About

Information

Senin, 01 Juli 2013

PM Australia Catat Rekor Jumlah Perempuan Menteri Dalam Kabinet Baru

Senin, 01 Juli 2013 - 19:45:16 WIB
PM Australia Catat Rekor Jumlah Perempuan Menteri Dalam Kabinet Baru 
Diposting oleh : Administrator 

Komhukum (Canberra) - Kabinet perdana menteri baru Australia, Kevin Rudd, yang dilantik pada Senin (1/07), mencatat rekor karena memiliki enam perempuan menteri serta mengarahkan perhatian ke perekonomian menjelang pemilihan umum mendatang.

Dengan keadaan buruk Partai Buruh dalam jajak pendapat, Rudd mengambil alih kepemimpinan pada Rabu, mengalahkan wanita pertama perdana menteri di negara itu, Julia Gillard, tiga tahun setelah Gillard menyingkirkan Rudd.

Partai Buruh, yang terus mengandalkan keterampilan kampanye kebanggaan Rudd, langsung terlihat mengalami peningkatan popularitas.

"Saya senang bahwa dalam kabinet ini kita akan memiliki jumlah perempuan terbesar yang duduk dalam kabinet di sejarah Australia," kata Rudd.

Senator Victoria Jacinta Collins masuk ke dalam kabinet sebagai Menteri Kesehatan Jiwa, Catherine King akan menjabat sebagai Menteri Kawasan Australia, dan Julie Collins menjabat sebagai Menteri Perumahan, Tunawisma dan Status Perempuan.

Tiga menteri itu akan bergabung dengan Menteri Keuangan Penny Wong, Menteri Kesehatan Tanya Plibersek dan Menteri Keluarga Jenny Macklin dalam kabinet beranggotakan 20 menteri itu. Jumlah menteri perempuan meningkat menjadi 11 orang dari sembilan dari 30 menteri dalam pemerintahan Gillard.

Anggota Parlemen Australia Barat Melissa Parke juga ditunjuk sebagai Menteri Pembangunan Internasional pertama negara itu, suatu posisi yang tidak berada di dalam kabinet.

Rudd mengatakan penunjukan itu murni dilakukan atas dasar prestasi, bukan gender, dan berjanji untuk meningkatkan perekonomian, tetapi tidak menyebutkan tanggal pelaksanaan pemilihan umum.

"Tugas utama pemerintah Australia ini adalah untuk menjaga perekonomian kuat," katanya.

Rudd berjanji untuk bekerja guna mewujudkan "Australia yang kuat dan adil ... dan tidak pernah, pernah membiarkan keadilan ditinggalkan." Pekerjaan utama di Kementerian Luar Negeri, Pertahanan dan Dalam Negeri tidak beralih tangan.

Wakil Perdana Menteri baru Anthony Albanese akan mengambil alih tugas di bidang komunikasi dan tanggung jawab peluncuran 32,8 miliar dolar AS Jaringan Broadband Nasional. Namun dia tetap menjalankan tugasnya di bidang transportasi dan infrastruktur.

Tony Burke berpindah tugas dari bidang lingkungan ke bidang imigrasi yang memiliki politis yang kuat.

Bill Shorten, yang membuang Gillard dan mendukung Rudd pada menit terakhir perebutan kekuasaan, menambahkan pendidikan sekolah dalam tugasnya.

Rudd membawa serta sekutu kuncinya Joel Fitzgibbon dan Kim Carr kembali ke kabinet sebagai Menteri Pertanian dan Menteri Industri dan Inovasi.

Meskipun terjadi peningkatan jumlah menteri perempuan, analis mencatat pria akan cenderung mendominasi isu-isu besar dengan kepergian Gillard.

Gubernur Jenderal Quentin Bryce melantik para menteri Senin sore sebelum pertemuan kabinet pertama di Canberra.

Jajak pendapat menunjukkan Partai Buruh telah secara dramatis menutup kesenjangan dengan partai oposisi pemimpin, Partai Konservatif Liberal, yang saat ini hanya memiliki dua perempuan dalam kabinet bayangan.

Jajak pendapat, yang diterbitkan pada Minggu oleh News Limited, menunjukkan Partai Liberal memimpin dengan 51 persen dibanding 49 persen dalam perlombaan antara dua partai besar itu.

Survei pada 1.002 pemilih juga mengungkapkan bahwa 51 persen dari mereka yang disurvei percaya Rudd akan menjadi seorang perdana menteri yang lebih baik daripada pemimpin oposisi Tony Abbott (34 persen). Lima belas persen tidak memilih.

Namun kegagalan Rudd untuk menetapkan tanggal pemilihan umum setelah pekan lalu dia mengesampingkan tanggal yang telah ditetapkan Gillard pada 14 September telah membuat marah oposisi.

"Ini adalah kewajiban bagi perdana menteri untuk mengakhiri ketidakpastian dan menetapkan tanggal, "kata Abbott.

"Saya menduga bahwa meskipun ada saran yang diterimanya dia ingin membiarkan parlemen ini terus dan terus," katanya. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar