About

Information

Kamis, 20 Juni 2013

Marzuki: Jaga Stabilitas Kebutuhan Pokok, Bulog Harus Diaktifkan

Kamis, 20 Juni 2013 - 12:35:32 WIB
Marzuki: Jaga Stabilitas Kebutuhan Pokok, Bulog Harus Diaktifkan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bisnis 


Komhukum (Jakarta) - Ketua DPR RI, Marzuki Alie mengatakan bahwa kenaikan harga- harga bahan pokok sebelum kenaikan harga BBM diberlakukan merupakan permainan para pengusaha . 

Dikatakannya sangat sulit untuk memberikan pengertian kepada para pengusaha sebab tidak ada aturan yang mereka langgar karena memang sistem ekonomi Indonesia saat ini yang sudah sangat liberal.

"Akan tetapi tetap saja harus ada tindakan jika mereka tidak bisa diberikan pengertian,  maka mengaktifkan kembali Bulog merupakan alternatif dimana Bulog bisa mengintervensi pasar jika harga-harga naik tidak normal seperti saat ini,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis (20/06).

Menurutnya, sebagai salah satu contoh saat ini seperti pada kasus daging. Dalam kasus tersebut dikatakannya bahwa komoditi kebutuhan pokok tersebut diatur oleh para pengusaha tertentu saja.

"Kasus daging hanya sebagai satu contoh kecil saja. Sedangkan faktanya di lapangan, semua kebutuhan pokok seperti beras, gula, tepung, garam dan kebutuhan lainnya sudah mereka kuasai. Bahkan kebutuhan para petani seperti pupuk, benih dan juga yang lainnya. Semuanya itu mereka gunakan dengan cara mengambil untung tanpa perduli dengan dampak yang langsung kepada rakyat kecil. Pemerintah kerap kali seperti tidak berkutik dengan mereka, karena semua kebagian dan terlibat," paparnya.

Marzuki Alie yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, secara tegas mengatakan bahwa untuk menjaga stabilitas harga harga pokok, maka pemerintah harus kembali mengaktifkan Bulog.

"Kita sudah memiliki yang namanya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), tapi sepertinya lembaga ini juga tidak sanggup melawan para pengusaha yang memonopoli pasar ini. Karena itu akan sangat efektif untuk kembali mengaktifkan Bulog agar semua bisa diawasi dan tidak menjadi bancakan lagi seperti di era terdahulu,” tegasnya.

Mantan aktivis HMI ini menilai bahwa jika kembali diaktifkan, Bulog diharuskan melakukan perdagangan langsung dengan negara-negara penghasil kebutuhan pokok jika memang harus mengimpor tanpa ada calo yang mengambil keuntungan lagi.

"Dalam melakukan hubungan perdagangan dengan negara negara penghasil komoditas kebutuhan pokok, Bulog tidak menggunakan calo. Teknisnya juga sama, Buloglah yang harus melempar ke pasar. Dengan begitu semua akan efektif harga-harga di pasaran bisa dikendalikan dan tidak lagi dikuasai pihak swasta seperti saat ini," tandasnya.

Lebih lanjut Marzuki Alie menambahkan bahwa, para perangkat hukum, seperti kepolisian dan kejaksaan harus benar-benar bisa melalukan operasi dan menindak tegas terhadap penimbun BBM dan penimbun kebutuhan pokok.

"Jangan dikasih ampun, aparat penegak hukum seperti jaksa dan polisi, harus menindak tegas pelaku penimbun BBM dan kebutuhan pokok, jangan pandang bulu," pungkasnya. (K-2/Bharata)

0 komentar:

Poskan Komentar