About

Information

Kamis, 20 Juni 2013

Aher Dan Jokowi Kompak Terima BLSM

Kamis, 20 Juni 2013 - 11:27:38 WIB
Aher Dan Jokowi Kompak Terima BLSM
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik 


Komhukum (Jakarta) - Pemprov Jabar tidak menolak program Bantuan langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Malah Pemprov Jabar tengah menunggu arahan pelaksanaan pembagian program tersebut dari pemerintah pusat. 

"Sebagai pemerintah tentu ada fatsun pusat daerah harus sinergi. Oleh karena itu, kami laksanakan arahan pusat," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) kepada wartawan, Kamis (20/06).

Menurutnya, Pemprov Jabar memiliki kewajiban menjalankan semua program pusat di daerah. Artinya, dalam satu garis antara pemerintah pusat dan daerah. Namun, hingga hari ini pemerintah pusat belum memberikan petunjuk secara teknis.

"Petunjuk teknisnya, belum turun kepada kami seperti apa pelaksanaan program dan program yang akan dihadirkannya bagaimana sebagai akibat kenaikan harga BBM," katanya. 

Hingga kini, lanjutnya, belum ada rapat untuk membicarakan program kompensasi kenaikan BBM tersebut. Karena, kenaikannya juga memang belum dilakukan. "Nanti kalau sudah ada petunjuk teknis mungkin bisa dibuat kebijakan di provinsi maupun kabupaten/kota. Terutama, kebijakan di tataran teknisnya," katanya. 

Namun, kata dia, mudah-mudahan ada program pendampingan yang dibuat pemerintah pusat. 

Sementara itu, penolakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terhadap program BLSM dari pemerintah ternyata juga menuai tanya dari menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II. Salah satunya adalah Menkokesra Agung Laksono.

Usai menghadiri kegiatan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di komplek  Istana Negara pada hari Selasa (18/6) kemarin,  Agung langsung  menghampiri pria asal Solo itu dan menanyakan alasannya menolak BLSM.

"Kenapa menolak BLSM," tanya Agung sambil berjabatan tangan dengan Jokowi.

Seperti biasa mantan Walikota Solo itu selalu menjawab pertanyaan siapapun dengan senyuman. Ia menampik bahwa ia menolak BLSM.

"Bukan menolak Pak. Akan lebih baik digunakan untuk usaha produktif. Bukan menolak, bukan menolak," papar Jokowi.

Jawaban Jokowi ini pun tampaknya cukup membuat Menkokesra puas. "Oke Dik, terimakasih ya," tuturnya menutup pembicaraan singkat itu.

Sebelumnya, Jokowi menyebut ia memang tidak pernah setuju dengan bantuan tunai. Menurutnya, lebih baik pemerintah memberikan bantuan yang sifatnya untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Salah satunya memberikan peluang kepada masyarakat dengan cara memberikan bantuan di usaha-usaha produktif. Jokowi yakin masyarakat akan mandiri untuk menyejahterakan kehidupannya sendiri, tanpa harus dengan pemberian uang tunai. (K-2/Roy)

0 komentar:

Poskan Komentar