About

Information

Jumat, 31 Mei 2013

Kasus Uang Kardus, Aral Untuk Tuntaskan Century

Jumat, 31 Mei 2013 - 15:03:41 WIB
Kasus Uang Kardus, Aral Untuk Tuntaskan Century
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Korupsi 


Komhukum (Jakarta) - Anggota Komisi III Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo kembali mengeluarkan bantahan keras dirinya disebut-sebut sebagai salah satu penerima dana suap terkait kasus simulator SIM.

Bambang juga menepis soal tudingan terkait penerimaan uang di dalam kardus seperti yang diungkapkan panitia lelang proyek SIM Simulator di Korlantas, Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Rusmawan dalam sidang di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu.

"Soal pengakuan Teddy, saya tidak ada urusan dengan kardus-kardus itu," katanya usai menyerahkan sejumlah data kasus Century di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (31/05).

Menurutnya, apa yang disampaikan Teddy bukan hal baru. "Saya sudah memberikan klarifikasi saat jadi saksi di KPK dan sudah dikonfrontasi dengan Teddy. Saya tidak ada urusannya dengan kardus," tandasnya.

Bambang menganggap, penyebutan namanya dalam kasus simulator SIM sebagai aral melintang dalam perjuangan menuntaskan kasus Bank Century. 

"Perjuangan ini masih panjang. Tapi, ibarat main catur ini sudah mengepung raja sudah skak mati, tidak boleh kalah dengan persoalan ini," katanya.

Bambang juga minta KPK mempercepat penanganan kasus yang membawa-bawa namanya. "Biar penyidik yang menelusuri benar atau tidak, saya terlibat atau tidak," tegasnya.

Sebelumnya dikabrakan bahwa terdakwa kasus simulator SIM Korlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo pernah mengguyur anggota Banggar DPR dengan 4 kardus uang.

Keterangan mengejutkan itu disampaikan oleh AKBP Teddy Rusmawan saat bersaksi dalam sidang kasus simulator SIM dengan terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo di pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (28/05).

Dalam kesaksiannya itu, Teddy Rusmawan mengaku pernah diperintahkan Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Djoko Susilo untuk menyerahkan uang kepada aknum anggota Banggar DPR.

"Kami diminta menyerahkan uang kepada Anggota Dewan. Kami diperintahkan Irjen Djoko," kata Teddy Rusmawan.

Tapi Teddy Rusmawan mengaku tidak mengetahui jumlah uang yang diberikan ke Banggar DPR. Dia juga mengaku tidak mengetahui maksud pemberian uang 4 kardus itu.

"Jumlah tidak tahu, tapi jumlahnya kardus 4 untuk kelompok Banggar, di-pool di Nazar," jelasnya.

Teddy Rusmawan menuturkan, uang 4 kardus itu diantarkan ke Plaza Senayan.

"Yang di Plaza Senayan diterima oleh ajudan, sebelumnya sudah ketemu di restoran di dekat bioskop tapi karena penuh kita pindah ke lantai bawah, kafe dekat parkiran," terangnya.

Dalam kesaksiannya itu Teddy Rusmawan juga mengungkap ada pertemuan dengan anggota DPR di resotran Basara yang dihadiri Nazaruddin, Bambang Soesatyo, Azis Syamsuddin, dan Herman Hery. Namun ia tidak menjelaskan dengan rinci terkait pertemuan itu. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar