About

Information

Jumat, 28 Juni 2013

Diversifikasi Energi Kunci Kendalikan Inflasi

Jumat, 28 Juni 2013 - 02:35:41 WIB
Diversifikasi Energi Kunci Kendalikan Inflasi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bisnis 


Komhukum (Jakarta) - Pengamat ekonomi Ninasapti Triaswati mengatakan diversifikasi energi merupakan salah satu kunci untuk mengendalikan inflasi karena akan menekan biaya transportasi sehingga biaya pengangkutan komoditas pangan bisa dilakukan dengan biaya murah.

"Ukuran inflasi di Indonesia adalah harga komoditas pangan utama yang sangat dipengaruhi dengan pasokan dan permintaan. Apabila biaya transportasi tinggi dipastikan harga komoditas pangan juga akan tinggi," kata Ninasapti Triaswati saat dihubungi di Jakarta, Kamis (27/06).

Karena itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pasti akan menyebabkan biaya pengangkutan ikut naik sehingga harga-harga komoditas pangan juga akan naik. Hal itu akan menyebabkan naiknya inflasi.

Namun, kenaikan harga BBM tidak harus serta merta menaikkan semua biaya angkutan umum karena tidak semua menggunakan BBM bersubsidi. TransJakarta, bajaj, dan sebagian taksi di Jakarta saat ini sudah mulai menggunakan bahan bakar gas (BBG).

"Kalau bus dan bajaj sudah bisa, mengapa tidak untuk truk. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah pemerintah kurang serius dalam mengembangkan infrastruktur BBG," tuturnya.

Nina mengatakan penggunaan BBG secara luas saat ini masih terkendala dengan minimnya stasiun pengisian bahan bakar dan terminal. Indonesia masih minim dengan infrastruktur pendukung BBG.

"Tahun lalu, APBN menganggarkan sekitar Rp2 triliun untuk proyek pengembangan BBG. Namun, serapannya sangat minim sehingga tahun ini hanya dianggarkan sekitar Rp400 miliar," katanya.

Untuk inflasi Juni, Nina memperkirakan akan mencapai delapan persen karena dipengaruhi faktor kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menjelang Ramadhan.

Nina mengatakan inflasi Juni yang ditargetkan pemerintah sebesar tujuh persen sangat mungkin meleset plus/minus satu persen. Dengan kondisi saat ini, yang paling memungkinkan adalah plus satu persen sehingga akan menjadi delapan persen.  (K-4/EIO)

0 komentar:

Poskan Komentar