About

Information

Senin, 24 Juni 2013

Burung Goreng Muara Batun yang Ramai Pembeli

Minggu, 23 Juni 2013 - 02:10:14 WIB
Burung Goreng Muara Batun yang Ramai Pembeli
Diposting Oleh : Administrator
Kategori: Kuliner 


Komhukum (Muara Batun) - Burung goreng yang merupakan menu kampung di Desa Muara Batun Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi sangat diminati pembeli yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Romlah (52) pemilik rumah makan di Desa Muara Batun, Jumat, mengatakan telah mewarisi usaha neneknya berupa rumah makan yang menjual menu utama burung sejak sembilan tahun lalu.

Burung ditawarkan dengan dua cara memasak yaitu goreng dan pindang atau berkuah bening dengan beragam bumbu, katanya. Menurut dia, usaha tersebut mulai tahun 1978 yang diprakasai sang nenek. Sampai kini rumah makan itu masih bertahan dan semakin banyak tamu yang datang.

Ia mengatakan, setiap hari sedikitnya 800 ekor burung goreng dan pindang habis disantap pembeli. Biasanya, mereka datang berombongan dan dari berbagai daerah terutama Kayuagung dan Palembang.

Dia menjelaskan, pengolahan burung tersebut sangat sederhana direbus atau diungkap kemudian digoreng atau dipindang sesuai selera pembeli. Burung yang mereka jual tersebut, berupa burung punai, belibis dan burung jenis lainnya yang nikmat untuk dikonsumsi.

Romlah menambahkan, burung-burung tersebut mereka peroleh dari pemburu yang berada pada sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir serta Banyuasin. Setiap hari sedikitnya 800 ekor burung mereka beli dan pada akhir pekan tak kurang dari 1.000 ekor terjual. Harga burung goreng dan pindang tersebut sangat terjangkau hanya Rp. 9.000 per ekor.

Biasanya pembeli yang datang menyantap di lokasi yang berada di pedesaan dan dikeliling sawah tersebut tidak cukup seekor burung minimal dua burung goreng. Iwan (40) penikmat burung goreng mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Palembang menempuh jarak sekitar 40 kilometer untuk makan siang di rumah makan yang menawarkan menu utama burung itu.

Bukan hanya burung goreng dengan sambal nanas tumis yang membangkitkan selera makan tetapi suasana desa tentu menjadi daya tarik untuk berkunjung ke rumah maka di daerah yang akan menjadi lokasi pembangunan jalan tol Palembang-Kayuagung, katanya.

Dia menambahkan, di desa yang sangat dikenal restoran dengan menu burung tersebut terdapat sejumlah rumah makan sejenis. Setiap melintasi daerah yang kini menjadi jalan pintas menuju Palembang dari Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir tersebut menyempatkan bersama rombongan makan menu khas itu. (K-4/EIO)

0 komentar:

Poskan Komentar