About

Information

Jumat, 24 Mei 2013

Pesepakbola Rasis Diancam Skorsing 10 Pertandingan

Jumat, 24 Mei 2013 - 07:51:52 WIB
Pesepakbola Rasis Diancam Skorsing 10 Pertandingan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (London) - Badan sepak bola Eropa (UEFA) sejak hari Kamis secara formal meratifikasi rencana-rencana untuk menjatuhkan skorsing sepuluh pertandingan Eropa kepada pemain dan ofisial yang dinyatakan bersalah melakukan rasisme.

Tingkah laku rasis dari para pendukung akan mendapat hukuman awal berupa penutupan sebagian stadion, dan untuk pelanggaran kedua seluruh stadion akan ditutup.

Pendekatan-pendekatan baru disetujui pada pertemuan komite eksekutif organisasi di London, namun sekretaris jenderal UEFA Gianni Infantino mengatakan asosiasi-asosiasi anggota masih dapat memilih untuk memperkenalkan sanksi-sanksi anti rasisme mereka sendiri. Setelah FA Inggris mengumumkan rencana-rencana untuk menerapkan skorsing minimal lima pertandingan.

"Asosiasi dapat mengadopsi pendekatan-pendekatan yang sama atau serupa. UEFA selalu bertindak dengan cara berusaha meyakinkan orang daripada memaksakan," ucapnya pada konferensi pers, Kamis (23/05).

Infantino mengatakan, dirinya tidak berpikir bahwa cara-cara memerangi rasisme dalam dunia sepakbola dapat terwujud hanya dengan pendekatan sederhana.

"Cara saya membaca keputusan FA adalah bahwa itu dapat saya lima pertandingan dan juga dapat menjadi 15 pertandingan. FA yakin cara regulasi mereka lebih tepat untuk Inggris," terangnya.

Menurutnya, ketupusan FA sebagai keputusan mereka tetapi tidak berarti FA lebih kurang dari keputusan UEFA. Yang jelas katanya, semua orang harus melakukan apa yang dapat mereka lakukan di lapangan ini. 

"FA memiliki otonomi dan tahu yang terbaik untuk Inggris untuk berjuang melawan rasisme. Itu mungkin merupakan salah satu negara di mana kebanyakan hal itu telah selesai ditangani," lanjut Infantino.

Pendekatan-pendekatan baru itu akan diterapkan pada tanggal 1 Juni. UEFA juga mengumumkan bahwa pihaknya akan meneruskan penggunaan tes darah untuk mendeteksi doping dari musim depan.

"Kami ingin melakukan semua yang dapat dilakukan untuk memperlihatkan bahwa kami menginginkan olahraga yang bersih," kata Infantino.

"Kami memiliki sejumlah eksperimen bagus dengan tes darah pada tahun 2008 dan 2012 (di Piala Eropa). Kami pikir ini adalah saat yang tepat," jelasnya.

Infantino menambahkan bahwa para ahli medis akan memutuskan jumlah tes yang akan diterapkan dan pada kompetisi apa saja tes itu akan dilakukan. Sampai sekarang, UEFA bergantung pada tes urin, yang oleh spesialis dianggap tidak cukup.

Sebagai tambahan, UEFA akan meluncurkan studi dari 900 sampel yang diambil dari para pesepakbola sejak tahun 2008 yang digunakan untuk melacak penggunaan steroid. Tes-tes akan dilakukan secara anonim dan tidak memicu sanksi.

UEFA juga mengumumkan sanksi yang lebih tegas terhadap tindakan melecehkan dan menyerang para ofisial pertandingan.

Hukuman untuk tindakan melecehkan ofisial dinaikkan dari skorsing dua pertandingan menjadi tiga pertandingan. Para pemain yang menyerang ofisial sekarang akan menghadapi skorsing 15 pertandingan, yang sebelumnya hanya sepuluh pertandingan.

Pada pengumuman lain, UEFA mengungkapkan bahwa final Liga Champions 2015 akan berlangsung di Stadion Olympic Berlin, dan final Liga Europa dimainkan di Warsawa.

Pada kongres hari Jumat (24/05), UEFA juga diharapkan akan mengumumkan bahwa juara Liga Europa akan lolos otomatis ke Liga Champions, suatu upaya untuk mendongkrak daya tarik turnamen strata kedua.

"Kami harus melakukan sesuatu untuk mengembangkan Liga Europa," kata Infantino.

"Salah satu cara adalah menyediakan insentif olahraga dalam bentuk lolos ke Liga Champions. Ini telah didiskusikan dan kita semua akan tahu lebih banyak secepatnya," tutup Infantiono. (K-2/yan)

0 komentar:

Poskan Komentar