About

Information

Kamis, 04 April 2013

Marzuki: TNI Pasti Menindak Tegas Pelaku Penyerangan Cebongan

Kamis, 04 April 2013 - 20:32:41 WIB
Marzuki: TNI Pasti Menindak Tegas Pelaku Penyerangan Cebongan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jakarta) - Setelah diketahui pelaku penyerangan terhadap LP Cebongan, Sleman Yogyakarta, adalah dari Satuan II Kopassus Kartosuro, Ketua DPR RI Marzuki Alie meyakini bahwa pimpinan TNI AD telah memiliki mekanisme dalam menindak para pelaku penyerangan. TNI menurutnya tentu akan memberikan tindakan tegas kepada pelaku yang bersalah secara sah.

"Saya sangat yakin bahwa TNI AD, telah memiliki Protap tersendiri untuk menindak anggota-anggotanya yang terlibat dan saya yakin semua yang terlibat dan memiliki tanggung jawab akan mendapatkan sanksi dari TNI sendiri. Dengan demikian Kita menyerahkan sepenuhnya pada TNI untuk melakukan hal itu,” ujar Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/04).

Namun bukan hanya itu saja, menurutnya, para pelaku penyerangan terhadap Mapolres OKU di Sumatera Selatan beberapa waktu lalu juga harus diungkap. Apapun alasannya menurut Marzuki Alie, penyerangan terhadap institusi Negara tidak dapat dibenarkan oleh hukum.

"saya juga berharap, kasus OKU juga ditangani dengan tegas oleh TNI seperti penangangan kasus Cebongan. Penyerangan itu tidak bisa dibiarkan dan harus ada tindakan tegas dan ada yang bertanggung jawab,” tandasnya.

Sementara itu Anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya dari Fraksi Partai Golkar memberikan apresiasi atas langkah TNI yang yang melakukan investigasi dan mengumumkan hasilnya dengan objektif. 

Langkah ini menurutnya sangat positif di tengah opini yang berkembang di masyarakat bahwa TNI tentunya akan melindungi jajarannya meskipun salah dengan cara menyembunyikan mereka.

"Ini telah mengubah persepsi publik yang negatif sebelumnya terhadap TNI yang menutup-nutupi peristiwa ini. Namun bukan itu saja, harusnya langkah-langkah tersebut juga dapat diterapkan pada kasus penyerangan Mapolres OKU,” tegasnya.

Dengan pengakuan ini menurut Tantowi juga menjelaskan bahwa ada persoalan besar dalam tubuh TNI mengenai kedisiplinan. Menurutnya, dengan kondisi ini pimpinan tertinggi TNI harus duduk bersama lagi dengan unsur yang ada di bawahnya untuk membicarakan permasalahan internal mereka.

"Kita menghendaki KSAD selalu pemimpin tertinggi di AD untuk dapat melakukan koordinasi langsung kepada bawahannya. Berbicara secara tegas agar permasalahan disiplin dapat ditegakan agar tidak terjadi lagi di kemudian hari,” imbuhnya.

Dalam kasus ini juga menurut Tantowi, seharusnya ada perwira yang bertanggung jawab. "Dengan ada pengakuan ini maka langkah berikutnya proses urut kacang dari bawah ke atas bahwa siapapun yang bertanggungjawab harus mendapatkan punishment, minimal Pangdam dan juga Komandan Kopassus di Solo,” pungkasnya. (K-2/Bharata)

0 komentar:

Posting Komentar