About

Information

Selasa, 25 Juni 2013

IPW: Makelar Jabatan di Polri Bukan Isu Baru

Selasa, 25 Juni 2013 - 03:33:44 WIB
IPW: Makelar Jabatan di Polri Bukan Isu Baru
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Jakarta) - Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan bahwa praktik makelar jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bukan hal yang baru.

"Makelar jabatan bukanlah isu baru di kepolisian, meski sudah ada upaya dari Polri untuk memberantasnya, isu makelar jabatan tetap saja muncul," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane di Jakarta, Senin (24/06).

Menurut Neta, adanya isu makelar jabatan kerap membuat perwira-perwira potensial menjadi putus asa. "Sebab orang-orang tanpa prestasi tapi dekat dengan makelar jabatan dan kekuasaan bisa mendapat jabatan strategis," katanya.

"Sebaliknya perwira-perwira berprestasi yang tidak punya akses hanya gigit jari. Sistem kaderisasi Polri pun seperti ular, hanya melingkar-lingkar di kalangan perwira tertentu yang itu ke itu saja," kata Neta.

Hal tersebut terkait penangkapan dua perwira Polri, yakni AKBP ES bersama seorang Kompol, yang diduga terlibat makelar jabatan adalah sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan, apalagi terjadi menjelang HUT Polri.

"Untuk itu elit-elit Polri jangan menutup-nutupi kasus yang sudah tersebar di media massa ini. Tapi harus membukanya secara transparan dan terang benderang serta membawa keduanya ke pengadilan," kata Neta.

Untuk itu tandas Neta, IPW mendesak Kapolri harus menjelaskan secara transparan tentang penangkapan anggota polisi yang terlibat makelar jabatan tersebut.

"Apalagi ada informasi yang menyebutkan bahwa yang menangkap makelar jabatan itu adalah anggota Polri mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika itu benar, hal ini menunjukkan semakin ada upaya yang kuat dari internal Polri untuk membersihkan diri, membersikan Polri dari praktik makelar jabatan," kata Neta.

IPW berharap KPK dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) segera menelusurinya agar elit-elit Polri tidak menyembunyikan kasus ini.

"Bagaimanapun kasus ini sangat mencoreng citra Polri. Kapolri harus memberi jaminan bahwa anggota polisi yang menangkap dan mengungkap kasus ini tidak dikorbankan, melainkan harus dilindungi," kata Neta.

Dikatakan Neta, justru polisi-polisi yang terlibat makelar jabatan harus disikat sampai habis dari tubuh Polri. "IPW memberi apresiasi kepada anggota Polri yang berani menangkap dan mengungkap kasus ini," katanya. (K-2/yan)

0 komentar:

Poskan Komentar