About

Information

Minggu, 30 Juni 2013

Demonstrasi di Brazil, Popularitas Presiden Merosot

Minggu, 30 Juni 2013 - 10:47:50 WIB
Demonstrasi di Brazil, Popularitas Presiden Merosot 
Diposting oleh : Administrator 

Komhukum (Sao Paulo) - Tingkat popularitas Presiden Brazil Dilma Roussef merosot 27 persen dalam tiga pekan terakhir, sebuah bukti bahwa aksi demonstrasi mengancam upayanya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilu tahun depan.

Survei yang dilakukan lembaga Datafolha dan dipublikasikan di harian Folha de S.Paulo pada Sabtu (29/06) mencatat bahwa rakyat Brazil yang menilai kinerja pemerintahan Roussef dengan jawaban "baik" merosot sehingga hanya mencapai 30 persen dari sebelumnya 57 persen pada awal Juni lalu.

Penurunan dukungan terhadap pemimpin Brazil tersebut merupakan yang tertajam sejak 1990, ketika Fernando Collor membekukan tabungan masyarakat guna menghentikan hiperinflasi.

Dua tahun kemudian, Collor mundur dari jabatannya setelah Kongres memakzulkan dirinya atas tuduhan korupsi.

Sebelumnya, Roussef tercatat mendapat tingkat dukungan tertinggi bahkan jika dibandingkan dengan para pemimpin negara Barat, yang sebagian besar dipicu oleh rendahnya tingkat pengangguran di negara itu. 

Tetapi popularitasnya mulai turun sejak awal Juni ketika harga barang kebutuhan pokok mulai menekan tingkat daya beli masyarakat, sebuah jaminan atas masalah di negara yang memiliki sejarah panjang inflasi yang membumbung.

Hal itu kemudian disusul dengan aksi demonstrasi di jalanan selama beberapa pekan, yang membuat kerisauan dalam stabilitas politik dalam negeri Brazil. Meskipun protes tidak ditargetkan kepada pemimpin atau partai tertentu, aksi tersebut secara tidak langsung menargetkan pemerintah yang dinilai korup sehingga melorotkan popularitas para politikus populer, termasuk Roussef.

Jejak pendapat Datafolha tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan sejak lebih dari satu juta warga Brazil memadati jalanan dalam beberapa pekan terakhir guna memprotes sejumlah keluhan, mulai dari korupsi dan buruknya layanan publik serta kemarahan atas miliaran dolar yang dihamburkan untuk perhelatan Piala Dunia 2014 mendatang.

Sebanyak 65 persen dari responden juga menyatakan bahwa aksi protes yang tengah berlangsung itu telah memberikan dampak positif bagi negara terbesar di Amerika Latin tersebut.

Pergolakan politik di Brazil telah memaksa pemerintah untuk menjanjikan perbaikan layanan publik serta beberapa langkah guna menjawab tuntutan para demonstran. Dalam sepekan terakhir, Kongres Brazil telah mengesahkan undang-undang yang mendorong sejumlah isu yang populer bagi demonstran.

Mahkamah Agung Brazil juga telah memerintahkan penangkapan terhadap sejumlah anggota Majelis Rendah yang terlibat kasus korupsi.

Roussef sendiri mengejutkan rakyat Brazil pada Senin dengan mengajukan pembentukan sebuah Majelis Konstituen yang akan mengubah sistem politik di negara tersebut, meskipun rencana itu ditarik sehari kemudian setelah gagal mendapat dukungan dari oposisi dan partai pendukungnya.

Presiden Brazil itu kini tengah mencari dukungan Kongres untuk sebuah pemungutan suara yang menanyakan rakyat Brazil tentang perubahan sistem politik bagaimana yang mereka inginkan. Dalam jajak pendapat Datafolha, 68 persen responden mendukung ide pemungutan suara (plebisit) tersebut.

Popularitas Roussef juga tercatat merosot tajam di seluruh wilayah di Brazil, bahkan di provinsi Timur Laut Brazil, yang merupakan tempat kelahiran pendahulunya Luiz Inacio Lula da Silva dan basis dukungan bagi Partai Buruh (PT) yang tengah memerintah. Jumlah pendukung pemerintah di wilayah tersebut yang tadinya berjumlah 64 persen pada 8 Juni lalu, tenggelam hingga hanya 40 persen dalam jajak pendapat terkini.

Jajak pendapat itu juga menanyakan pertanyaan tentang dukungan rakyat terhadap aksi protes yang terbesar dalam dua dekade terakhir. Sekitar 81 persen responden menjawab mereka mendukung aksi demonstrasi itu. Survei Datafolha itu dilakukan pada 27-28 Juni dengan melibatkan 4.717 orang dengan tingkat kesalahan plus minus 2 persen. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar