About

Information

Selasa, 25 Juni 2013

Polisi Selidiki Kasus Tewas Dua Siswa SPN di Jambi

Selasa, 25 Juni 2013 - 10:49:16 WIB
Polisi Selidiki Kasus Tewas Dua Siswa SPN di Jambi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 


Komhukum (Jambi) - Tim dari Mabes Polri turun ke Jambi untuk melakukan penyelidikan atas tewasnya dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi saat menjalani pendidikan dan latihan ketangkasan lapangan.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah di Jambi, Selasa (25/06), mengatakan bahwa tim Mabes Polri sedang melakukan pertemuan dengan pihak Polda dan SPN Jambi namun belum diketahui apa hasil pertemuan itu.

"Saya belum mendapat informasi terkait hasil pertemuan itu," jelas Almansyah.

Sementara itu informasi yang diperoleh dari SPN menyebutkan tim Mabes Polri yang turun ke Jambi itu berasal dari Lembaga Pendidikan Mabes Polri dan tim DVI Polri dari Palembang.

Belum bisa diketahui hasil penyelidikan mereka karena masih melakukan otopsi terhadap jazad Hottua Halomoan Tampubolon yang ditemukan tewas pada Minggu (23/06) dari lokasi latihan ketangkasan fisik lari cross country sejauh 6 Km di lokasi SPN.

Pada Sabtu (22/06), siswa SPN Polda Jambi asal Polda Metro Jaya, Ferry Wahyudi (19), juga meninggal dunia saat mengikuti latihan pendidikan pada Jumat (22/06) dan jazadnya sudah dibawa pulang keluarga ke Jakarta.

Sementara itu pihak Polda Jambi mengakui ada sebanyak 11 orang siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi hingga Senin (24/06), masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Jambi.

Sebelumnya, para siswa SPN tersebut harus dilarikan ke rumah sakit usai mengikuti pelajaran ketangkasan lapangan dengan lari lintas alam sejauh 6 kilometer pada Jumat (17/06) yang mengakibatkan dua siswa tewas dan 11 orang dirawat di rumah sakit.

Dua orang dirawat di Rumah Sakit DKT Jambi, sedangkan sembilan orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

Tim dari Polda Jambi dan Mabes Polri masih melakukan penyelidikan terkait masalah ini. "Kalau memang karena faktor cuaca, maka kebijakan pimpinan, kegiatan fisik akan dikurangi," kata Almansyah.

Jenazah Hottua Halomoan Tampubolon, yang sempat hilang dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, saat ini masih berada di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk diotopsi.

Sementara itu orang tua korban Hottua, Altur Tampubolon (ayah) dan ibunya, L Marpaung, minta kasus ini diusut sampai tuntas dan transparan.

"Kami keluarga menerima atas meninggalnya anak kami, namun jika ada kejanggalan dalam kasus ini agar bisa diproses dan ditegakkan hukum yang berlaku," kata Altur. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar