About

Information

Selasa, 28 Mei 2013

Hongkong Van Borneo di Kota Singkawang

Sabtu, 25 Mei 2013 - 05:58:52 WIB
Hongkong Van Borneo di Kota Singkawang
Diposting Oleh : Administrator
Kategori: Info Wisata 


Komhukum (Singkawang) - Menjelang hari raya Tri Suci Waisak 2557 yang jatuh pada tanggal 25 Mei 2013 ini, kita berkunjung ke kota Singkawang di Provinsi Kalimantan Barat yuk. 

Sesaat setelah menempuh penerbangan selama 1,5 jam dari Jakarta, saya pun menginjakkan kaki di Bandara Supadio, Pontianak. Dari sini perjalanan saya menuju kota Singkawang masih jauh, beruntung seorang teman komunitas gereja di Pontianak bersedia menjadi travel guide sekaligus meminjamkan mobil. 

Kami pun berkendara sejauh 144 km dari kota Pontianak menuju kota Singkawang, lama perjalanan sekitar 2 jam 30 menit. Setibanya di kota Singkawang, kami pun beristirahat sejenak sembari menitipkan barang di rumah seorang teman. Kembali pada tujuan awal saya adalah ingin merasakan pengalaman hari raya Waisak di kota Singkawang. 

Kenapa saya pilih Singkawang? Karena kota ini merupakan salah satu daerah di Kalimantan Barat yang penduduknya sebagian besar merupakan etnis Tionghoa beragama Budha dan merayakan hari raya Waisak tentunya. Singkat kata, Singkawang adalah daerah pecinan.


Suasana kota Singkawang 
Yang pertama saya kejar saat ke Singkawang ya makan tentunya. Pilihan saya ada 2 nih, nasi campur babi dan kweh cap. Tentunya menu ini bagi mereka yang tidak mengharamkan ya. Nasi campur adalah nasi dengan potongan ayam dan babi panggang (putih & merah), dilengkapi dengan sayur bakut (sawi asin), mentimun, dan terakhir diguyur kuah kental coklat yang terbuat dari kanji dan chu kuk (tulang babi). 

Sedangkan kweh cap adalah mie putih lebar (semacam kwetiaw) dan rebusan kulit babi goreng diguyur kuah kaldu. Taburannya adalah potongan daging babi dan cabe besar. Sedapnya! Nasi campur harga pasarannya Rp. 20.000 per porsi dan kweh cap Rp. 15.000 per porsi.


Kweh Cap 
Terlepas masalah kuliner di atas, kota Singkawang memang identik dengan etnis Tionghoa beragama Budha. Malahan Singkawang punya julukan lain, yakni: kota Amoy, kota Seribu Kuil, dan Hongkong van Borneo. Julukan ini tidak mengada-ada lho. Kenapa disebut kota Amoy? Jelasnya penghuninya mayoritas etnis Tionghoa. 

Kota Seribu kuil? Lihat saja banyaknya kuil/kelenteng yang bertebaran di setiap sudut kota. Hongkong van Borneo? Karena Singkawang mirip Hongkong yang banyak kuil tapi terletak di pulau Kalimantan (Borneo) Hee...ada-ada saja julukan teman-teman ini.


Nasi Campur
Persiapan kota Singkawang menjelang hari raya Waisak  ternyata lumayan ramai juga. Mulai dari kegiatan donor darah sampai bagi-bagi sembako digelar komunitas masyarakat setempat sebagai bagian dari berbagi kebaikan menjelang Waisak. 

Pokoknya kegiatan yang berbau sosial kental banget deh saat-saat sekarang ini. Makanya Singkawang disebut-sebut sebagai salah satu wilayah paling bersahaja di Kalimantan Barat. Jangan lupa mampir ke beberapa vihara terkenal di kota Singkawang ya, misalnya Vihara Tri Dharma Bumi Raya. 

Saya berkesimpulan kota Singkawang ini pastinya ramai dikunjungi saat hari raya Waisak, Imlek / Tahun Baru China, dan Cap Go Meh. Dari ketiga moment ini, coba sekali waktu anda pilih salah satunya dan mampir ke Singkawang deh. Rasanya seperti sedang di negeri tirai bambu (China) lho. (K-4/IO)

0 komentar:

Poskan Komentar