About

Information

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 11 Oktober 2017

Ethical Governance

Governance System

Kesopanan dasarnya adalah kepantasan, kepatutan, kebiasaan, keperdulian, kesenonohan yang berlaku dalam pergaulan ( masyarakat, pemerintah, bangsa dan negara ). Kesopanan disebut pula sopan santun, tata krama, adat, costum, habit. Kalau kesusilaan ditujukan kepada sikap batin (batiniah ), maka kesopanan dititik beratkan kepada sikap lahir ( lahiriah ) setiap subyek pelakunya, demi ketertiban dan kehidupan masyarakat dalam pergaulan. Tujuan bukan pribadinya akan tetapi manusia sebagai makhluk sosial (communal, community, society, group, govern dan lain – lain ), yaitu kehidupan masyarakat, pemerintah, berbangsa dan bernegara. Sanksi terhadap pelanggaran kesopanan adalah mendapat celaan di tengah – tengah masyarakat lingkungan, dimana ia berada, misalnya dikucilkan dalam pergaulan. Sanksi dipaksakan oleh pihak luar (norma, kaedah yang ada dan hidup dalam masyarakat ). Sanksi kesopanan dipaksakan oleh pihak luar oleh karena itu bersifat heretonom.
Khususnya dalam masa krisis atau perubahan, prinsip pemerintahan dan fundamental etika-nya di dalam masyarakat sering kali dipertanyakan dan kesenjangan antara ideal dan kenyataan ditantang. Belum lagi, kita mengerti diskusi Etika Pemerintahan sebagai diskursus berjalan dalam pengertian bersama tentang apa yang membuat pemerintahan itu baik, dan langkah konkrit yang mana yang harus dilakukan dalam rangka berangkat dari konsensus bersama ke pemerintahan praktis itu adalah indikator demokrasi dan masyarakat multidimensi.

Budaya Etika

Gambaran mengenai perusahaan, mencerminkan kepribadian para pimpinannya. Budaya etika adalah perilaku yang etis. Penerapan budaya etika dilakukansecara top-down.

Langkah-langkah penerapan :
Penerapan Budaya Etika
Corporate Credo :
Pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang dianut dan ditegakkan perusahaan.
Komitmen Internal :
1. Perusahaan terhadap karyawan
2. Karyawan terhadap perusahaan
3. Karyawan terhadap karyawan lain.
Komitmen Eksternal :
1. Perusahaan terhadap pelanggan
2. Perusahaan terhadap pemegang saham
3. Perusahaan terhadap masyarakat
 

Mengembangkan Struktur Etika Korporasi

Semangat untuk mewujudkan Good Corporate Governance memang telah dimulai di Indonesia, baik di kalangan akademisi maupun praktisi baik di sektor swasta maupun pemerintah. Berbagai perangkat pendukung terbentuknya suatu organisasi yang memiliki tata kelola yang baik sudah di stimulasi oleh Pemerintah melalui UU Perseroan, UU Perbankan, UU Pasar Modal, Standar Akuntansi, Komite Pemantau Persaingan Usaha, Komite Corporate Governance, dan sebagainya yang pada prinsipnya adalah membuat suatu aturan agar tujuan perusahaan dapat dicapai melalui suatu mekanisme tata kelola secara baik oleh jajaran dewan komisaris, dewan direksi dan tim manajemennya. Pembentukan beberapa perangkat struktural perusahaan seperti komisaris independen, komite audit, komite remunerasi, komite risiko, dan sekretaris perusahaan adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efektivitas “Board Governance”. Dengan adanya kewajiban perusahaan untuk membentuk komite audit, maka dewan komisaris dapat secara maksimal melakukan pengendalian dan pengarahan kepada dewan direksi untuk bekerja sesuai dengan tujuan organisasi. Sementara itu, sekretaris perusahaan merupakan struktur pembantu dewan direksi untuk menyikapi berbagai tuntutan atau harapan dari berbagai pihak eksternal perusahaan seperti investor agar supaya pencapaian tujuan perusahaan tidak terganggu baik dalam perspektif waktu pencapaian tujuan ataupun kualitas target yang ingin dicapai. Meskipun belum maksimal, Uji Kelayakan dan Kemampuan (fit and proper test) yang dilakukan oleh pemerintah untuk memilih top pimpinan suatu perusahaan BUMN adalah bagian yang tak terpisahkan dari kebutuhan untuk membangun “Board Governance” yang baik sehingga implementasi Good Corporate Governance akan menjadi lebih mudah dan cepat.

Kode Perilaku Korporasi dan Evaluasi Terhadap Kode Perilaku Korporasi (Corporate Code Of Conduct)

Code of Conduct adalah pedoman internal perusahaan yang berisikan Sistem Nilai, Etika Bisnis, Etika Kerja, Komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis, dan aktivitas lainnya serta berinteraksi dengan stakeholders.

Dalam mengimplementasikan Good Corporate Governance, diperlukan instrumen-instrumen yang menunjang, yaitu sebagai berikut :

  1. Code of Corporate Governance (Pedoman Tata Kelola Perusahaan), pedoman dalam interaksi antar organ Perusahaan maupun stakeholder lainnya.
  2. Code of Conduct (Pedoman Perilaku Etis), pedoman dalam menciptakan hubungan kerjasama yang harmonis antara Perusahaan dengan Karyawannya.
  3. Board Manual, Panduan bagi Komisaris dan Direksi yang mencakup Keanggotaan, Tugas, Kewajiban, Wewenang serta Hak, Rapat Dewan, Hubungan Kerja antara Komisaris dengan Direksi serta panduan Operasional Best Practice.
  4. Sistim Manajemen Risiko, mencakup Prinsip-prinsip tentang Manajemen Risiko dan Implementasinya.
  5. An Auditing Committee Contract – arranges the Organization and Management of the Auditing Committee along with  its Scope of Work.
  6. Piagam Komite Audit, mengatur tentang Organisasi dan Tata Laksana Komite Audit serta Ruang Lingkup Tugas.

 Source:

Selasa, 10 Oktober 2017

Perilaku Etika dalam Bisnis


Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika

Dalam lingkungan bisnis sudah dapat dipastikan kita akan bertemu dengan berbagai macam karakteristik manusia yang berbeda-beda. Ada yang dapat membawa dampak positif namun juga ada yang dapat membawa dampak negative.

Etika atau perilaku yang baik sudah sepatutnya diterapkan dalam berbisnis. Setiap anggota yang tergabung di dalamnya harus memiliki etika yang baik demi membangun kelangsungan bisnis yang baik pula.

Oleh sebab itu, para petinggi harus selektif dalam memilih anggotanya demi terciptanya lingkungan bisnis yang positif sehingga menghasilkan perilaku etika yang baik kedepannya.


Kesaling - Tergantungan Antara Bisnis dan Masyarakat

Baik masyarakat maupun perusahaan (bisnis) harus bisa memiliki etika yang baik. Tidak dapat dipungkiri jika suatu perusahaan pasti membutuhkan adanya andil dari masyarakat untuk menjalankan bisnisnya. Begitupun sebaliknya, masyarakat membutuhkan perusahaan (pekerjaan) untuk menjalankan hidupnya.


Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati

Dari hal-hal tersebut diatas, jika kita bisa menjalankannya dengan benar maka sudah dapat dipastikan akan membuahkan hasil yang baik bagi kelangsungan perusahaan dan masyarakat itu sendiri.


Etika Bisnis dan Akuntan

Seorang masyarakat awam saja harus memiliki etika dalam bersikap, sama halnya dengan seorang akuntan. Seorang akuntan harus memiliki etika dalam menjalankan profesinya, karena memang terdapat etika profesi akuntan yaitu kode etik ikatan akuntan Indonesia. Kode etik ini menjadi panduan untuk menjadi seorang akuntan yang baik, mulai dari bagaimana berhadapan dengan klien, sesama anggota akuntan, hingga dengan masyarakat.


Source :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perilaku-etika-dalam-bisnis/

Minggu, 24 September 2017

Etika Sebagai Tinjauan


Pengertian Etika

Etika berasal dari kata Yunani "Ethos" yang artinya norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah, dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh salah satu ahli yaitu Drs. O.P. Simorangkir yang mengatakan bahwa etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Prinsip-Prinsip Etika

Terdapat enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

1. Prinsip Keindahan

Prinsip ini mendasari semua yang mencakup penikmatan rasa senang pada keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menunjukkan sesuatu yang indah dalam berperilaku, misalnya dalam berpakaian, penataan ruangan, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.

2. Prinsip Persamaan

Prinsip ini melandasai perilaku yang tidak diskriminatif atau membeda-bedakan satu sama lain, karena pada hakikatnya setiap manusia memiliki hak dan tanggung jawab yang sama.

3. Prinsip Kebaikan

Prinsip ini mengarah pada nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat-menghormati, kasih saying, gotong royong, dan sebagainya, karena pada hakikatnya manusia selalu ingin berbuat baik kepada sesamanya.

4. Prinsip Keadilan

Prinsip ini mendasari manusia untuk selalu bersikap adil tanpa membeda-bedakan satu sama lainnya dan tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

5. Prinsip Kebebasan

Prinsip kebebasan ini mendasari manusia yang memiliki kebebasan dalam berperilaku dan memilih namun tetap dilandasi oleh peraturan-peraturan yang berlaku.

6. Prinsip Kebenaran

Prinsip kebenaran disini harus dapat dibuktikan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh masyarakat karena tidak semua kebenaran dapat diterima sebelum ada pembuktian.

Basis Teori Etika

1.  Teori Teleologi

Teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu telos. Menurut teori ini kualitas etis suatu perbuatan atau tindakan diperoleh dengan dicapainya tujuan dari perbuatan itu sendiri. Ada dua macam aliran dalam teori teleologi, yaitu utilitarisme dan egoisme.

2.  Teori Hak

Merupakan suatu aspek dari teori deontology, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.

3.  Teori Keutamaan

Memandang sikap dan akhlak seseorang. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.

Egoism

Menurut Rachels (2004:146) artinya teori mengenai bagaimana kita seharusnya bertindak, tanpa memandang bagaimana kita biasanya bertindak. Menurut teori ini hanya ada satu prinsip perilaku yang utama, yakni prinsip kepentingan diri dan prinsip ini merangkum semua tugas dan kewajiban alami seseorang.


Opini

Menurut Saya, etika merupakan suatu hal yang penting untuk diterapkan pada saat ini dimana mulai berkurangnya sopan santun yang terjadi diantara manusia. Etika atau perilaku yang baik merupakan suatu nilai plus yang bisa kita tanam dalam diri kita yang pada suatu saat nanti, sadar atau tidak akan dilihat oleh orang lain.

Referensi:

Minggu, 16 Juli 2017

My Little Stories: Dan Akhirnya Kau Kabulkan Doaku

Rabu, 21 Juni 2017

Ku pikir, hari itu kan menjadi hari yang menyenangkan.
Ku pikir, hari itu kan menjadi momen yang menggembirakan.

Selengkapnya disini: Dan Akhirnya Kau Kabulkan Doaku

Kuizinkan kau tuk mengetahuinyaūüėä

Sabtu, 22 April 2017

Conversation (Modal Aux)

Amiriah : Hi, girls. Whats up?
Okta        : Not good enough, im very tired
Tika         : Will you go to our team practice today?
Okta        : No, I can't. I'm very busy on MAPA Gunadarma
Amiriah : But we are in the same team, aren't we?
Tika        : Of course
Amiriah : Please okta, why don't you come with us?
Tika        : As always, you never join us. Just MAPA and MAPA in your mind
Okta       : ya, i've tell you girls that i can't. I have to do so many things there
Tika       : Come on. if you don't come with us you must be playing at sekretariat MAPA
Okta       : No. No. Seriously im on duty there
Amiriah : How about a meal for free, would you still?
Okta       : Ahh. you give me bad idea
Tika        : You may not get any sweets if you don't go
Okta       : Hmm I don't care! I'd rather do my duty.
Tika        : Are you kidding me? You ignore this deal?
Okta       : im so sorry girls.
Amiriah : Fine! Let's get going Ami the minibus should have arrived by now.
Amiriah : Okay, bye stubborn.

Kamis, 23 Maret 2017

Modal Auxiliary



Modal Auxiliary adalah kata kerja yang ditempatkan sebelum main verb (kata kerja utama) untuk memodifikasi makna dari kata kerja utama tersebut. Jadi Modal Auxiliary adalah kata kerja pembantu. Contoh: I will stay at home tonight. “Will” adalah kata kerja bantu yang bertugas membantu kata kerja utamanya yaitu “stay”. Karena sifatnya hanya membantu, ketika dihilangkan tidak akan menjadi masalah dan makna utamanya tetap tersampaikan.
Fungsi Modal Auxiliary Verb ini untuk mengekspresikan willingness (kemauan) atau ability (kemampuan), necessity (kebutuhan), dan possibility (kemungkinan). Berikut penjelasan dan contoh dari Modal Auxiliary Verb!

WILL
Will berfungsi untuk menyatakan willingness (kemauan). Willingness dapat diungkapkan dalam Conditional Sentence Type I maupun Invitation (undangan/ajakan).

Contoh :
Kemauan à I will love you if you love yourself first. (Saya akan mencintaimu jika kamu mencintai dirimu dulu)

Undangan/ajakan à Will you be my girlfriend? (Maukah kamu menjadi pacarku?)



WOULD
Would sama seperti will, dapat digunakan untuk willingness (kemauan), namun lebih polite (sopan). Modal verb ini dapat juga menyatakan sense of probability (kemungkinan).
Contoh :
Kemauan (lebih sopan) à Would you like to see my paint? (Maukah kamu melihat gambarku?)
Kemungkinan à She would be free tomorrow. (Dia akan kosong besok)


CAN
Can digunakan untuk menyatakan ability (kemampuan) dan dapat juga digunakan untuk permission (meminta izin).

Contoh :
Kemampuan à You can buy anything with your money but you can not buy love. (Kamu dapat membeli apapun dengan uang mu tapi kamu tidak dapat membeli cinta).
Meminta Izin à Can I borrow your pen? (Bisakah saya meminjam pulpenm?)


COULD
Could digunakan untuk menyatakan ability (kemampuan) di masa lalu. Modal verb ini dapat juga digunakan untuk meminta izin melakukan sesuatu di masa lalu atau masa depan.

Contoh :
Kemampuan à You could finish your homework yesterday. (Kamu dapat menyelesaikan tugasmu kemarin).
Meminta Izin à Could you please tell me your name? (Bisakah kamu memberitahu saya namamu?)


MUST
Must mengekspresikan obligation (kewajiban) atau necessity (kebutuhan). Must juga dapat dipadukan dengan not untuk menyatakan prohibition (larangan).

Contoh :
Kewajiban à We must go to work now. (Kita harus berangkat kerja sekarang).
Larangan √† You Mustn’t give up. (Kamu tidak boleh menyerah).


MAY
May untuk menyatakan possibility (kemungkinan) di masa sekarang dan masa depan. Modal verb ini juga dapat berguna untuk meminta izin yang lebih formal daripada modal verb can.

Contoh :
Kemungkinan à You may forget the embarrassing incident tomorrow. (kamu mungkin melupakan kejadian memalukan itu besok).
Meminta Izin à May I go home now? (Bolehkah saya pulang sekarang?)


MIGHT
Might merupakan bentuk past dari may dimana digunakan untuk meminta izin yang lebih formal daripada could. Disbanding may, might lebih tidak pasti kejadiannya.

Contoh :
Meminta Izin à If I have cleaned the room, might I play with my friend? (Jika saya sudah membersihkan ruangan, bolehkah saya bermain dengan teman?)


SHALL
Shall digunakan untuk menyatakan simple future seperti halnya will namun hanya digunakan pada orang pertama I dan We.

Contoh :
We shall overcome it someday. (Kita akan mengatasinya suatu hari nanti)
Shall I give you some advice? (Haruskah saya memberimu beberapa nasehat?)

SHOULD
Should digunakan untuk memberi saran atau nasehat.

Contoh :
You should see the dentist. (Kamu harus ke dokter gigi).
We should meet more often. (Kita harus lebih sering bertemu).



Jumat, 30 Desember 2016

The Example of CV and Job Applicant

1. Curriculum Vitae

 
2. Job Applicant

Kamis, 24 Maret 2016

Bahasa Pemasaran yang Tidak Seindah Kenyataan

Nissan March hatchback L_1

"Iklan sebuah produk adalah bahasa pemasaran agar barang yang diperdagangkan laku. Namun, bahasa iklan tidak selalu seindah kenyataan. Konsumen acapkali merasa tertipu iklan." demikian yang Saya kutip dari artikel berita hukumonline.com.

Memang kata-kata sangat mudah diucapkan, akan tetapi sangat sulit untuk direalisasikan. Sama hal nya ketika sebuah produk yang dipasarkan, pasti produsen mengobral kata-kata yang bagus dan menggiurkan tentang produk tersebut. Namun apa jadinya ketika sebuah iklan produk mengiming-imingi berbagai macam kelebihan yang sebenarnya tidak dimiliki oleh produk tersebut?

Ya, sangat disayangkan apabila terjadi hal semacam itu. Seperti hal nya dalam kasus iklan Nissan March yang berujung ke ranah hukum. Seorang konsumen yang bernama Ludmilla Arief merasa dikelabui saat membeli mobil merek tersebut. Konsumen yang kerap dipanggil Milla ini tertarik untuk membeli mobil tersebut lantaran jargon "City Car" dan "Irit" yang diimingi sang produsen, dan pada Maret 2011 dibelilah mobil itu di showroom Nissan Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Namun sayangnya, baru berjalan satu bulan Milla sudah mulai merasakan keganjilan. Jargon "Irit" yang dikatakan dalam iklan justru malah berbalik pada kenyataan. Mobil Nissan March yang dibeli Milla justru malah boros bahan bakar.

Terpampang dalam brosur, Nissan March mengkonsumsi satu liter bensin untuk jarak 21,8 km, tapi pada kenyataannya pada jarak 7,9 hingga 8,2 km mobil Milla sudah menghabiskan satu liter bensin. Akibat merasa terbohongi, Milla pun menindaklanjuti perkara tersebut ke ranah hukum.

Sudah bisa dibayangkan, karena adanya hal tersebut jatuhlah nama baik yang telah dirintis pihak Nissan selama ini. Amat susah untuk memperbaikinya, karena konsumen sudah merasa kecewa dan pada akhirnya itu akan menuruni minat konsumen lainnya untuk membeli produk yang dikeluarkan Nissan, apalagi tuntutan yang diajukan oleh konsumen yang merasa dirugikan itu benar adanya.

Alangkah lebih baik jika kita memasarkan suatu produk disesuaikan dengan yang benar adanya. Jika ingin menarik konsumen, buatlah kualitas produk tersebut semaksimal mungkin seperti apa yang ingin sang produsen ingin jargonkan di dalam iklan yang nantinya akan dibuat. Karna lebih sulit mempertahankan nama baik ketimbang mengembangkannya.

Sumber :
http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4f8503fecc5fb/kasus-iklan-nissan-march-masuk-pengadilan
http://id.priceprice.com/Nissan-March-8097/

Senin, 25 Januari 2016

Musyawarah Besar (MUBES) VI


"Villa Bambu Saudara"

Jum'at, 22 Januari 2013. Kami mulai berkumpul di sekretariat MAPA Gunadarma untuk menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan untuk kegiatan kami disana. Ya, kami akan pergi ke Villa Bambu Saudara yang ada di daerah puncak guna melaksanakan Musyawarah Besar (yang selanjutnya akan saya singkat menjadi "MUBES") ke VI.


"Persiapan Upacara Pembukaan Mubes VI MAPA Gunadarma"

Mubes ini merupakan suatu kegiatan yang didalamnya membahas dan merevisi tentang AD/ART organisasi kami. Acara ini dilakukan sangat jarang sekali dikarenakan Mubes ini merupakan suatu kegiatan yang dianggap "sakral", so Mubes diadakan 3 tahun sekali.

Diawali dengan Upacara, acara ini disahkan untuk dimulai. Setelah itu kami membahas AD/ART mulai dari BAB per BAB, Pasal per Pasal, hingga Point per Point. Mubes berjalan amat sangat khidmat dan serius, namun tetap santai.


"Ketua Pelaksana Mubes VI (Kiri) dan Ketua Umum MAPA Gunadarma (Kanan)"

Mubes di Pimpin oleh seorang Pimpinan Sidang yang dipilih bersama oleh peserta sidang juga Ketua Pelaksana Mubes. Tidak asal pilih, tentunya Pimpinan Sidang ditunjuk sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

3 hari di puncak mulai tanggal 22-24 Januari bukan berarti kami bisa berleha-leha layaknya orang liburan. Kami disana hampir tiap waktunya menjalankan sidang Mubes. waktu istirahat hanya 15 sampai 20 menit, sedangkan waktu untuk tidur malam hanya 2,5 jam. Tapi demi kebaikan MAPA untuk kedepannya, kami rela melakukan itu semua.


"Olahraga Malam"

Oleh karena kurangnya tidur yang kami dapat sepanjang Mubes disana, tidak bisa dipungkiri lagi kalau kami semua merasakan ngantuk yang hebat di persidangan. Walaupun kopi dan snack-snack telah di berikan tiap waktu nya tetap saja tidak mengurangi beratnya untuk membuka mata.

Ada satu cara yang bisa mengurangi rasa kantuk plus bisa menyegarkan tubuh. Kami sering melakukan hal ini. Ya, Pimpinan Sidang menginstruksikan kami untuk mengambil posisi. Ambil posisi ini berarti posisi Push Up, hehe kami Push Up bersama hanya sebanyak 1 seri untuk sekedar menyegarkan suasana kembali supaya Sidang berlangsung kembali kondusif.


"Sayonara"

Hari Minggu pun tiba, ada rasa senang tersendiri di hati saya karna itu tandanya Mubes telah selesai dan saya bisa beristirahat. Saya mandi dan bersiap-siap untuk pulang disaat kakak-kakak yang dominan cowok pada berenang. Selesai mandi saya kedapur untuk membantu membuat makan siang, terlihat mulai bercandaan mereka yang menyebalkan, yaitu menggendong dan menyeburkan seluruh panitia ke kolam renang. 

Ah, tak apa fikir saya karna kami angkatan 23 tidak termasuk panitia, namun loh, loh, loh, kok mereka masuk ke dapur, kok mereka berjalan ke arah saya? astagaaa saya yang sudah rapi bersih wangi pakai celana jeans dan flanel serta tidak membawa pakaian ganti lagi ini langsung di angkat dan dibawa ke kolam renang lalu di ceburkan. Menyebalkan. Tapi ya mau bagaimana lagi, semua ternyata diceburkan, SEMUA. Kami ambil lucu-lucu nya saja supaya kembali menyenangkan hehe. Memang anggota MAPA pada geser otaknya, tidak pilah pilih cewek ataupun cowok, semua dianggap sama. Begitulah kegiatan kami, menyenangkan, namun tetap kembali serius ketika slayer telah terpakai.

SALAM RIMBA!!!

Jumat, 08 Januari 2016

Fungsi Koperasi di Negara Berkembang

Indonesia merupakan salah satu contoh negara berkembang. Dalam sistem perekonomian Indonesia terdapat tiga pilar utama yang menyangga perekonomian, yaitu BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMS (Badan Usaha Milik Swasta), dan Koperasi. Namun dari ketiga pilar tersebut, Koperasi lah yang paling lamban perkembangannya, sedangkan jumlah koperasi di Indonesia semakin hari semakin meningkat, begitu pula dengan jumlah keanggotaannya.

Gagasan koperasi terlah dikenal di Indonesia sejak abad ke-20 saat pergerakan koperasi telah dimulai. Koperasi ini tumbuh dari kalangan rakyat, saat penderitaan dalam perekonomian dan sosial sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang perekonomiannya terbatas, ditambah lagi dengan penderitaan dan beban yang sama, dengan spontan menyatu untuk memperbaiki kehidupannya. Kemudian pengembangannya dibantu hingga akhirnya menjadi program pemerintah. Bisa disimpulkan bahwa koperasi Indonesia meluas lebih dikarenakan dorongan dari pemerintah, bukan sepenuhnya inisiatif swasta.

Fungsi koperasi di negara berkembang ialah lebih kepada membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya. Jika kembali lagi di Indonesia, peran koperasi ini tidak lepas dari ideologi pancasila dan UUD 1945. yaitu seperti yang terdapat pada pasal 27 ayat (2) UUD 1945, untuk menjamin hak hidup memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak sehingga mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang sepenuhnya merupakan hak seluruh warga negara.


Sumber :
Buku Koperasi Tantri
Wikipedia
http://www.koperasi.net/