About

Information

Selasa, 25 Juni 2013

IKAPPI Desak DPR Rombak Total RUU Perdagangan

Selasa, 25 Juni 2013 - 13:46:01 WIB
IKAPPI Desak DPR Rombak Total RUU Perdagangan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik 


Komhukum (Jakarta) - DPP IKAPPI mendesak DPR untuk merombak total RUU Perdagangan yang diajukan pemerintah, alasannya filosofis RUU tersebut bertentangan dengan kepentingan nasional.

"DPP IKAPPI memastikan untuk menolak RUU perdagangan jika DPR tidak merombak total RUU usulan pemerintah tersebut dengan alasan landasan filosofisnya bertentangan dengan kepentingan nasional dalam bidang perdagangan dan jika Pasar Tradisional tidak masuk dalam RUU tersebut," kata Ketua Bidang Humas, Informasi dan Komunikasi DPP IKAPPI (Ikatan Peedagang Pasar Indonesia), Widyanto Kurniawan dalam rilis yang diterima Komhukum.com di Jakarta, Selasa (25/06).

Menurut Widyanto, RUU Perdagangan yang diharapkan  mampu menjadi regulasi dan menjawab keberpihakan kepada pasar tradisional ternyata secara substansi masih jauh dari harapan. Dikatakannya, dalam draf RUU Perdagangan hanya disebut 2 kali yaitu pada pasal 10 dan pasal 11 tentang sarana perdagangan. 

"Itupun sangat sumir sebab dalam pengembangnya, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau pelaku usaha dikembalikan lagi pada ketentuan perundang-undangan," katanya.

Padahal mestinya lanjut Widyanto, dalam RUU Perdagangan ini bisa dibuatkan aturan yang lebih jelas dalam klausul pasal-pasal sehingga keberadaan pasar rakyat dengan segala dinamika dan keunikannya memiliki pijakan hukum yang jelas dan tegas.  

"Muaranya berbagai permasalahan yang sering muncul terkait pasar rakyat ini bisa diminimalisir. Permasalahan muncul karena masing-masing daerah sering kali berbeda dalam membuat regulasi dan kebijakan," jelasnya.

Kondisi tersebut menurut Widyanto, diperparah dengan tidak ada kesesuaian antara aturan dengan tindakan di lapangan. "Karenanya pengaturan tentang pasar rakyat yang lebih detail dalam RUU Perdagangan ini menjadi urgent," katanya. (K-2/yan)

0 komentar:

Poskan Komentar