About

Information

Rabu, 19 Juni 2013

Harga Minyak Bervariasi di Perdagangan Asia

Rabu, 19 Juni 2013 - 15:39:48 WIB
Harga Minyak Bervariasi di Perdagangan Asia
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bisnis 


Komhukum (Singapura) - Harga minyak bervariasi di perdagangan Asia Rabu, karena investor menunggu hasil dari pertemuan Federal Reserve AS untuk petunjuk kapan akan mulai mengurangi kembali program stimulus besar-besaran.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, turun empat sen menjadi 98,40 dolar per barel dan minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Agustus menguat tiga sen ke posisi 106,05 dolar pada perdagangan pagi.

Pasar telah dalam kekacauan selama berminggu-minggu di tengah spekulasi bank sentral AS akan mengumumkan pengetatan dari program pembelian aset senilai 85 miliar dolar per bulan, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.

"Perdagangan tenang hari ini karena investor mengamati pertemuan Fed AS secara cermat," kata analis pasar saham Desmond Chua, di Singapura, kepada AFP. "Jika Fed memutuskan pendekatan yang lebih gradualis untuk `tapering` pelonggaran kuantitatif, yang kemungkinan akan mendorong harga minyak naik, "katanya.

Komite Pasar Terbuka Federal Fed akan mengeluarkan pernyataan di hari Rabu, setelah pertemuan kebijakan dua hari, yang akan segera diikuti oleh pengarahan dari Ketua Fed Ben Bernanke.

Beberapa analis mengatakan Bernanke kemungkinan akan memberikan sinyal Fed menuju pada pengurangan pembelian, tapi akan bersikeras bahwa perubahan itu akan tergantung pada kondisi di ekonomi terbesar dunia. Campuran data AS baru-baru memiliki suatu indikasi ke sebuah pemulihan tidak pasti.

Investor juga mengawasi perang sipil di Suriah, khawatir bahwa bisa memburuk dan mendorong konflik kawasan Timur Tengah yang kaya minyak mentah lebih meluas. Pemimpin dari Kelompok Delapan Negara berpengaruh (G8) Selasa menyerukan konferensi perdamaian bagi negara tersebut dan setuju untuk mendorong transisi pemerintah yang dapat mencakup pembelot dari rezim Presiden Bashar al-Assad. (K-4/EIO)

0 komentar:

Poskan Komentar