About

Information

Rabu, 26 Juni 2013

Wanita Harus Lebih Waspadai Penyakit Kardiovaskular

Rabu, 26 Juni 2013 - 17:39:15 WIB
Wanita Harus Lebih Waspadai Penyakit Kardiovaskular
Diposting Oleh : Administrator
Kategori: Gaya Hidup 


Komhukum (Jakarta) - Wanita harus lebih mewaspadai penyakit kardiovaskular karena penyakit itu merupakan penyebab kematian peringkat utama pada kaum wanita di dunia, kata Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dari Rumah Sakit Bunda Priscillia Myriarda.

"Angka kematian akibat penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner dan stroke, saat ini telah melampaui jumlah kematian akibat kanker, TBC, malaria, dan HIV/AIDS," ujar Priscillia pada acara "Talkshow: Hindari bahaya penyakit jantung dan pembuluh darah sejak dini" di Jakarta, Rabu (26/06).

Berdasarkan data dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) pada 2009, penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner adalah penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia, sedangkan stroke adalah penyakit penyebab kematian tertinggi kedua.

Sementara itu, data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan bahwa mortalitas akibat penyakit stroke di Indonesia mencapai 15,4 persen, sedangkan mortalitas akibat penyakit jantung koroner mencapai 9,7 persen.

Dr Priscillia menjelaskan penyakit kardiovaskular adalah gangguan kesehatan yang melibatkan fungsi sistem kardiovaskular, yaitu jantung dan pembuluh darah.

Beberapa gejala awal penyakit kardiovaskular, kata dia, antara lain nyeri dada seperti diremas atau tertekan benda berat, perasaan nyeri hingga tembus ke punggung, dan seringkali disertai keringat dingin, mual, dan muntah.

Menurut dia, kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa penyakit kardiovaskular adalah pembunuh utama pada kaum wanita dengan angka kematian melebihi jumlah kematian kaum pria akibat penyakit tersebut.

Adapun faktor pemicu penyakit kardiovaskular dan penyakit yang berkaitan dengan serangan jantung dan stroke, kata dia, antara lain pola makan yang tidak sehat, kurang beraktivitas fisik, kebiasaan merokok, stres.

"Selain itu, para pasien hipertensi dan diabetes mellitus serta orang yang keluarganya mempunyai riwayat penyakit juga harus lebih waspada karena mereka cenderung memiliki resiko lebih besar untuk terkena penyakit kardiovaskular," katanya.

Lebih lanjut Priscillia mengatakan, dua faktor utama penyakit kardiovaskular, yakni kurangnya aktivitas fisik dan tekanan darah tinggi, sebenarnya dapat dicegah dengan menjalankan gaya hidup yang lebih sehat.

Dia menyebutkan beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit kardiovaskular sejak dini, di antaranya berolahraga secara teratur, berhenti merokok, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan dengan diet sehat, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara rutin.

"Untuk frekuensi olahraga bisa dilakukan tiga sampai lima kali seminggu dengan intensitas latihan mencapai 60 hingga 90 persen denyut jantung maksimal. Lamanya olahraga bisa 20 sampai 60 menit untuk satu kali latihan di luar pemanasan," jelasnya.

Dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah itu berharap makin banyak wanita dan keluarga yang memperbaiki gaya hidup sedini mungkin guna menurunkan resiko terkena penyakit jantung di masa mendatang. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar