About

Information

Jumat, 31 Mei 2013

Sutikno Masuk Antam, Diduga Intervensi Parpol Makin Kencang

Jumat, 31 Mei 2013 - 15:52:50 WIB
Sutikno Masuk Antam, Diduga Intervensi Parpol Makin Kencang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik 


Komhukum (Jakarta) - Intervensi partai politik makin mengencang ke sumber-sumber kapital (uang) menjelang pemilu 2014. Hal ini dikarenakan partai politik berkeyakinan bahwa yang memiliki uang banyak akan memenangkan pertarungan politik.

"Intervensi politik ke sumber kapital makin kencang mendekati Pemilu 2014. Kencangnya intervensi ini karena partai politik meyakini bahwa kemenangan politik ditentukan oleh banyaknya uang," terang pengamat sosial politik dari Universitan Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun kepada Komhukum.com di Jakarta, Jumat (31/05).

Komentar pengamat sosial politik yang juga Direktur Pusat Studi Sosial Politik Indonesia (Puspol Indonesia) itu disampaikan menanggapi kabar salah seorang direksi PT. Antam Tbk Sutikno tidak menerima dirinya ditempatkan di posisi sebagai direktur SDM/Personalia di perusahaan pertambangan milik negara itu. Hingga protes Sutikno itu dikhawatirkan akan mengganggu kinerja perusahaan.

Menurut salah seorang sumber terpercaya di Kementerian BUMN mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung sejak jajaran direksi ini terpilih, tanggal 30 April 2013 lalu.

"Kekecewaan Sutikno ini, dikhawatirkan akan mengganggu roda perusahaan PT. Antam Tbk," kata sumber tersebut yang enggan disebut namanya, Kamis (30/05). 

Kekecewaan yang dirasakan Sutikno menimbulkan pertanyaan yang tidak wajar di kalangan para direksi PT. Antam Tbk. 

Setelah diusut-usut menurut sumber tersebut, bahwa Sutikno merupakan saudara dekat Amien Rais, mantan Ketua Umum PAN dan menjelang rapat umum pemegang saham (RUPS) PT. Antam Tbk, Amien Rais menitipkan Sutikno kepada Ketua Umum PAN Hatta Rajasa agar Sutikno ditempatkan menjadi Direktur Keuangan PT. Antam.

"Sebelumnya Hatta Rajasa meminta kepada Deputi Kementerian BUMN agar Sutikno bisa masuk menjadi Direktur Keuangan di PT. Antam, namun keinginan tersebut tidak jadi kenyataan," lanjutnya. 

Ia menganggap bahwa hal ini akan menjadi pemicu gejolak di internal PT. Antam karena Direktur Utama PT. Antam, Tato Miraza malah menempatkan Sutikno menjadi direktur SDM/Personalia.

Menurut Ubdilah Badrun pola intervensi politik tersebut tentu saja sangat menggagngu kemajuan perusahaan di bidang pertambangan tersebut.

"Pola intervensi orang politik atau nitip orang atas restu orang partai ke BUMN harus segera diakhiri," tandas Ubedilah Badrun.

Ditegaskannya, PT. Antam Tbk itu merupakan perusahaan BUMN yang harus digerakkan oleh orang-orang yang profesional.

"Antam itu institusi BUMN yang membutuhkan orang-orang profesional yang spesifik dan tidak memerlukan rekomendasi orang partai," pungkasnya. (K-2/yan)

0 komentar:

Poskan Komentar