About

Information

Selasa, 28 Mei 2013

Pengamat: PKS Jadi "Macan Ompong"

Selasa, 28 Mei 2013 - 15:52:25 WIB
Pengamat: PKS Jadi "Macan Ompong"
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik 


Komhukum (Bengkulu) - Kasus yang membelit mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq berpengaruh terhadap konsolidasi partai politik tersebut, hingga partai besutan Anis Matta itu dinilai sudah menjadi "macan ompong".

"Ada kekhawatiran yang sangat besar baik dari dalam maupun luar negeri terhadap PKS yang kini diibaratkan seperti macan yang sudah mulai ada taringnya, oleh sebab itu sebelum menjadi lebih besar, dihabisi dahulu tenaganya," kata Pengamat politik yang juga pengajar Ilmu Sosial Politik Universitas Bengkulu Lamhir Syam Sinaga di Bengkulu, Selasa (28/05).

Menurut dia, PKS saat ini mengalami konspirasi politik bertujuan agar partai tersebut tidak fokus pada doktrin perjuangannya serta tidak fokus pada target-target partai.

"Jadi target orang itu bagaimana supaya PKS nantinya tidak termasuk menjadi partai yang bisa berbuat apa-apa, dibuat sedemikian rupa menjadi partai netral yang tidak berpengaruh di kancah politik dan bisa dikendalikan, itu target mereka. Jadi target mereka itu bukan sampai membubarkan PKS," katanya memprediksi.

Sebagian pihak meyakini, kata Lamhir, kalau PKS dalam keadaan aman dan tidak bermasalah maka partai besutan Anis Matta itu bisa saja menjadi partai nomor satu di Indonesia pada Pemilihan Umum 2014.

Dia memaparkan bahwa partai yang berpengaruh adalah partai yang mempunyai empat unsur yang saling bersinergi.

"Ada unsur tradisional, emosional, power dan interest. Unsur tradisional ini menyangkut kekeluargaan, sedangkan emosional merupakan keterkaitan emosi, di sini PKS sangat solid sehingga persatuan serta kadernya sangat bagus," katanya.

Namun menurut dia, untuk menjadi partai yang berpengaruh butuh unsur interest yang memuat keinginan masyarakat tentang keamanan dan kesejahteraan.

"Setiap partai akan manjadi besar dan mendapatkan dukungan massa kalau dapat memberikan security dan prosperity baik untuk masyarakat maupun untuk partai. Untuk menciptakan unsur interest ini dibutuhkan orang-orang yang handal dalam negosiasi maupun dalam melakukan lobi-lobi. Dan orang-orang itu yang saat ini kita lihat dihancurkan di PKS, sehingga mereka ibarat kehilangan taring kalau orang seperti itu tidak ada di partai," kata dia.

Lamhir mengatakan bahwa hantaman permasalahan yang menimpa PKS membuat plotting mass akan mengalihkan pilihannya ke partai lain pada pemilihan umum nanti.

"Jadi plotting mass yang semula percaya kepada PKS menjadi masa yang akan beralih ke partai lain, karena mereka melihat tidak ada lagi faktor security pada PKS," katanya.

Menurut dia konspirasi politik yang menimpa PKS tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga ada ikut campur tangan negara asing.

"Bukan orang dalam saja, tetapi ada indikasi luar, ini disebabkan ketakutan negara luar oleh karena PKS sudah mempunyai pengaruh besar saat ini, dan jika PKS menjadi partai nomor satu serta menguasai Indonesia, bukan tidak mungkin ideologi Indonesia juga akan bergeser. Apalagi saat ini di Mesir dan Turki dimenangkan oleh partai yang satu doktrin dan ideologi dengan PKS," kata dia.

Ia memaparkan di Mesir dimenangkan oleh partai Ikwanul Muslimin dengan pemimpin Mesir saat ini Mursi serta di Turki dipimpin Oleh Erdogan dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang ideologinya sama dengan PKS.

"Jadi kalau PKS menjadi partai pemenang Indonesia akan menjadi negara yang mengikuti ajaran Islam, itu yang ditakuti pihak luar apa lagi negara barat. Dengan berhasilnya Erdogan di Turki dan Mursi di Mesir yang satu ideologi dengan PKS nantinya bisa membuat poros jika PKS menang di Indonesia," kata dia.

Sehingga nantinya, menurut dia, bisa menghasilkan kekuatan yang ditakutkan oleh negara barat. Oleh karena itu PKS yang mulai menjadi suatu kekuatan baru kini secara perlahan dihancurkan.

"Erdogan di Turki menguasai Eropa, Mursi di Mesir menguasai Timur Tengah dan Jika PKS menang dapat menguasai Asia bukan tidak mungkin akan menjadi kekuatan strategis," ujarnya. (K-2/yan)

0 komentar:

Poskan Komentar