About

Information

Selasa, 28 Mei 2013

Ikan Asar Seng Ada Lawang Nikmatnya

Sabtu, 25 Mei 2013 - 05:52:18 WIB
Ikan Asar Seng Ada Lawang Nikmatnya
Diposting Oleh : Administrator
Kategori: Kuliner 


Komhukum (Ambon) - Semua orang pasti setuju kalau Provinsi Maluku kaya akan keindahan panorama alam dan ragam kulinernya. Hal ini berlaku untuk mereka yang pernah ke sana atau yang berasal dari Maluku sekalipun. Semacam saya yang hanya sejenak menginjak kota Ambon. Satu hal yang saya cari saat berkunjung ke wilayah timur Indonesia adalah makanan khas daerah setempat.

Provinsi yang terdiri dari gugusan beberapa pulau besar dan kecil ini pastinya memiliki kuliner makanan laut yang super nikmat. Terlebih lagi sekeliling Provinsi Maluku adalah perairan yang kaya akan sumber daya perikanan. Namun yang menarik minat saya bukanlah papeda yang ramai digembar-gemborkan orang di luar Maluku. 

Ikan laut...itu yang saya cari! Ikan yang berukuran besar dan segar-segar adalah barang langka bagi saya yang keseringan hidup di Pulau Jawa. Macam ikan tongkol, ikan tuna, dan ikan marlin...kalau di Ambon ini selesai ikan ditangkap, bawa ke darat, langsung dimasak dan nikmati selagi baru matang...nikmatnya tak terlupakan!

Saat di kota Ambon, saya tidak mempedulikan kedai atau warung mana yang menyajikan ikan bakar...semua sama enak nya dengan ikan yang sama segarnya. Ikan sebesar betis orang dewasa sih hal biasa di Maluku. Yang rutin saya nikmati adalah ikan asar, atau bahasa lazimnya ikan asap (asar = asap). Bermacam-macam ikan laut segar di wilayah Maluku banyak diawetkan dengan diasap. 

Apakah ikan tongkol, ikan marlin, ikan tuna, semua biasa diasap. Ikan yang sudah diasap biasanya dijual per ekor, dengan wujud sudah terbelah dua memanjang ditusukkan pada sebatang sujen (tusuk sate berukuran besar) di tengahnya. Ikan asap berwarna coklat merah dengan rona kehitaman ini dijual seharga Rp. 20.000-50.000 seekornya dengan ukuran sedang, harga tersebut berlaku untuk berbagai jenis ikan yang sudah diasap. 

Saya menemukan penjual ikan asar ini di kota Ambon persisnya di Pasar Mardika. Katanya kalau beli di Pasar Galala mahal karena itu daerah turis. Sejenak saya berbincang dengan si penjual ikan asar ini. Si nyong Ambon tulen ini bilang kalau membuat ikan asar ini butuh waktu lama, sekitar 8-10 jam untuk mengasapinya di atas panggangan ikan. 

Setelah ikan dibersihkan dan dilumuri perasan jeruk limau/lemon cui, ikan langsung diasap. Biasanya ikan diasap pada malam hari, jadi pada pagi harinya bisa dijajakan di pasar. Ada juga yang menambahkan bumbu tertentu saat mengasapi ikannya. Sialnya saat saya tanya bumbu apa yang ditambahkan, si nyong satu ini tidak mau cerita...ya sudahlah saya tidak mau memaksa. 

Ada yang unik saat mengasapi ikan ini. Si pembuatnya harus berkata “Asar akang di atas para-para” saat mulai mengasapi supaya hasilnya baik. Artinya kira-kira mengasapi ikan di atas panggangan. Tapi ikan tidak boleh kena bara api ya, cukup asapnya saja sudah cukup.

Pengalaman saya makan ikan asar di kota Ambon adalah diolah menjadi ikan kuah kuning atau disantap begitu saja dengan sambal colo-colo juga bikin ketagihan. Sepintas ikan asar ini pembuatan dan rasanya mirip ikan cakalang fufu dari Sulawesi Utara. 

Kalau pun anda ke Ambon dan ingin bawa oleh-oleh, bawalah ikan asar ini. Halal, nikmat, sehat, harganya terjangkau pula. Setelah diasap, ikan bisa tahan seminggu dalam suhu ruangan (asal jangan lembab) dan sebulan bila disimpan dalam kulkas. Penasaran? Beneran seng ada lawang nikmatnya tuh ikang asar! (K-4/Iyo)

0 komentar:

Poskan Komentar