About

Information

Minggu, 27 Januari 2013

Nasional ( Umum ), Minggu 27 Januari 2013

Minggu, 27 Januari 2013 - 16:38:54 WIB
Bentrok Oknum Polisi Vs TNI, Satu Orang Tewas
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Palembang) - Pratu Heru Oktavianus, anggota Yon Armed 76/15 Tarik Martapura Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan tewas tertembak dibagian punggung kanan tembus hingga ke leher akibat bentrok antara oknum Polisi dan TNI.

Pratu Heru tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah ditembak oleh oknum polisi berinisial Brigadir BW yang sedang piket di Pos Polisi Ogan II Sukajadi Kecamatan Baturaja Timur, Minggu (27/01) dini hari.

Hingga kini belum ada informasi secara pasti mengenai kejadian tersebut dan masih simpang siur.

Menurut informasi sementara versi polisi, beberapa saat sebelum kejadian Brigadir BW yang sedang dinas piket di Pos Polisi Ogan II bersama Briptu Ongki dan Briptu Siregar sedang main gaple. Tiba-tiba melintas Pratu Heru Oktavianus dan teman-temannya di depan Pos Polisi sambil meneriakkan kata-kata ejekan kepada anggota polisi.

Mendengar kata-kata makian itu Brigadir BM tersinggung dan mengejar Pratu Heru dan sekitar 50 meter dari Pos Polisi Ogan II terjadi keributan.

Infonya Brigadir BM sempat mendorong motor Pratu Heru. Setelah terjadi adu mulut kemudian terdengar bunyi letusan senjata api dan Pratu Heru mengalami luka tembak. 

Korban yang terkena tembakan sempat dilarikan ke RS Antonio Baturaja pukul 01.00 WIB. Tetapi pada pukul 03.00 WIB dikirim ke RSMH Palembang sebelum akhirnya meninggal dunia. (K-2/Adi)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 27 Januari 2013 - 15:01:51 WIB
Longsor di Jambi, 6 Karyawan Pertamina Tewas
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Jambi) - Akibat tanah longsor di Kabupaten Kerinci, Jambi yang terjadi Sabtu malam (26/01), enam orang karyawan PT. Pertamina Geo Thermal (PGE) tewas tertimbun.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah di Jambi, Minggu (27/01) mengatakan, dari enam orang korban tewas akibat tanah longsor di Kerinci tersebut, empat orang masih tertimbun tanah sedangkan dua korban lagi sudah ditemukan.

Bencana tanah longsor tersebut terjadi pada sekitar pukul 20.00 WIB, telah terjadi longsor di camp PT. PGE yang sedang melakukan pengeboran Cluster B Portakem,di Desa Lempur Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci.

Informasi sementara dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) digunakan sebagai tempat untuk menginap kurang lebih 60 orang karyawan pekerja proyek tersebut.

Longsor tersebut disebabkan faktor curah hujan yang terjadi pada beberapa hari terakhir ini cukup deras di lokasi tersebut.

Pihak kepolisian setempat telah melakukan langkah-langkah yang telah dilakukan yakni pihak Kapolres Kerinci menurunkan personel guna membantu evakuasi dan menolong korban longsor.

Kemudian telah berkoordinasi dengan Pemkab dan Pemkot Kerinci dan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kerinci untuk membantu mengatasi kejadian itu kemudian mendirikan Pos Penanggulangan Korban Longsor dengan melibatkan unsur terkait.

Kesimpulan sementara dari 60 orang pekerja PT. PGE tersebut ada 57 orang dapat lari menyelamatkan diri dari bencana tanah longsor tersebut dan ada enam orang yang meninggal dunia dan satu orang luka berat.

Korban yang meninggal dunia atau luka untuk sementara ini berjumlah enam orang meninggal dunia degan rincian empat orang tertimbun tanah longsor.

Sedangkan dua orang korban tewas di puskesmas Lempur, yakni atas nama Ahmad Saiku laki-laki usia 40 tahun, Yanto laki-laki sementara itu satu korban luka berat degan patah kaki dan tangan.

Sementara ini tim evakuasi masih mencari korban lainnya yang kemungkinan tertimbun tanah longsor tersebut. (K-2/yan)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 27 Januari 2013 - 13:39:25 WIB
Longsor di Agam, Renggut Lima Nyawa 
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Lubukbasung) - Lima warga Kampung Dadok, Jorong Data, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang tertimbun longsoran material bukit, ditemukan meninggal dunia pada Minggu (27/01), sekitar pukul 05.30 WIB.

Bupati Agam di Lubukbasung, Minggu, menyebutkan empat korban yang sudah ditemukan sebelumnya yakni Nursinah (55), Juliati (30), Martini (60), dan Tarajudin (60) sedang dimandikan untuk dikebumikan di kuburan kaum yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi longsor.

"Sementara satu warga atas nama Asril (60) baru ditemukan," jelasnya.

Pencarian para korban longsor akibat hujan deras yang terjadi pada Sabtu (27/01) sejak pukul 19.00 WIB sampai 22.00 WIB dilakukan dengan peralatan seadanya karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi karena akses ke lokasi berupa jalan setapak.

"Petugas dibantu masyarakat masih melakukan pencarian korban yang tertimbun dengan peralatan seadanya karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi longsor," tambahnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya sedang mencari bantuan alat berat berukuran kecil yang bisa masuk ke lokasi longsor yang berjarak sekitar 35 kilometer dari Lubukbasung arah Malalak.

Data BPBD Agam korban longsor yang belum ditemukan, yakni: 1. Padri (10) 2. Rosmi (60) 3. Nursidah (60) 4. Bayar (65) 5. Rosda (57) 6. Padri (45) 7. Erni (40) 8. Aldi (10) 9. Kamal (3) 10. Mursinah (60) 11. Juliddi (30) 12. Dila (28) 13. Nurhaida (2) 14. Idah (5) 15. Rani (10) Sementara korban yang luka-luka: 1. Basri 2. Maryani 3. Syahrial 4. Rudi 5. Irwan. (K-5/el)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 27 Januari 2013 - 13:27:39 WIB
Jokowi Santuni Korban Banjir di Pasar Ikan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Jakarta) - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi membagikan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir di Pasar Ikan, RT 11, RW 04, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Jokowi tiba di lokasi tersebut pada Minggu, pukul 11.30 WIB dan langsung disambut oleh warga sekitar yang ingin bersalaman.

Banjir dengan ketinggian yang bervariasi sudah menggenangi wilayah tersebut sejak Kamis (17/01) lalu dan baru surut pada Rabu (23/01).

Ketinggian air yang merendam rumah warga selama berhari-hari di kawasan tersebut berbeda-beda, yakni mulai dari 40 sentimeter hingga satu meter.

Akan tetapi, bukan hanya banjir yang melanda pemukiman warga, karena setelah banjir surut, wilayah tersebut juga dilanda banjir rob akibat air pasang pada Kamis (24/01).

Di lokasi tersebut, Jokowi membagikan bantuan berupa beras, mie instan, sembako, selimut, uang tunai, buku tulis dan seragam sekolah kepada para korban banjir di wilayah itu.

Hingga berita ini diturunkan, Jokowi masih membagi-bagikan bantuan kepada warga secara langsung satu per satu. (K-5/el)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 27 Januari 2013 - 10:56:27 WIB
Tanggap Darurat Banjir Jakarta Perlu Diperpanjang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Jakarta) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) menyatakan masa tanggap darurat banjir di wilayah DKI Jakarta perlu diperpanjang selama tujuh hingga 10 hari ke depan karena masih banyak persoalan pascabanjir di lapangan yang belum terselesaikan.

"Kami mengusulkan agar masa tanggap darurat banjir diperpanjang menjadi masa transisi darurat sampai tujuh hingga 10 hari ke depan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di Jakarta, Minggu (27/01).

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di lapangan kini masih banyak masalah yang belum terselesaikan pascamusibah banjir terjadi.

Sutopo mencontohkan, hingga kini masih ada lebih dari 4.500 pengungsi, banyak kerusakan sarana dan infrastruktur yang harus diperbaiki, hingga sampah di sungai yang harus diangkut dan disingkirkan.

"Lumpur di pemukiman juga menjadi masalah lain ditambah pompa waduk-waduk yang masih rusak, dan prasarana lain yang harus juga diperbaiki. Ini semua perlu waktu," katanya.

Ia mengatakan, keputusan untuk mencabut dan memperpanjang masa tanggap darurat sepenuhnya ada di tangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Oleh karena itu, ia berharap usul BNBP untuk memperpanjang masa tanggap darurat menjadi perhatian serius.

"Untuk bisa menggunakan dana BNBP sebagai dana untuk memperbaiki kerusakan dan pemulihan pasca-banjir harus ada pernyataan dari Gubernur DKI sehingga dana bisa cair. Kalau tidak ada pernyataan itu kami kesulitan," katanya.

Menurut dia, jika mekanisme itu tidak dipenuhi maka BNBP tidak bisa mencairkan dana "recovery" banjir karena menyalahi ketentuan.

"Kami khawatir akan ada temuan BPK kalau ini dipaksakan cair tanpa pernyataan Gubernur," katanya. (K-5/el)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 27 Januari 2013 - 08:36:29 WIB
PT. Tenang Jaya Sejahtera Gugat Chuhatsu Indonesia
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 



Komhukum (Karawang) - PT. Tenang Jaya Sejahtera Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggugat PT. Chuhatsu Indonesia di Pengadilan Negeri Bekasi, menyusul adanya pembatalan perjanjan kerja sama secara sepihak yang dilakukan PT. Chuhatsu Indonesia.

Kuasa Hukum PT. Tenang Jaya Sejahtera, Lukman Hakim SH, Sabtu (26/01) mengatakan, gugatan terpaksa dilakukan karena PT. Chuhatsu Indonesia yang berlokasi di Cibitung-Bekasi telah membatalkan perjanjian kerja sama secara sepihak. Akibatnya PT. Tenang Jaya Sejahtera dirugikan sebesar Rp. 60 miliar.

Menurut dia, gugatan bermula dari sebuah kerja sama antara penggugat dan tergugat dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan serta pengangkutan limbah B3 di tempat tergugat yang berlokasi di Cibitung-Bekasi sejak tanggal 6 Maret 2010, sebagaimana Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 114/PO.CHI/III/2010.

SPK itu kemudian diperpanjang melalui SPK Nomor 124/PO.CHI/III/2012, tertanggal 6 Maret 2012, dengan masa berlaku perjanjian selama dua tahun.

Kemudian, pada tanggal 30 April 2012, penggugat bersama tergugat membuat SPK kembali sebagaimana SPK Nomor 178/PO.CHI/IV/2012 tentang Penunjukan Pemanfaat Limbah B3 dan Non-B3 pada PT. Chuhatsu Indonesia Karawang Plant yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta Karawang, dengan masa berlaku perjanjian selama dua tahun.

"Pada tanggal 2 Juni 2012, penggugat mendapatkan surat undangan dari tergugat, yang isinya meminta penggugat untuk hadir di tempat tergugat, dengan agenda pembahasan Pengelolaan Limbah dan penggugat memenuhi undangan," katanya.

Tetapi dalam pertemuan selanjutnya, PT Chuhatsu Cibitung yang merupakan manajemen PT. Chuhatsu Indonesia justru memberikan surat pemberitahuan yang isinya menyatakan bahwa tergugat telah menunjuk pihak lain untuk melakukan pengelolaan limbah ekonomis dan limbah yang semestinya dijalankan oleh PT. Tenang Jaya Sejahtera.

Ia menilai, pemutusan kerja sama secara sepihak oleh PT. Chuhatsu Indonesia itu telah merugikan kliennya sekitar Rp. 60 miliar, sesuai dengan keuntungan yang bakal didapat PT. Tenang Jaya Sejahtera jika SPK itu dijalankan oleh para pihak.

Gugatan perdata bernomor: 332/Pdt.G/2012/PN.Bekasi tersebut kini sudah masuk dalam tahap replik atas jawaban tergugat. Pada hari Rabu (30/01) pekan depan pihak tergugat dalam hal ini PT. Chuhatsu Indonesia akan menyampaikan duplik atas replik penggugat.

Pihak tergugat (PT. Chuhatsu Indonesia) yang diwakili Musyafran Rangkuti menyatakan kalau SPK No 124/PO.CHI/III/2012 tanggal 6 Maret 2012 dan SPK No 178/PO.CHI/VI/2012 telah dibuat oleh orang yang tidak berwenang dan tidak mempunyai hak untuk membuat serta menandatangani sebuah perjanjian atas nama tergugat.

Karena itu, menurut tergugat dalam jawabannya, perjanjian tersebut tidak sah sehingga meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini menolak gugatan penggugat. (K-2/yan) 


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 27 Januari 2013 - 06:32:22 WIB
Hari Minggu Jakarta Diguyur Hujan Ringan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Jakarta) - DKI Jakarta dan sekitarnya diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan diguyur hujan dengan intensitas ringan dan sedang sepanjang Minggu pagi hingga malam.

BMKG dalam lamannya yang dipantau hari Minggu (27/01) dini hari menyebutkan wilayah Jakarta Utara akan diguyur hujan ringan pada pagi dan malam, namun hujan sedang pada siang harinya.

Berbeda dengan Jakarta Utara, Jakarta Pusat diprakirakan akan berawan pada Minggu pagi, dan hujan ringan siang dan malam hari sedangkan Jakarta Selatan akan diguyur hujan ringan pada pagi dan malam hari serta hujan sedang pada siang harinya.

Jakarta Timur sejak pagi sampai siang hari diprakirakan berawan dan pada malam harinya diguyur hujan ringan.

Hujan ringan diprakirakan turun di Jakarta Barat pada pagi dan malam hari, serta hujan sedang pada siang harinya.

Menurut BMKG, wilayah Kepulauan Seribu sejak pagi hingga malam hari akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Hujan dengan intensitas ringan dan sedang juga diprakirakan mengguyur wilayah Depok, Tangerang, Bekasi dan Bogor.

Banjir sempat melanda sebagian wilayah Jakarta akibat hujan deras di wilayah Puncak, serta Jabodetabek pada tanggal 17 Januari lalu. Akibatnya, belasan ribu orang mengungsi dan 14 orang meninggal dunia. (K-2/yan)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 27 Januari 2013 - 05:15:37 WIB
Kawanan Gajah Merusak Perkebunan di Aceh Jaya
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Aceh Jaya) - Kawanan gajah (Elephas maximus) turun ke perkampungan mencari makan dengan cara merusak puluhan hektare tanaman padi dan palawija milik warga di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Jaya Amrin Sayuna di Meulaboh Sabtu (26/1) mengatakan, binatang berbelalai panjang itu merusak tanaman warga di Gampong (desa) Curek, Kecamatan Krung Sabe, sejak Jumat malam (25/1).

Disebutkan, turunnya kawanan gajah di desa itu mengakibatkan warga ketakutan dan terpaksa mengungsi ke desa lain yang lebih aman. "Daerah itu memang desa lama yang berhampiran dengan kawasan hutan, dan benar kawanan gajah sering turun kepemukiman warga untuk mencari makanan," katanya.

Menurut Amrin, konflik gajah dengan warga di kabupaten pemekaran dengan Aceh Barat 2002 itu sudah berlangsung lama, karena keberadaan satwa berbadan besar tersebut paling banyak di kawasan pedalaman Aceh Jaya.

Kata dia, setiap malam kawanan gajah turun kepemukiman warga setempat, namun hal itu sudah biasa karena masyarakat pedalaman Aceh Jaya sudah bersahabat dekat dengan hewan dilindungi tersebut.

Menurut dia, apabila seketika kawanan gajah mengamuk itu disebabkan oleh warga ada yang mengusik keberadaan gajah itu baik dengan mengusirnya secara tidak ramah ataupun merusak habitat mereka.

"Yang pastinya kalau gajah itu tidak diganggu warga, diapun tidak jahat, kita sangat berharap warga yang mengusirnya dari pemukiman tidak dengan cara kasar," imbuhnya.

Sementara itu informasi diperoleh dari warga Curek, Aceh Jaya, akibat amukan kawanan gajah tersebut tiga unit rumah dirusak dan puluhan kepala keluarga mengungsi.

Terkait hal itu sebut Amrin, pihaknya belum menerima laporan pengungsian dan akan turun ke lokasi untuk memastikan, karena memang dalam sepekan ini kawanan gajah menyerbu kawasan Keunareuh, Kecamatan Setia Bakti kemudian bersambung ke Curek.

Kata dia, bila memang kawanan gajah tersebut masih menetap dipemukiman warga maka BPBD mengharapkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dapat turun menghalau gajah kembali ke habitatnya.

"Hari Senin (28/1) kita akan turun ke pedalaman itu untuk melihat kerusakan dan mengajak pihak lain untuk ikut menghalau gajah agar kembali ke habitatnya," katanya menambahkan. (K-4/EIO)

0 komentar:

Posting Komentar