About

Information

Jumat, 17 Mei 2013

Median: PKS Dan Demokrat Diterjang Badai Di Pemilu 2014

Jumat, 17 Mei 2013 - 16:58:09 WIB
Median: PKS Dan Demokrat Diterjang Badai Di Pemilu 2014
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik 


Komhukum (Jakarta) - Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun mengatakan, posisi Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jelang pemilu 2014 seperti diterpa badai. Hal ini dikarenakan adanya fenomena migrasi (perpindahan) pemilih dari partai-partai politik.

Berdasarkan hasil survei, PD menempati peringkat pertama dalam migrasi pemilih yang memilihnya pada pemilu 2009 yaitu 76,67%. Sehingga hanya sekitar 23,33% pemilih mereka yang diperkirakan memilih di pemilu 2014 mendatang.

"Salah satu yang menjadi faktor penyebab adalah pemberitaan negatif seputar dugaan kuat kejahatan korupsi yang dilakukan oleh elit partai," ujar  Rico Marbun di Rumah Makan Bumbu Desa Cikini Jakarta Pusat, Jumat (17/05).

Menurutnya, belakangan ini publik disuguhkan pemberitaan secara gencar tuduhan korupsi yang menimpa PD dalam kasus Wisma Atlit dan Hambalang, serta PKS dengan skandal kasus kuota impor daging sapi. 

"Kasus yang menimpah elit partai tersebut pasti mempengaruhi persepsi publik terhadap kedua partai ini, dan bisa menjadi pemicu terjadi migrasi pemilih," terangnya.

Namun, berbeda dengan yang terjadi pada PKS. Walaupun belakangan ini juga gencar diberitakan media seputar isu korupsi yang diduga melibatkan para petinggi partai ini, namun pemilih PKS di tahun 2009 lalu tidak terlalu signifikan untuk bermigrasi ke partai lain. Terlihat dari hasil survei bahwa 73,03% pemilih PKS akan tetap memilih PKS.

Rico mengatakan, PKS tertolong oleh basis pemilih tradisionalnya yang solid dan memiliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi dibandingkan partai lainnya. Ia juga menambahkan, merupakan hal wajar ketika ada kasus korupsi yang menimpah kader dan berpengaruh pada elektabilitas partai.

Temuan itu sebenarnya relevan jika melihat hasil survei yang menanyakan alasan memilih partai. Ia menilai, sebagian besar pertimbangan publik (18%) memilih PKS karena kerja kadernya, dibandingkan pertimbangan lainya, seperti religius (12%), kesolidan (11%), merakyat (10,6%).

"Sehingga jika melihat kecenderungan pemilih PKS itu, maka bisa diperkirakan goncangan besar yang terjadi belakangan ini di tubuh PKS tidak akan signifikan menurunkan suara PKS pada pemilu nanti," ujarnya.

Survei yang bertajuk elektabilitas parpol dan migrasi pemilih jelang pemilu 2014 itu dilakukan pada tanggal 28 April hingga 6 Mei 2013 lalu, dengan 1.600 responden berusia 17 tahun atau sudah menikah. Survei dilakukan dengan metode multi random sampling dengan margin error sebesar 2,5% dan tingkat kepercayaan 95%. (K-2/Roy)

0 komentar:

Poskan Komentar