About

Information

Kamis, 27 Juni 2013

Paulinho Jadi Pahlawan Kemenangan Brazil

Kamis, 27 Juni 2013 - 12:23:21 WIB
Paulinho Jadi Pahlawan Kemenangan Brazil
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sepak Bola 


Komhukum (Belo Horizonte) - Pilihan pelatih timnas Brazil Luiz Felipe Scolari memasang Paulinho dalam pertandingan tim Samba melawat Uruguay sungguh tepat. di menit-menit akhir, sundulan Paulinho menjadi penentu kemenangan Brazil atas Uruguay dengan skor 2-1.

Pertandingan semifinal piala konfederasi antara Brazil melawan Uruguay merupakan satu pertandingan klasik dalam dunia sepakbola. Dalam pertandingan yang digelar di stadion di Belo Horizonte, Rabu (Kamis WIB) kedua tim menyuguhkan pertandingan yang sangat ketat.

Fred mencetak gol dari jarak dekat dua menit sebelum turun minum untuk membuang rasa gugup tuan rumah yang merupakan juara dunia lima kali, sekaligus juara bertahan Piala Konfederasi. Sebelumnya Diego Forlam gagal mengeksekusi penalti untuk kemenangan Uruguay.

Kemenangan satu gol Brazil itu tidak bertahan lama, Edinson Cavani menyamakan kedudukan saat babak kedua baru bergulir tiga menit.

Setelah gol penyama Edinson Cavani itu, para bintang tim Samba seperti menghadapi batu karang sebelum Paulinho melompat tinggi untuk melepaskan sundulan jarak dekat yang melewati kiper Fernando Muslera di gawang Uruguay untuk memastikan tuan rumah mendapatkan kemenangan yang layak diperoleh.

Pertandingan-pertandingan antara dua negara bertetangga di Amerika Selatan ini sejak dahulu selalu berlangsung panas. Setidaknya sejak Uruguay mengejutkan Brazil pada final Piala Dunia 1950 di Rio de Janeiro untuk menggagalkan tuan rumah meraih trofi dunia pertamanya.

Namun yang menjadi bumbu pada pertandingan kedua negara ini menjelang Piala Dunia tahun depan adalah komentar-komentar pra pertandingan yang dilontarkan kapten Uruguay Diego Lugano yang menyebut bintang Brazil Neymar suka melakukan "diving". 

Pihak Konfederasi Sepakbola Brazil (CBF) segera bereaksi dengan membantah klaim tersebut. Namun sudah jelas bahwa komentar-komentar itu hanya menambah sengit pertandingan, yang diwarnai sangat banyak tekel dan duel fisik pada hampir setiap teritori.

Pada awal babak pertama, Brazil mengawali pertandingan dengan lamban, dan Lugano membuat Uruguay mendapat hadiah penalti pada menit ke-16.

Pemain bertahan veteran ini bergumul dengan bek tengah Chelsea David Luiz dan terjatuh. Wasit asal Chile Enrique Osses dengan cepat menunjuk titik putih karena Luiz dianggap menarik kaus lawannya.

Pencetak gol terbanyak Uruguay Forlan menjadi eksekutor namun sepakan mendatarnya dapat digagalkan Julio Cesar. Kiper Brazil ini bergerak ke arah kiri untuk menghentikan laju bola dan memicu gemuruh suara dari dari 60.000 penonton yang memadati Estadio Mineirao.

Sekitar dua kali lipat dari jumlah penonton itu berada di jalan-jalan, mereka  dikawal barisan polisi untuk bergabung dengan aksi unjuk rasa lain yang mengeluhkan layanan-layanan publik dan korupsi pemerintah, serta banyaknya uang yang dihabiskan untuk ajang-ajang olahraga utama.

Polisi mengatakan sebelumnya bahwa mereka diperkirakan akan membuat masalah. Namun Brazil yang ditangani pelatih Luiz Felipe Scolari membuat warga negara itu bangga. Karena akhirnya mampu membuang rasa gugup dan meraih keunggulan dua menit sebelum turun minum melalui peluang pertama mereka dari sepakan spekulasi Oscar.

Oscar mengejar umpan panjang di sisi kiri dan melepaskan umpan pendek melintasi gawang untuk diteruskan Fred dengan penyelesaian tendangan gunting dari tepi kotak penalti, yang memicu harapan besar para penonton.

Setelah itu, Neymar terlihat mengalami masalah pada punggungnya, pemain baru Barcelona berusia 21 tahun itu merupakan pemain yang sedang dijaga saat Cavani mendapat kartu kuning karena menarik punggungnya.

Kini Brazil masih jauh dari permainan mengalir yang mendatangkan tiga kemenangan dan sembilan gol di fase grup dan tiga menit setelah turun minum Uruguay menyamakan kedudukan melalui Cavani lewat sebuah tembakan kaki kiri penyerang Napoli itu yang gagal dihentikan Cesar.

Gol itu tercipta akibat barisan pertahanan tuan rumah gagal mengamankan daerah mereka ketika Luiz, Thiago Silva, dan Luiz Gustavo kehilangan konsentrasi dan membuat Cavani menggebrak dan melepaskan sepakan mendatar untuk mengejutkan publik tuan rumah.

Forlan kemudian memiliki peluang untuk menebus kegagalannya mengeksekusi penalti, namun tembakannya mengarah lurus ke Cesar.

Scolari bereaksi terhadap keadaan-keadaan yang mengancam timnya dengan menarik keluar Hulk, dan menggantikannya dengan pemain favorit publik setempat Bernard.

Scolari juga menarik keluar Oscar dan memasukkan Hernanes sebagai upayanya menyuntikkan darah segar.

Uruguay terus mengancam tuan tumah, sebuah peluang tercipta melalui sundulan Suarez yang meneruskan umpan silang Forlan pada menit ke-73, sebelum Cavani mengecoh Hernanes dan melepaskan sepakan melebar ketika tiga penyerang Uruguay nyaris mempermalukan empat bek tuan rumah.

Namun saat pertandingan menyisakan empat menit, Neymar melepaskan tendangan penjuru dari sisi kiri dan Paulinho melompat mengungguli Martin Caceres dan mengunci tempat Brazil di pertandingan final. (K-2/yan)

0 komentar:

Poskan Komentar