About

Information

Kamis, 31 Januari 2013

Internasional, Kamis 31 Januari 2013

Kamis, 31 Januari 2013 - 10:17:20 WIB
Tornado Terjang AS, Dua Warga Tewas
Diposting oleh : Administrator 


Komhukum (Washington) - Sistem topan sangat besar yang mempengaruhi Souther dan Midwestern Amerika Serikat menghasilkan beberapa tornado pada Rabu (30/01), sehingga menimbulkan kerusakan besar serta menewaskan dua orang di Negara Bagian Georgia, demikian laporan media AS.

Tornado yang paling menghancurkan menerjang Adairsville, Georgia, kata satu laporan dari NBC. Dengan mengutip Georgia State Patrol, laporan itu mengatakan angin puting beliung tersebut menjungkir-balikkan mobil, membuat Interstate 75 dipenuhi puing, dan memaksa para pejabat menutup jalur jalan sepanjang 10 mil.

Banyak bangunan di Bartow, yang berdekatan di Georgia, sebagian berisi manusia, juga rusak diterjang topan, dan polisi telah menerima menerima telepon yang melaporkan orang cedera serta trauma, kata Atlanta Journal-Constitution. Satu orang tewas di Bartow County, ketika satu bangunan ambruk.

Delapan orang pergi ke Rumah Sakit Gordon di Calhoun, Georgia, karena cedera setelah topan, kata beberapa pejabat sebagaimana dikutip NBC. Topan tersebut juga membuat lebih dari 8.500 orang tak memperoleh listrik di seluruh negara bagian itu.

Seorang pria yang berusia 47 tahun tewas akibat topan tersebut di Nashville, Tennessee, ketika satu pohon tumbang dan menimpa gudang tempat ia berlindung, kata beberapa laporan.

Topan juga antara lain menerjang Negara Bagian Mississippi, Kentucky, Arkansas, Indiana, Texas dan Alabama. (K-5/el)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamis, 31 Januari 2013 - 07:56:42 WIB
Serangan Militer di Yaman Tewaskan 18 Orang
Diposting oleh : Administrator 


Komhukum (Aden) - Dua prajurit dan 16 militan Al Qaeda tewas selama ofensif militer terhadap kelompok garis keras yang dituduh menyandera orang-orang Barat, kata beberapa sumber.

"Enam-belas gerilyawan Al Qaeda tewas dalam empat serangan ketika pesawat Yaman menggempur posisi-posisi di dekat Manaseh," sebuah pangkalan militan di provinsi Bayda, kata satu sumber suku mengenai ofensif Selasa itu.

Seorang pejabat di kawasan itu melaporkan, dua prajurit tewas dalam ledakan bom mobil yang ditujukan pada sebuah posisi militer di dekat kota Radah, 30 kilometer ke arah barat. Ledakan bom mobil bunuh diri di sebuah pos pemeriksaan di daerah yang sama menewaskan 11 prajurit dan mencederai 17 lain pada Senin, dalam serangan yang dituduhkan pada Al Qaeda.

Tiga orang lagi tewas dalam operasi militer yang diluncurkan pada Minggu larut malam terhadap militan terkait Al Qaeda yang dituduh menyandera seorang Austria dan dua warga Finlandia di Manaseh di provinsi Bayda, kata sumber-sumber suku. Tentara kini memburu tiga militan yang dituduh menyandera orang-orang Eropa itu dan yang menolak menyerah meski telah ada upaya-upaya penengahan.

Ketiga orang itu -- saudara-saudara dari Tarek al-Dahab, seorang pemimpin Al Qaeda yang tewas dalam serangan pada Februari 2012 -- membantah menyandera ketiga orang Eropa itu. "Ketiga sandera Eropa itu tidak berada di Manaseh. Mereka mungkin masih di Marib," sebuah pangkalan timur Al Qaeda, kata satu sumber suku yang melakukan kontak dengan militan kepada AFP.

Sebelumnya bulan ini, para pejabat keamanan Yaman menyatakan, orang-orang Eropa yang diculik itu ditahan oleh kelompok suku terkait Al Qaeda di Marib. Mereka diculik pada 21 Desember di Sanaa ketika sedang bersiap-siap pergi ke kota pelabuhan Aden, Yaman selatan, melalui kota kedua Taez.

Warga asing sering menjadi korban penculikan di Yaman oleh orang-orang bersenjata yang memanfaatkan hal itu sebagai alat tawar-menawar dengan pemerintah. Lebih dari 200 orang diculik di Yaman dalam 15 tahun terakhir. Sebagian besar dari mereka dibebaskan dalam keadaan hidup dan selamat.

Seorang warga Prancis yang bekerja untuk Komite Internasional Palang Merah (ICRC) yang diculik pada April di kota pelabuhan Hudaida, Yaman utara, dibebaskan dengan selamat tanpa cedera pada Juli.

Namun, seorang wanita Swiss yang diculik oleh gerilyawan Al Qaeda pada Maret 2012, juga di Hudaida, hingga kini masih disandera kelompok tersebut. Yaman adalah negara leluhur almarhum pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan.

Yaman Utara dan Yaman Selatan secara resmi bersatu membentuk Republik Yaman pada 1990 namun banyak pihak di wilayah selatan, yang menjadi tempat sebagian besar minyak Yaman, mengatakan bahwa orang utara menggunakan penyatuan itu untuk menguasai sumber-sumber alam dan mendiskriminasi mereka.

Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).

Negara-negara Barat dan Arab Saudi, tetangga Yaman, khawatir negara itu akan gagal dan Al Qaeda memanfaatkan kekacauan yang terjadi untuk memperkuat cengkeraman mereka di negara Arab miskin itu dan mengubahnya menjadi tempat peluncuran untuk serangan-serangan lebih lanjut, demikian AFP melaporkan. (K-4/EIO)

0 komentar:

Posting Komentar