About

Information

Rabu, 19 Juni 2013

Survei Tingkat Elektabilitas "Karsa" Capai 62,5 Persen

Rabu, 19 Juni 2013 - 19:38:42 WIB
Survei Tingkat Elektabilitas "Karsa" Capai 62,5 Persen
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik 


Komhukum (Surabaya) - Berdasarkan hasil survei "Proximity" yang dilakukan mulai awal hingga pertengahan Juni 2013, tingkat elektabilitas pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) mencapai 62,5 persen.

"Tingkat elektabilitas paling tinggi masih pasangan Karsa. Urutan berikutnya yaitu Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumawiredja dan diikuti pasangan Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah," ujar Direktur Utama Proximity Whima Edy Nugroho kepada wartawan di Surabaya, Rabu (19/06).

Ia merinci, untuk bakal pasangan Khofifah-Herman yang dalam Pilkada Jatim diusung PKB dan sejumlah partai nonparlemen meraih 17,7 persen di tingkat yang sama. Sedangkan pasangan Bambang-Said dari PDI Perjuangan hanya meraih 5 persen suara.

"Sisanya, 14,8 persen belum menentukan pilihan. Untuk bakal pasangan perseorangan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat tidak tercatat karena tidak ada responden yang memilih," katanya.

Ia menjelaskan, dalam proses survei ini melibatkan 1.200 responden dengan menggunakan metode "multistage random sampling" dengan tingkat kesalahan 2,8 persen. Survei juga dilakukan di 38 kabupaten/kota di provinsi ini.

Sementara itu, untuk tingkat popularitas, Proximity mensurvei masing-masing kandidat, yakni calon gubernur dan calon wakil gubernur.

Untuk calon gubernur, Soekarwo berada di urutan teratas meraih 89,9 persen. Urutan kedua Khofifah Indar Parawansa dengan 55,2 persen. Berikutnya Bambang Dwi Hartono dan Eggi Sudjana masing-masing 9,7 persen dan 3,6 persen.

Kemudian, untuk popularitas calon wakil gubernur, posisi teratas ditempati Saifullah Yusuf sebesar 62 persen. Urutan kedua Herman Sumawiredja 10,9 persen, diikuti Said Abdullah 7,4 persen serta Muhammad Sihat meraih 2,6 persen.

"Kami juga menyurvei pengenalan terhadap calon gubernur dan wakil gubernur. Hasilnya, sebagian besar pemilih belum mengetahui atau belum mengenal nama pasangan," katanya.

"Total ada 87,4 persen yang belum mengetahui atau belum mengenal nama-nama calon. Sisanya, 12,6 persen sudah mengetehuinya atau mengenal nama calon gubernur," kata dia.

Whima menjelaskan, besarnya pemilih di Jatim yang tidak mengetahui nama-nama calon karena sampai sekarang belum ditetapkan kandidat pasti sebagai peserta Pilkada 2013.

"Pemilih juga banyak yang belum mengetahui waktu pelaksanaan Pilkada Jatim. Meski tahu ada pencoblosan, namun mayoritas tidak tahu bahwa pelaksanaannya 29 Agustus 2013," katanya. (K-5/el)

0 komentar:

Poskan Komentar