About

Information

Selasa, 25 Juni 2013

Hatta Minta Dana BLSM Tidak Dibelikan Rokok

Selasa, 25 Juni 2013 - 14:22:53 WIB
Hatta Minta Dana BLSM Tidak Dibelikan Rokok
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bisnis 


Komhukum (Jakarta) - Sebagai bagian dari program kompensasi kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pemerintah terus menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Masyarakat (BLSM atau Balsem) ke masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meninjau langsung pembagian Balsem di Kantor Pos Kramat Jati, di Jalan Kelapa Gading, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2013).

Hatta yang datang sekitar pukul 09.15 WIB ini langsung menyapa warga yang sedang mengantri. Tanpa canggung Hatta juga menjelaskan program pemerintah berupa dana sosial, sebagai bagian dari program kompensasi kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yang telah diputuskan pukul 00.00 WIB Sabtu (22/06) lalu.

"Di seluruh Indonesia ada 15,5 juta pemegang KPS yang akan mendapatkan BLSM ini. Kartu ini disimpan jangan sampai rusak dann hilang. Setiap 3 tahun nanti didata ulang apa bapak dan ibu masih berhak medapat uang Rp. 300.000 per dua bulan," ujar Hatta kepada warga.

Selain itu Hatta juga berpesan kepada ibu-ibu yang ditemuinya agar nantinya uang tersebut tidak digunakan untuk membeli rokok sang suami.

"Ibu-ibu uang ini jangan dibuat beli rokok bapaknya ya, digunakan sebaik-baiknya untuk keperluan yang lebih penting dan baik, gunakan untuk bayar sekolah anak," imbuhnya.

Hatta menjelaskan bahwa pemerintah memberikan bantuan sebanyak 4 bulan dan dicairkan dua bulan sekali kepada masyarakat.

"Jadi setelah ambil hari ini dapat Rp. 300.000, tiap bulan dapat Rp. 150.000. Nanti bulan Desember cair lagi Rp. 300.000," ujarnya.

Hatta menjelaskan kepada masyarakat penerima Balsem tersebut bahwa dana ini berasal dari kenaikan harga BBM subsidi.

"Tapi lebih besar lagi, akan ada penghematan bagi uang negara yang nantinya bisa membangun desa-desa, kampung bapak-ibu sekalian agar lebih maju dan sejahtera," jelasnya.

Sebagai informasi, BLSM merupakan bagian dari program kompensasi dari penyesuaiann harga BBM yang diberikan pemerintah kepada masyarakat yang kurang mampu untuk mengurangi dampak negatif penyesuaian harga BBM.

Untuk memastikan program diterima yang berhak maka pemerintah memberikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS). KPS dikirimkan kepada 15,5 juta rumah tangga sasaran dengan status sosial ekonomi terendah dalam basis data terpadu hasil pendataan Program Perlindungan Sosial. (K-2/Shilma)

0 komentar:

Poskan Komentar