About

Information

Senin, 25 Februari 2013

Pekerja Bangunan Kebanjiran Order

Senin, 25 Februari 2013 - 06:07:20 WIB
Pekerja Bangunan Kebanjiran Order
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bisnis 


Komhukum (Lebak) - Pekerja bangunan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, kebanjiran orderan sehubungan bergulirnya program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di daerah itu.

"Kami tidak kehilangan pekerjaan selama ini banyak warga yang menyuruh bekerja," kata Sukria, salah seorang pekerja bangunan warga Rangkasbitung, Minggu (24/02).

Menurut dia, selama ini para pekerja bangunan di Rangkasbitung tidak kesulitan untuk mendapat pekerjaan. Program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang digulirkan Kementerian Perumahan sangat membantu bagi pekerja bangunan.

Bayangkan, kata dia, dirinya mendapat pekerjaan dari warga yang menerima BSPS antara satu sampai lima. "Kami terbantu dengan adanya program rumah bedah itu bisa bekerja," katanya.

Ia mengatakan, program bedah rumah tersebut dipastikan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab penjualan bahan material bangunan laku keras untuk memperbaiki rumah warga yang berpenghasilan rendah.

Selain itu juga pendapatan ekonomi pekerja buruh bangunan meningkat. "Kami berharap program ini dilanjutkan untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Begitu pula Ngadimin, seorang pekerja bangunan warga Desa Rangkasbitung Timur mengaku bahwa dirinya kini kebanjiran orderan pekerjaan bangunan rumah masyarakat. Bahkan, dirinya kini sedang memperbaiki rumah warga yang menerima BSPS.

Saat ini, kata dia, kondisi rumah yang dibangun melalui BSPS relatif baik dibandingkan sebelumnya kumuh dan tidak layak huni. "Kami bekerja di rumah warga yang berpenghasilan rendah itu relatif murah yakni Rp. 50.000/hari," katanya.

Amri, salah satu warga Kebon Kelapa, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku bahwa dirinya senang mendapat program BSPS dari pemerintah berupa uang sebesar Rp. 6 juta dengan pencairan dua tahap.

Bantuan tersebut, kata dia, pihaknya bisa mempekerjakan pekerja bangunan untuk memperbaiki rumah. Sebelumnya, kondisi rumah miliknya yang tidak layak huni, namun kini sudah ditembok bata dan berdiri tegak kusen kayu.

"Dengan program BSPS ini kami terbantu untuk memperbaiki rumah menjadi sehat," kata Amri yang sehari-hari mengojek di Pasar Rangkasbitung. Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Lebak Andi Hasan Radi mengatakan masyarakat yang menerima BSPS tercatat 1.208 kepala keluarga tersebar di 11 desa/kelurahan.

Pelaksanaan program bedah rumah di Kabupaten Lebak bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Masyarakat yang menerima bantuan tersebut karena kondisi rumahnya tak layak huni.

"Program bantuan yang dikucurkan Kementerian Perumahan tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. Ia menambahkan program BSPS tersebut seluruhnya Rp. 6 juta dibagi dua tahap pencairan. "Dengan pencairan dua tahap itu agar benar-benar program bedah rumah dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," katanya. (K-4/EIO)

0 komentar:

Poskan Komentar