About

Information

Jumat, 28 Juni 2013

Mumi Perempuan Dan Korban Manusia Ditemukan di Makam Kuno Peru

Jumat, 28 Juni 2013 - 17:19:06 WIB
Mumi Perempuan Dan Korban Manusia Ditemukan di Makam Kuno Peru 
Diposting oleh : Administrator 

Komhukum (Lima) - Para arkeolog di Peru hari Kamis (27/06) mengatakan telah menggali sebuah makam kerajaan yang luas dan mumi kaum perempuan, menjadi pembuka kebisuan tentang kerajaan Wari yang memerintah di Andes jauh sebelum penerus mereka yang terkenal, yaitu suku Inca.

"Untuk pertama kali dalam sejarah arkeologi di Peru kami menemukan sebuah makam kerajaan milik budaya dan kerajaan Wari," kata kepala arkeolog Milpsz Giersz.

Para peneliti mengatakan temuan itu akan membantu mereka menyatukan kehidupan di Andes beberapa abad sebelum munculnya kerajaan Inca, yang ditulis dengan rinci oleh penakluk Spanyol.

Pekuburan itu digali beberapa bulan yang lalu di piramida di pesisir El Castillo de Haurmey, sekitar 229 km arah utara dari Lima, dengan menemukan banyak emas, keramik serta 63 kerangka yang diperkirakan berumur 1.300 tahun.

Para peneliti mengatakan, kebanyakan jenazah yang ditemukan di ruang kubur adalah mumi perempuan dalam posisi duduk tegak, menunjukkan kedudukan yang tinggi sehingga diduga kaum perempuan di kerajaan Wari memiliki kedudukan lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Para perempuan itu dikuburkan dengan memakai anting-anting logam yang semula diperkirakan sebagai perhiasan yang hanya dikenakan oleh kaum pria, kata arkeolog Patrycja Przadk.

Ahli sejarah meyakini Wari yang memerintah antara tahun 600 hingga 1.100 adalah masyarakat pertama yang bersatu dari suku-suku yang tersebar di pegunungan Andes-Peru masa kini.

Seorang bioarkeolog, Wieslaw Wieckowski mengatakan, enam kerangka tidak dibungkus kain dan tampaknya adalah orang yang dikorbankan bagi mumi para petinggi.

"Ada orang-orang yang dilemparkan ke makam sebelum makam itu ditutup rapat," katanya.

Mereka tergeletak tengkurap dan kakinya berpencar ke arah berbeda.

Para arkeolog mengatakan kepada National Geographic bahwa mereka melanjutkan pekerjaan dengan diam-diam karena khawatir terhadap para perampok kubur yang mungkin dapat menguras situs itu. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar