About

Information

Minggu, 02 Juni 2013

Kinerja Pemerintah SBY "Stagnant"

Minggu, 02 Juni 2013 - 14:17:59 WIB
Kinerja Pemerintah SBY "Stagnant"
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik 


Komhukum (Jakarta) - Lembaga Survei Nasional (LSN) mengatakan berdasarkan survei yang dilakukannya sebanyak 49,2 persen responden menilai kinerja pemerintahan SBY tidak ada perubahan signifikan atau "stagnant".

"Berdasarkan temuan LSN, mayoritas responden (49,6 persen) menilai kondisi negara kita selama periode kedua pemerintahan SBY "sama saja" atau tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan kondisi periode lima tahun sebelumnya," kata peneliti utama LSN Dipa Pradipta di Jakarta, Minggu (2/06).

Dia menjelaskan sebanyak 30,2 persen responden menilai kondisi negara Indonesia "semakin buruk" dan hanya 18,5 persen menilai kondisi negara "semakin membaik".

Menurutnya, karena kinerja pemerintahan yang "stagnant" itu maka publik mengharapkan presiden dan para menteri untuk tidak mengutamakan agenda politik partainya masing-masing.

"Karena itu mayoritas publik sebanyak 77,7 persen menyesalkan keputusan Presiden SBY merangkap jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," katanya.

Dia mengatakan sebanyak 71,3 persen responden meminta seluruh menteri yang maju sebagai caleg di Pemilu 2014 untuk mengundurkan diri dari kabinet. Langkah itu menurut dia agar tidak terjadi konflik kepentingan antara kepentingan partai dan tugas negara.

"Hanya 7,3 persen yang tidak mempermasalahkan para menteri menjadi caleg dan sebanyak 15,2 persen mengaku tidak tahu atau tidak dapat menjawab," ujarnya.

Dipa mengatakan survei LSN ini juga menemukan adanya kesejangan antara ekspektasi publik dengan sikap presiden dan para menteri. Publik menurut dia mengharapkan pemerintah konsentrasi mengurus negara dan bekerja keras memperbaiki kinerja pemerintahan.

"Namun presiden dan para menteri justru menyikapinya dengan semakin mengutamakan agenda-agenda politik partainya masing-masing," katanya.

Menurut dia, dengan kesenjanga itu maka publik cenderung skeptis dan apatis terhadap setiap program dan kebijakan yang diluncurkan pemerintah.

Dia mengatakan ada korelasi positif antara rendahnya kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah dengan rendahnya kepercayaan mereka terhadap sejumlah agenda nasional yang dikeluarkan pemerintah.

Menurut dia, dapat dikatakan bahwa kredibilitas pemerintahan SBY telah kehilangan kredibilitas di mata publik. Inkonsistensi SBY dan para menteri di tahun politik menurut dia membuat kredibilitas pemerintah semakin merosot.

Survei tersebut dilaksanakan dari tanggal 1-10 Mei 2013 di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah sampel dalam survei sebanyak 1230 responden dengan teknik multistage random sampling.

Tingkat kesalahan atau "margin of error" dalam survei itu sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden berpedoman quesioner dan dilengkapi dengan analisis media. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar