About

Information

Senin, 21 Januari 2013

Ekonomi, Senin 21 Januari 2013

Senin, 21 Januari 2013 - 04:39:48 WIB
Pompa Berkapasitas Besar Dikerahkan Dahlan ke Pluit
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bisnis 


Komhukum (Jakarta) - Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengerahkan sejumlah pompa besar milik PT. Dok Kodja Bahari (Persero) untuk mengurangi ketinggian air yang menggenangi ribuan rumah warga di kawasan Pluit, DKI Jakarta.

"Setelah melihat secara langsung banjir di Pluit dan Muara Baru yang sangat memprihatinkan, Dahlan langsung memerintahkan BUMN Dok Kodja Bahari untuk langsung bergerak," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN Faisal Halimi dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (20/1).

Menurut Faisal, selain Dok Kodja Bahari, BUMN lain yang juga ambil bagian dalam mengatasi banjir tersebut adalah PT. Pelindo II dan PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), dan PT. Bank Mandiri. "Dahlan memerintahkan Dirut Pelindo II RJ. Lino untuk mengontak PT. Rukindo yang punya satu kapal keruk yang fungsinya juga bisa untuk pompa," kata Faisal.

Dahlan meninjau lokasi banjir menggunakan kapal karet milik Kostrad dan langsung menuju rumah pompa yang berlokasi di ujung Pluit dekat Muara Baru. Dahlan menemukan bahwa dari 14 pompa yang ada, hanya dua yang berfungsi, sementara enam unit pompa dalam perbaikan, empat terendam banjir dan 1 unit sedang diistirahatkan.

Melihat kondisi banjir yang belum surut dalam waktu dekat karena ditambah dengan adanya banjir rob dari laut Muara Karang, Dahlan pun meminta Dok Kodja Bahari segera menambah pompa dengan kapasitas yang lebih besar.

Saat ini Dok Kodja Bahari memiliki sepuluh unit pompa raksasa dengan kapasitas 18 m3/menit yang biasa untuk mengeringkan dok. "Saya minta kesepuluhnya pompa itu dikerahkan. Kalau sedang dalam perbaikan, harus secepatnya diselesaikan," tegas Dahlan.

Sebelumnya mantan Dirut PLN ini bersama Direksi Bank Mandiri sudah mendistribusikan makanan ke kampung yang hanya bisa dijangkau dengan cara menyeberangi danau Pluit dan ikut melihat rumah pompa yang kurang berdaya. Bank Mandiri mendistribusikan 80 mesin pengolah air banjir menjadi air minum tanpa perlu menggunakan listrik.

Pada kesempatan itu Dahlan dan Dirut Bank Mandiri Zulkifli memberi contoh minum langsung air tersebut di lokasi banjir yang diikuti para pengungsi. "Ini aman karena teknologinya terjamin. Saya sudah mengunjungi pabriknya di Bandung. Ini teknologi ciptaan alumni ITB Dr. I Gede Wenten," kata Dahlan. (K-4/EIO)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Senin, 21 Januari 2013 - 04:36:21 WIB
Mengapa Singkong Laku Keras Saat Hujan?
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bisnis 


Komhukum (Lebak) - Komoditas singkong di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, selama musim hujan laku keras sehingga pendapatan pedagang naik dua kali lipat.

"Kami sehari bisa menjual sebanyak satu ton, padahal hari biasa hanya 500 kilogram," kata Ahmad, seorang pedagang singkong di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (20/1).

Masyarakat, kata dia, saat ini lebih memilih makanan yang murah dan terjangkau menyusul tibanya musim hujan. Sebab musim hujan dipastikan harga-harga bahan pokok, termasuk beras melonjak dan banyak warga yang tidak mampu membeli kebutuhan pokok tersebut.

"Kemungkinan mereka warga yang membeli komoditas singkong sebagai pengganti alternatif makanan pokok. Saya kira warga yang datang ke sini mereka dari kalangan ekonomi berpenghasilan rendah," katanya.

Menurut dia, saat ini harga singkong jenis roti maupun mentega dijual dengan harga sebesar Rp. 1.500 per kilogram. "Harga sebesar itu tentu sangat terjangkau bagi kalangan masyarakat keluarga miskin," kata Ahmad.Sebagian besar  membeli singkong untuk dijadikan makanan alternatif maupun makanan tambahan sehubungan harga beras di pasaran cukup tinggi.

Ade,  pedagang di Pasar Rangkasbitung mengaku terpaksa mendatangkan singkong dari beberapa kecamatan karena permintaan  yang tinggi. "Kami sehari bisa menjual singkong antara satu ton sampai 1,5 ton, padahal hari biasa sekitar 700 kilogram," katanya. (K-4/EIO)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dolar Menguat, Harga Emas Turun 
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Perbankan 


Komhukum (Chicago) - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange (NYMEX) sedikit menurun pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena dolar AS menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 3,8 dolar AS, atau 0,22 persen, menjadi menetap di 1.687 dolar AS per ons.

Namun demikian, harga emas untuk seminggu masih naik 1,6 persen.

Dolar yang lebih kuat agak memperlemah emas, ketika indeks dolar, pengukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik menjadi 79,994 dari 79,691 pada Kamis.

Data dari China juga mengecewakan bagi emas. Data menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 7,9 persen pada kuartal keempat, melebihi perkiraan ekonom dan memperkuat harapan bahwa perekonomian China meningkat.

Emas hanya menemukan sedikit dukungan dari ukuran sentimen konsumen University of Michigan-Thomson Reuters, yang turun menjadi 71,3 dalam angka pendahuluan Januari dari tingkat Desember 72,9, tingkat terendah sejak Desember 2011.

Lantai perdagangan emas di AS akan ditutup pada Senin untuk liburan Martin Luther King Jr.

Perak untuk pengiriman Maret naik 12,2 sen, atau 0,38 persen, menjadi ditutup pada 31,932 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman April merosot 26,5 dolar AS, atau 1,56 persen, menjadi ditutup pada 1.674 dolar AS per ons. (K-5/el)

0 komentar:

Posting Komentar