About

Information

Selasa, 25 Juni 2013

Mahdiana Nangis Ingin Pisah Dengan Djoko Susilo

Selasa, 25 Juni 2013 - 20:40:53 WIB
Mahdiana Nangis Ingin Pisah Dengan Djoko Susilo
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Korupsi 


Komhukum (Jakarta) - Mahdiana istri muda Irjen Pol Djoko Susilo kepergok menangis karena ingin pisah dari suaminya itu.

Henny Rayani, saksi yang dihadirkan dalam sidang dengan terdakwa Djoko Susilo mengaku pernah bekerja sama bisnis dengan Mahdiana yaitu berinvestasi sebesar Rp. 1 miliar untuk restoran di mal Central Park, tapi usaha itu sudah tutup.

"Dahulu kami pernah bekerja sama, tapi urusan bisnis belum selesai dan saya diminta untuk membeli tanah Rp. 5 miliar," ungkap Henny saat bersaksi dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (25/06).

Henny mengaku punya hubungan yang cukup dekat dengan Mahdiana sehingga mengetahui kondisi rumah tangganya.

"Hubungan saya cukup dekat dengan Mahdiana. Saya pernah lihat dia seperti dalam keadaan habis menangis, saya tanya kenapa, saya tidak kuat hidup serperti ini, lalu dia mengatakan mau berpisah," jelas Henny.

Henny juga mengaku pernah tiga kali bertemu dengan Djoko yang ia kenal bernama Dika yaitu pada acara buka puasa bersama di rumah di Jalan Durian, saat perayaan ulang tahun Mahdiana di restoran Central Park dan saat Henny datang ke rumah Mahdiana.

"Saya tidak pernah bertanya ke Mahdiana mengenai pekerjaan suaminya, tapi tanpa saya tanya dia menceritakan mengenai pekerjaan suaminya, Mahdiana tidak tahu pekerjaan suaminya. Saat dia tanya apa pekerjaan suami, dijawab 'Pekerjaan saya rahasia negara'," ungkap Henny.

Dalam kesaksiannya itu, Henny juga mengaku membeli tanah seluas 3.20 meter persegi di Jalan Paso RT 005/RW 004 Jagakarsa Kecamatan Jakarta Selatan pada tanggal 20 November 2012 senilai Rp. 5 miliar dari Mahdiana.

"Mahdiana teman saya, saya diberi tahu nama suaminya Mas Dika, nama lengkapnya Andika Susilo, saya kenal karena anak saya dan anak Ibu Mahdiana satu sekolah," kata Henny. 

Terkait keterangan para saksi tersebut, Djoko membenarkan nama panggilannya oleh keluarga adalah Dika.

"Benar di keluarga nama panggilan saya Dika," kata Djoko saat memberi tanggapan atas kesaksian.

Namun Djoko menolak berkomentar dengan aktivitas jual-beli yang dilakukan Mahdiana. "Saya akan menjelaskannya saat diperisa sebagai terdakwa," ungkap Djoko.

Djoko diketahui menikah dengan Mahdiana pada tanggal 27 Mei 2001 di KUA Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan dengan menggunakan nama Joko Susilo bin Sarimun yang statusnya juga masih perjaka dan pekerjaan swasta. (K-2/yan)

0 komentar:

Poskan Komentar