About

Information

Selasa, 25 Juni 2013

PKS: Kalau Suswono Korupsi, Hatta Dan Gita Juga Terlibat

Selasa, 25 Juni 2013 - 19:12:22 WIB
PKS: Kalau Suswono Korupsi, Hatta Dan Gita Juga Terlibat 
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Korupsi 



Komhukum (Jakarta) - Tudingan miring terhadap Menteri Pertanian, Suswono dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi dibantah oleh Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, justru Mentan Suswono telah berhasil menjaga stabilitas harga daging sapi dan juga berhasil dalam menurunkan impor daging sapi.

"Justru Suswono itu telah berhasil melakukan swasembada dan menurunkan impor daging sapi. Contoh, saat impor daging sapi pada tahun 2010 tercatat 53%, untuk tahun 2012 justru angka itu dapat diturunkan menjadi 18% dan tahun berikut kembali turun menjadi 13%. Kalau saja dia mau jahat, bisa saja dia perbanyak impor menggasak petani lokal," ujarnya kepada wartawan, Selasa (25/06).

Dikatakannya bahwa saat Suswono baru menjabat sebagai Menteri Pertanian, dia telah membuat Peraturan Menteri (Permen) nomor 50 yang tertulis bahwa ketentuan impor harus dikoordinasikan dengan 3 kementerian yaitu Kementerian Perekonomian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Dengan adanya Permen No. 50, ini ditegaskannya, Suswono tidak terlibat kasus impor sapi.

"Logikanya kalau memang dia mau korupsi, kuasai saja sendiri, mengapa harus bagi bagi kewenangan," tegasnya.

Fakta yang jelas terlihat bahwa semua impor harus dikoordinasikan dengan Kementerian Perekonomian, maka kalau Suswono korupsi, maka korupsinyapun harus terkoordinasi.

"Artinya dua Menteri Perekonomian yaitu Hatta Radjasa dan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan juga terlibat dong. Kan impor itu harus dibicarakan dengan tiga kementerian," tandasnya.

Sementara itu saat ditanyakan mengenai harga daging sapi justru melonjak tinggi di saat kasus tersebut terbongkar dari Rp. 70 ribu menjadi Rp. 95 ribu, Fahri sendiri mengaku ingin tahu.

Menurutnya, keingintahuan itu sama dengan masyarakat jika PKS dituduh mendapatkan dana Rp. 5000 dari setiap kilogram sapi yang diimpor dari harga Rp. 70 ribu lantas ke mana selisih harga Rp. 35 ribu dilarikan karena harga daging sapi sekarang menjadi Rp. 95 ribu.

Fahri juga menjawab secara singkat bahwa impor sapi sekarang ditangani oleh Bulog dan masyarakat dipersilahan menanyakannya kepada pemerintah.

"Harga lama dan harga baru itu selisihnya Rp. 30 ribu ditambah lagi Rp. 5.000 yang katanya diambil PKS. Artinya keuntungan importir saat ini jika melihat harga daging sapi sebesar Rp. 35 ribu. Nah kalau ditanya uangnya ke mana, lah saya juga ingin tahu. Tapi yang jelas sekarang Bulog yang menjadi organ pemerintah yang menguasainya,” pungkasnya. (K-2/Bharata)

0 komentar:

Poskan Komentar