About

Information

Selasa, 28 Mei 2013

Melepas Burung Untuk Buang Sial Saat Waisak

Sabtu, 25 Mei 2013 - 05:48:56 WIB
Melepas Burung Untuk Buang Sial Saat Waisak
Diposting Oleh : Administrator
Kategori: Tradisi 


Komhukum (Jakarta) - Hari raya suci umat Budha, Waisak akan berlangsung. Seperti biasanya, salah satu tempat yang akan ramai dikunjungi umat Budha untuk beribadah adalah Vihara Dharma Bakti yang terletak di kawasan Glodok–Jakarta Barat. 

Vihara ini populer karena letaknya di tengah-tengah pemukiman masyarakat Tionghoa, yang sebagian besar menganut agama Budha. Pengalaman saya dari tahun ke tahun, Vihara yang beralamat di kawasan Petak Sinkian (Petak 9), persisnya di JL. Kemenangan 3 ini juga akan diramaikan oleh ratusan pengemis pada hari raya Waisak nanti. 

Pengemis yang sebagian besar datang dari luar Jakarta ini juga ingin mengais rezeki dari umat Budha yang akan bersedekah. Dengan bermodalkan kantong plastik, para pengemis ini berbaris rapi menantikan rezeki di gerbang utama dan pintu samping Vihara.

Salah satu prosesi yang menarik perhatian saya dari tahun ke tahun, di lingkungan Vihara seluas sekitar 1.200 meter persegi adalah ritual melepas burung di hari raya Waisak. Umat Budha percaya, dengan melepas burung ke udara hal ini juga akan membuang kesialan yang melekat pada diri mereka. 

Konon menurut rekan saya yang kebetulan sering beribadah di Vihara yang punya nama lain Kim Tek Ji ini, jumlah burung yang dilepas pun juga tidak sembarang. Tergantung nanti angka baiknya berapa, sejumlah itulah burung akan dilepaskan ke udara. Tak ayal, tradisi ini juga dinantikan oleh banyaknya pedagang burung yang khusus mangkal di sekitar Vihara saat hari raya Waisak tiba. 

Burung yang dijual pun beraneka ragam, mulai dari burung gereja, gelatik, merpati, dan tekukur. Harga burung tersebut juga bervariasi. Burung gereja biasa dijual Rp. 1.000 per ekor, burung merpati kecil bisa mencapai Rp. 3.000-5.000 per ekornya. 

Tentunya tidak semua umat Budha yang hadir di sini mampu membeli burung dalam jumlah banyak, namun mereka tetap mengikuti ritual melepas burung ini dengan jumlah burung ala kadarnya.
Ya namanya juga tradisi, jadi siapa pun boleh ikut dalam ritual melepas burung ini. 

Hadir untuk ikut beribadah (bila anda umat Budha) atau sekedar meramaikan, pastinya Vihara yang telah berumur sekitar 400 tahun ini akan ramai dan meriah saat hari raya Waisak tiba. Hitung-hitung saya ikutan bersedekah dan buang sial. (K-4/Iyo)

0 komentar:

Poskan Komentar