About

Information

Rabu, 26 Juni 2013

Warga Ingin Harga Sembako Murah, Bukan Balsem

Rabu, 26 Juni 2013 - 13:20:17 WIB
Warga Ingin Harga Sembako Murah, Bukan Balsem
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum 


Komhukum (Jakarta) - Program  Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM atau Balsem) sebesar Rp. 300 ribu yang dibagikan di Kantor Pos Jatinegara, Jl. Matraman Raya, Jakarta Timur nampaknya masih dinilai tidak efektif bagi sebagian warga yang menerimanya.

Menurut Latifah (48), warga Pisangan Baru, Jakarta Timur, mengatakan bahwa harga sembako yang murah lebih membantu meringankan beban kebutuhan rumah tangganya ketimbang pemberian BLSM.

"Sebenarnya pemerintah nggak perlu kasih BLSM kaya gini, udah antrinya panjang, uang yang diberikan juga nggak cukup buat dua bulan, hanya lewat saja, mending harga beras murah, minyak murah itu lebih meringankan kami. Kalau dikasih Rp. 300 ribu tapi sembako mahal sama saja, percuma," ujar janda beranak tiga itu di Kantor Pos Jatinegara saat tengah mengantri, Rabu (26/06).

Pembagian BLSM yang hanya berlangsung selama empat bulan itu dinilai hanya sebagai 'iming-iming' kepada rakyat miskin. Padahal, kata Latifah, harga sembako yang melambung terus mencekik rakyat miskin. Pembagian BLSM yang tidak merata membuat sebagian warga menjadi saling iri.

"Ini cuma kaya diiming-imingi saja, padahal sembako tetap mahal, sama saja bohong, belum lagi nggak semua warga dapat BLSM. Ibu saya janda umur 70 tahun, nggak kebagian, jadi pada iri-irian," ungkap buruh cuci yang berpenghasilan Rp. 300 ribu perbulan itu.

Program pemerintah lainnya seperti beras miskin (Raskin) juga tidak dapat dinikmati setiap saat dan harga beras yang terjangkau bagi masyarakat kecil dinilai tidak membantu mengingat kualitas beras yang jelek.

"Mending pemerintah mikir bagaimana sembako bisa murah, nggak usah kasih program kaya ginian, beras raskin yang murah tapi jelek dan bau, kita mau makannya harus dicampur sama beras kualitas bagus, biar nggak bau, jadi percuma saja," keluhnya. (K-2/Shilma)

0 komentar:

Poskan Komentar