About

Information

Selasa, 08 Januari 2013

Techno, Selasa 08 Januari 2013

Selasa, 08 Januari 2013 - 03:54:20 WIB
Ketakutan, Pendonor Hati di AS Menurun 
Diposting oleh : Administrator 

Komhukum (Washington) - Ketatnya persaingan pelayanan di antara pusat kesehatan yang melayani cangkok (transplantasi) hati membuat kualitas hati donor menurun, demikian satu studi di Amerika Serikat (AS).

Banyaknya pusat layanan kesehatan membuat mereka kurang selektif dalam memilih calon pendonor hati yang berkualitas baik, karena mereka ketakutan pendonor akan memilih pusat kesehatan lainnya.

Dokter cenderung mengambil siapapun daftar pertama pendonor, tanpa mempertimbangkan kemungkinan keberhasilan kondisi hati pendonor dengan penerima (resipien)-nya.

"Terdapat pertanyaan besar ketika persaingan memicu pusat kesehatan tidak mengutamakan kualitas donor, seperti pengabaian kualitas kecocokan karakteristik hati pendonor dan penerima hati," kata Paul Roberts, salah periset dalam tim studi University of California, San Francisco.

Tim tersebut menganalisis lebih dari 38.000 penerima cangkok hati dari pendonor pada 2003 dan 2009 di 112 pusat kesehatan di 47 area distribusi. Temuan mereka mengungkapkan, resipien cangkok hati yang melakukan operasi di area berkompetisi layanan kesehatan tingkat rendah sebanyak 10 persen mengalami gangguan.

Para periset juga menemukan hasil berbeda dengan resipien cangkok hati yang melakukan operasi di kawasan dengan persaingan layanan kesehatan tingkat tinggi sejumlah 28 persen terkena gangguan. Periset tersebut mencatat, kawasan dengan kompetisi tinggi mampu mencangkok hati dalam jumlah yang banyak, namun juga memiliki risiko kegagalan.

"Jika seorang pendonor dalam keadaan sakit, maka resipien akan memiliki risiko sakit juga. Ini berarti resipien transplantasi lebih berisiko daripada penyumbang hati, atau lebih parah lagi dia tidak mampu bertahan hidup," kata Michael Charlton, seorang peneliti di Pusat Kesehatan Klinik Mayo di Rochester, Minnesota.

Pusat layanan kesehatan selama ini berusaha mendapatkan persediaan hati sebanyak mungkin, termasuk dari para calon pendonor yang sakit, demikian temuan tim riset University of California. (K-4/EIO)


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selasa, 08 Januari 2013 - 03:53:46 WIB
App Store Diunduh Sebanyak 40 Miliar Kali
Diposting oleh : Administrator 


Komhukum (Jakarta) - Apple Inc hari ini mengumumkan bahwa aplikasi-aplikasi di toko online-nya App Store telah diunduh 40 miliar kali oleh para pelanggannya, dengan 20 miliar di antaranya diunduh selama 2012.

Hingga sekarang, App Store dilanggani oleh 500 juta pemilik akun aktif dan lebih 2 miliar unduh berlangsung hanya dalam bulan Desember 2012, kata Apple dalam pernyataannya yang dirilis di Cupertino, Kalifornia, Senin (7/1).

"Komunitas pengembang (aplikasi) Apple yang luar biasa telah menciptakan lebih dari 775.000 aplikasi untuk pengguna iPhone, iPad, dan iPod touch di seluruh dunia," katanya.

Dan, perusahaan pencipta sistem operasi iOS itu mengatakan telah membayarkan sedikitnya 7 miliar dolar kepada pada pengembang aplikasinya "Ini telah menjadi tahun yang luar biasa bagi komunitas pengembang iOS," kata wakil presiden senior perangkat lunak Internet dan layanan-layanan Apple, Eddy Cue.

Pada 2012, aplikasi game Temple Run karya tim suami istri di Imangi Studio telah diunduh lebih dari 75 juta kali. Backflip Studio dan Supercell, dua studio pengembang game yang sedang tumbuh meraih 100 juta dolar dari apliasi DragonVale dan Clash of Clans.

Sementara layanan yang tengah berkembang termasuk Uber, Flipboard, HotelTonight, dan AirBnB juga merebut simpati jutaan pengguna iOS. Apple membagi aplikasi-aplikasinya dalam 23 kategori, termasuk surat kabar dan majalah melalui Newsstand, games, bisnis, berita, olahraga, kesehatan dan kebugaran, serta travel.

Pengumuman mengenai prestasi App Store itu dikeluarkan Apple menjelang pagelaran Consumer Electronics Show (CES) 2013, pameran elektronik terbesar dunia, dimana Apple tidak berpartisipasi. (K-4/EIO)

0 komentar:

Posting Komentar