About

Information

Rabu, 26 Juni 2013

Putin: Snowden Berada di Bandara Moskow Dan Tolak Ekstradisi

Rabu, 26 Juni 2013 - 11:15:52 WIB
Putin: Snowden Berada di Bandara Moskow Dan Tolak Ekstradisi
Diposting oleh : Administrator 

Komhukum (Moskow) - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa mengungkapkan bahwa pembocor intelejen Amerika Serikat Edward Snowden masih berada di kawasan transit bandara Moskow, menolak seruan bagi ektradisinya ke AS.

Dalam campur tangan pertamanya atas pengejaran Snowden yang menarik perhatian dunia, Putin melukiskan mantan kontraktor intelejen itu sebagai "orang bebas" yang kedatangannya di Rusia "sepenuhnya tak diharapkan" otoritas Rusia.

Pemberitahuan dramatis itu mengakhiri dua hari misteri dimana keberadaan Snowden yang membocorkan program pemantauan masif AS kepada media dan sekarang dicari oleh penguasa AS.

"Benar bahwa Tuan Snowden datang ke Moskow," kata Putin dalam jumpa pers ketika mengunjungi Finlandia. "Bagi kami, ini sama sakali tak diharapkan." "Dia tiba sebagai penumpang transit dan tidak memerlukan visa atau dokumen lainnya. Dia boleh membeli tiket dan pergi kemana saja dia suka. Dia tidak melintasi perbatasan negara, sebagai penumpang transit dia masih di ruang transit," kata Putin.

Snowden dijadwalkan menumpang pesawat dengan satu penerbangan ke Kuba pada Senin dan dia dilaporkan sedang mencari suaka di Ekuador. Tetapi dia tidak pernah melakukannya dan Putin sepertinya membenarkan bahwa orang yang dicari itu masih belum memiliki rencana perjalanannya kemana.

"Tuan Snowden orang bebas, segera dia memilih tujuan akhirnya, lebih baik untuk kami dan untuk dirinya," kata Putin.

AS sebelumnya mendesak Moskow untuk menggunakan segala cara untuk mengusir Snowden, yang dilaporkan tiba bandara Sheremetyevo Moskow dari Hong Kong pada Ahad.

Namun Putin menyatakan bahwa Rusia hanya mengekstradisi warga asing ke negara-negara yang memiliki perjanjian ekstradisi formal. "Kami tak punya perjanjian sejenis itu dengan AS," kata dia, menyebut tuduhan-tuduhan AS bahwa Rusia melanggar undang-undang "tak masuk akal dan sampah." Ketika berbicara di Jeddah, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyeru Rusia "tenang" dan menyerahkan Snowden, dengan menyatakan Washington tidak mencari-cari "konfrontasi."
 

Menlu Rusia Sergei Lavrov membantah sebelumnya pada Selasa pagi bahwa Moskow "terlibat" dalam rencana-rencana perjalanan mantan teknisi Lembaga Keamanan Nasional (NSA) itu yang berusia 30 tahun.

Perselisihan tersebut berisiko mempertajam ketegangan antara Washington dan Moskow serta Beijing pada saat mereka berusaha mengatasi perbedaan-perbedaan untuk mengakhiri konflik di Suriah.

Peraturan transit di laman bandara Sheremetyevo menyebutkan bahwa warga negara asing dapat tetap di bandara hingga 24 jam tanpa visa Rusia dan harus memiliki tiket untuk tujuan mereka selanjutnya. Namun tak ada pejabat Rusia yang bersedia memberikan penjelasan atas hal ini dalam kasus Snowden. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar