saya bawa ke kantor polisi. Udah itu diacak-acak, dia nanya apa aja isinya. Terus diambil dompet yang isinya kalung emas, suratnya sama uang itu," kata Ruminah.

Setelah pelaku berhasil menggasak harta korban, Satpol PP gadungan itu memberhentikan angkot dengan tujuan Terminal Kampung Melayu. Ruminah diminta untuk naik angkot tersebut untuk melanjutkan perjalanannya ke Cikarang.

Ruminah akhirnya ditemukan anggota kepolisian dengan kondisi histeris, sambil terus menanyakan di mana kalungnya kini. Akibat musibah tersebut, Ruminah mengaku menderita kerugian Rp. 2.600.000. Pihak kepolisian yang langsung meminta keterangan Ruminah untuk membuat laporan. (K-5/el)

Mabes Polri Mengaku "Back Up" Dinamit Hilang

Jumat, 28 Juni 2013 - 10:51:49 WIB
Mabes Polri Mengaku "Back Up" Dinamit Hilang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ronny F Sompie mengaku pihaknya membantu "back up" kasus hilangnya 250 batang dinamit dalam pengiriman antara Subang-Bogor.

"Kami (Mabes Polri) bantu 'back up', diurus Polda Jawa Barat," kata Ronny saat dihubungi di Jakarta, Kamis (27/06).

Ia juga mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi terbaru atas hilangnya 250 batang bahan peledak jenis dinamit itu. Diakuinya pula, pihaknya belum menerima informasi atas kabar adanya pemanggilan direksi perusahaan penyuplai bahan peledak yang terlibat.

"Kami belum menerima informasi terbaru soal itu," katanya.

Sebelumnya, sebanyak dua boks berisi 250 batang dinamit diketahui hilang, setelah sopir memeriksa bagian terpal penutup dalam kondisi rusak dan terbuka di Cigudeg, Bogor, Kamis (27/06) pagi.

Truk bernomor polisi T-8952 bersama tiga truk lainnya mengambil dinamit milik PT. Multi Nitrotama Kimia (MNK) dari Gudang Bahan Peledak Kalijati Subang, Jawa Barat, pada Rabu (26/06).

Rencananya, peledak berbahan dasar amonium nitrat tersebut akan diantarkan ke PT Batu Sarana Persada (BSP) yang berlokasi di Cigudeg, Bogor, Jawa Barat. PT BSP adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa perbatuan yang membantu mendistribusikan bahan peledak yang disuplai PT MNK.

Truk tersebut diketahui sempat singgah di daerah Marunda, Jakarta Utara, namun tidak ada barang muatan hilang saat diperiksa.

Hingga saat ini, petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat masih menyelidiki kasus dugaan dinamit hilang tersebut.

Pihak kepolisian juga melakukan razia dan sweeping pada lokasi tertentu, guna menelusuri keberadaan bahan peledak seberat lima kilogram tersebut. (K-5/el)

Kompolnas: Dinamit Hilang, Jakarta Tidak Aman

Jumat, 28 Juni 2013 - 10:26:08 WIB
Kompolnas: Dinamit Hilang, Jakarta Tidak Aman
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta polisi untuk bersiaga menyangkut hilangnya 250 batang dinamit dalam pengiriman antara Subang-Bogor, Kamis (27/06).

"Kita tekankan kepada polisi untuk siaga mulai sekarang," kata Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan di Jakarta, Kamis (27/06).

Lembaga pengawas kepolisian itu juga mendesak Polri untuk segera mengusut hilangnya 250 batang dinamit itu.

Polri juga diminta untuk segera menemukan keberadaan ratusan batang dinamit tersebut dengan cara memeriksa, mengawasi serta menyisir kendaraan yang melintas di jalur yang dilalui truk pembawa dinamit itu.

Menurut Edi, jika sampai dinamit-dinamit itu jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab, maka Jakarta tidaklah lagi aman.

Apalagi diketahui bahwa dalam perjalanannya dari PT. Batu Sarana Persada (BSP) di Subang, Jawa Barat, ratusan dinamit yang hendak dikirim ke Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, itu sempat dibawa singgah di sekitar Marunda, Jakarta. "Itu (dinamit) sangat berbahaya," ujarnya.

Kompolnas meminta Polda Metro Jaya melakukan penyisiran. Sementara Polda Jawa Barat, diminta fokus memeriksa awak truk.

Tak hanya itu, kepolisian juga diminta menjaga setiap sudut kota serta melakukan penjagaan ekstra di kawasan kediaman Presiden.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak dua boks berisi 250 batang dinamit diketahui hilang, setelah sopir memeriksa bagian terpal penutup dalam kondisi rusak dan terbuka di Cigudeg, Bogor, Kamis (27/06) pagi.

Truk bernomor polisi T-8952 bersama tiga truk lainnya mengambil dinamit milik PT. Multi Nitrotama Kimia (MNK) dari Gudang Bahan Peledak Kalijati Subang, Jawa Barat, pada Rabu (26/06).

Rencananya, peledak berbahan dasar amonium nitrat tersebut akan diantarkan ke PT. Batu Sarana Persada (BSP) yang berlokasi di Cigudeg, Bogor, Jawa Barat.

Hingga saat ini, petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat masih menyelidiki kasus dugaan dinamit hilang tersebut.

Pihak kepolisian juga melakukan razia dan 'sweeping' pada lokasi tertentu, guna menelusuri keberadaan bahan peledak seberat lima kilogram tersebut. (K-5/el)